
Pagi hari ini aku merasa bahagia bercampur sedih. Ibu maafkan aku tak bisa menemani mu lagi, aku sudah besar ibu, aku mau menafkahi ibu dan aku ingin cari tau ayah, aku mau tahu ayah ku dimana? apakah ayah masih hidup atau sudah meninggal? kalau ayah masih hidup, dimana dia? dan kenapa dari sejak aku lahir ayah tidak ada di sisiku dan ibu? apa alasan ayah meninggalkan kami? jika sudah meninggal, dimana kuburannya?
Tak terasa air mata berlinang di pipiku, dan larut dalam kesedihan. Sudahlah Adelia kamu harus kuat! kamu harus tangguh! demi kebahagiaan ibu dan mencari tau tentang ayah ke kota. (bicara dengan hati sendiri di kamar)
"Nak, jika sudah bangun cepat mandi dan makan, ibu sudah masak makanan yang kamu suka, ibu harus pergi kerja, jika ibu tunggu kamu ibu akan terlambat kerja, ibu berangkat dulu ya nak!" kata ibu mengetok pintu kamar Adelia. "Iya ibu aku sudah bangun, aku mau mandi dulu, ibu berangkat kerja saja, nanti setelah selesai mandi aku segera makan bu" jawab Adelia pergi ke kamar mandi. "Baiklah nak, ibu berangkat dulu ya!" kata ibu meninggalkan kamar Adelia. "Iya ibu, hati-hati ya bu" jawab Adelia sedang mandi.
Wahh.. Makanan ibu enak sekali, ini makanan terlezat di dunia. Tapi terasa kurang, ibu kerja dan aku gak pernah tau tentang ayah. Tak terasa aku makan sambil meneteskan air mata. Ya sudahlah Adelia kamu harus semangat! (menyemangatkan diri sendiri) Setelah makan aku mau ke rumah Tika, aku mau cerita dan pamitan ke Tika.
__ADS_1
"Tika, apa kamu ada di dalam?" kata Adelia sambil menggedor pintu. "Ya tunggu sebentar, aku segera keluar" jawab Tika berdiri dan mematikan televisi. "Ee Adelia, yuk masuk dulu!" kata Tika mengajak Adelia masuk ke rumah. "Ya Tika aku masuk" kata Adelia mengikuti Tika berjalan ke dalam rumah. "Tunggu sebentar ya, aku buatkan minum dulu untuk kamu" kata Tika berjalan ke dapur. "Ya Tika maaf merepotkanmu" kata Adelia sambil duduk di kursi. "Gak kok kita kan sahabat gak bakal merepotkan kok" jawab Tika di dapur.
"Tika, aku memutuskan untuk pergi ke kota untuk mencari pekerjaan" kata Adelia sambil menikmati minuman yang di sugukan Tika. "Kamu yakin mau pergi ke kota Adelia?" tanya Tika penasaran.
"Iya Tika, aku mau mencari pekerjaan dan membahagiakan ibu, aku gak tega melihat ibu bekerja jadi pembantu di rumah juragan, ibu pasti sangat lelah, aku ingin bahagiakan ibu Tika, ibu sudah merawat, membesarkan dan mencari nafkah untuk aku, aku mau balas jasa pada ibu, nanti kumpul bersama yuk di tempat biasa" kata Adelia dengan senyuman manis. "baiklah Adelia" jawab Tika dengan membalas senyuman Adelia.
"Sahabatku yang aku sayang, aku mau pamitan pada kalian, aku mau pergi ke kota mencari pekerjaan" kata Adelia menatap pada Tika, Tio dan Denis. "Adelia kamu serius mau ke kota? di kota itu besar dan banyak kejahatan, kamu kan tidak punya saudara di kota, apa kamu yakin Adelia?" kata Tio menatap pada Adelia. "Iya aku yakin Tio" jawab Adelia. "O ya aku beli minum dulu, yuk kita pergi ke warung Tika" kata Tio sambil memegang tangan Tika. "O baiklah, tunggu kami ya Adelia dan Denis!" kata Tika sambil meninggalkan Adelia dan Denis.
__ADS_1
"Kamu kok ajak aku bukannya ajak Denis?" tanya Tika bingung. "Biarkan mereka berdua sebentar, kamu gak lihat wajah Denis sedih begitu, kamu kan tau Denis suka dengan Adelia" kata Tio menjelaskan. "O iya, kita biarkan mereka berdua dulu" jawab Tika mengerti.
"Denis kamu kenapa? kok wajah mu sedih begitu" kata Adelia menatap pada Denis. "Adelia jangan tinggalkan aku, aku gak mau jauh dari kamu, kota itu jauh Adelia dan di kota itu banyak kejahatan, aku takut kamu kenapa-napa" ungkap Denis menahan air mata. "Denis kamu jangan bersedih, aku akan jaga diriku, kamu jangan khawatir, kita pasti suatu saat akan berkumpul lagi" jawab Adelia dengan mengusap punggung Denis.
"Adelia aku sangat sayang padamu, jangan tinggalkan aku!" kata Denis memeluk Adelia. "Maafkan aku Denis aku juga sayang kamu, namun aku harus pergi Denis" kata Adelia menangis. Adelia dan Denis hening tak ada pembicaraan dan hanya tangisan mereka yang mewakili perasaan mereka.
"Ahem-ahem.. kalian berdua romantis sekali!" kata Tika mendekat pada Adelia dan Denis. "Ah ti.. tidak kami hanya.." kata Adelia terbata-bata. "Ya sudahlah Adelia akan meninggalkan kita pergi ke kota, jangan biarkan kesempatan kita bersama di sia-siakan" kata Tika memeluk Adelia. Denis dan Tio pun ikut memeluk Adelia dan Tika. Mereka menangis larut dalam sedih dan haru.
__ADS_1