
Andi membawa Adelia pergi ke luar bar untuk mengobati memar di pipi Adelia menggunakan kompresan es...
"Adelia maafkan aku ya? karena aku kamu jadi di tampar oleh Tari" Andi merasa bersalah dan meminta maaf pada Adelia
"Tidak apa kak, aku mengerti kejadian tadi kok, aku juga yang salah kak, seharusnya aku tidak bersama kakak tadi, aku tidak tau apa yang akan terjadi bila aku tadi jadi berdansa dengan kakak, pasti tunangan kakak akan sangat marah dan cemburu terhadapku" Adelia merasa bersalah
"Tidak.. tidak aku bukanlah tunangan Tari" kata Andi sambil mengkompres pipi Adelia
"Tapi tadi Tari bilang kalo kakak tunangan nya?" tanya Adelia bingung
"Jadi begini orang tua kami berteman baik dari dulu, sehingga Tari memanfaatkan hubungan baik ini untuk mendekati aku" jawab Andi
"Tapi kakak aku lihat Tari memang menyukai kakak dengan tulus?" Adelia penasaran
"Tari memang menyukai aku dari dulu tapi aku tidak punya perasaan apa pun terhadap dia, dan yang buat aku jadi tambah tidak suka dia yaitu karena dia memanfaatkan hubungan orang tua yang baik ini untuk bisa mendapatkan aku seutuhnya"
"Memangnya Tari melakukan apa sehingga kakak terlihat sangat tidak menyukai Tari?" Adelia bingung
"Tari berterus terang ke pada orang tua kita tentang perasaan nya terhadap aku, sehingga orang tua bisa memberi dukungan ke pada Tari dan aku, tapi aku menolaknya dengan keras, sehingga aku di marahi ibu dan ayah, Tari itu orang nya licik, sudah banyak cara yang ia gunakan untuk menjebak ku, tapi aku selalu selangkah lebih depan dari nya sehingga semua rencana licik nya gagal" jelas Andi
"Jadi seperti itu kak, pantas saja kakak tadi terlihat sangat marah pada Tari" Adelia mengerti
"Jadi kamu jangan anggap Tari itu tunangan ku, o ya gimana rasa pipi nya sekarang? apa sudah membaik?" mengusap pipi Adelia lembut dengan kompresan es
"Sudah membaik kak, o ya kakak tidak masuk ke dalam?" tanya Adelia
"Nanti saja, di dalam terlalu banyak orang, aku merasa engap di dalam" jawab Andi
"Aku juga merasa begitu, karena aku juga baru kali ini pergi ke bar, aku merasa tidak nyaman dengan suasana di dalam bar" ungkap Adelia
"Kak, kita masuk ke dalam yuk? nanti Chika dan kak Ficky mencari kita!" pinta Adelia
"Baiklah, ayo kita masuk" Andi berdiri dan mengulurkan tangan kanan nya ke arah Adelia
"I.. Iya kak" Adelia ragu menerima tangan Andi
"Tenang lah, tidak usah takut" Andi meyakinkan Adelia
"Ba... Baiklah kakak" Adelia menerima tangan Andi
Adelia dan Andi kembali ke bar...
__ADS_1
di waktu yang sama....
"Dicky ayo bersenang-senang! kamu lihat itu banyak wanita-wanita cantik, apakah kamu tertarik terhadap mereka?" tanya Hendra
"Tidak" Dicky dingin
"Yo... apa kamu tidak tertarik akan wanita-wanita cantik di sini? hahahaha.... apakah kamu bahkan tidak tertarik terhadap wanita?" tanya Hendra menyindir
"Apa kau gila? bagaimana pun aku ini pria normal, hanya saja tidak ada yang cocok bagi ku" Dicky serius
"Hahaha... Kamu bilang karena tidak cocok? aku meragukan nya, mungkin karena kamu ini tidak laku? jhahahaha..." Hendra meledek Dicky
"Berani nya kau bilang aku tidak laku? kamu cari mati ya!" Dicky kesal menjitak kepala Hendra
"Aww.. sakit sekali, aku hanya bercanda kenapa kamu pukul kepala ku?" Hendra ngeles (dasar gunung es kalo kamu marah sangat mengerikan) merinding
"Jika kau mau segera mati? Aku bisa mengabulkannya" Dicky kesal
"Tidak, tidak, tidak... aku masih mau hidup" Hendra ketakutan
"Jika masih sayang nyawa mu, kamu hanya butuh diam" Dicky kesal
"Hah.. tidak, tidak" Dicky tiba-tiba salah tingkah dan pipi nya memerah
"Jhahahaha.. sudah lah jangan berbohong, ekspresi mu sudah mewakilkan kamu menjawabnya" Hendra menggoda
"Bukan urusan mu" Dicky dingin
"Hahahahaha, seperti ini ternyata boss Dicky kalo jatuh cinta, lain di luar lain di hati, benar-benar berbeda dari yang asli nya sangat dingin, tiba-tiba salah tingkah karena wanita, sesuatu yang mengejutkan" Hendra menyindir
"Diam! omong kosong!" Dicky membentak
"Baiklah kamu boss nya" Hendra kaget
"Memang, sudahlah aku mau ke toilet dulu!" Dicky berdiri melangkah pergi, namun Dicky tidak sengaja tersandung oleh kaki seseorang
Bruukkkk...!!!!!
Dicky terjatuh dan perpegangan di baju seseorang hingga tak sengaja terbuka...
"Sialan! dasar hidung belang!" bentak seorang wanita menampar Dicky
__ADS_1
Plaakkk...!!!
"Aww.. berani nya kamu menampar ku!" Dicky kesal berdiri
"Kamu pantas menerima nya!" wanita itu langsung pergi sambil ngoceh-ngoceh
"Sialan!" Dicky kesal
"Dicky apa kamu baik-baik saja?" tanya Hendra membantu Dicky berdiri
"Pala mu yang baik-baik saja!" Dicky meledak
"Ya... iya sini aku bantu!" Hendra ketakuatan (Dicky sangat seram melebihi hantu)
di tempat lain...
"Adelia sama senior Andi di mana? kok tidak kelihatan" tanya Chika ke pada Ficky
"Tidak tau, tapi dari tadi aku juga tidak melihat Adelia dan Andi" kata Ficky kepada Chika
"E panjang umur, baru di bicarakan mereka langsung muncul" kata Chika
"Chika! kak Ficky!" Adelia menyapa Chika dan Ficky
"Kamu dan senior Andi kemana? kenapa tidak jadi berdansa?" tanya Chika
"Tadi kita...." Adelia belum selesai bicara di sela oleh Andi
"Tadi kita cari angin di luar" kata Andi
"O begitu, Adelia kita pulang yuk!" Chika mengajak Adelia pulang
"Yuk Chika" Adelia tersenyum
"Senior/ka Andi dan senior/kak Ficky! kami pamit pulang dulu ya!" Chika dan Adelia pamitan pada Andi dan Ficky
"Mari kami antar pulang, sudah jam 10 malam, tidak baik bagi gadis-gadis berada di luar!" ajak Andi dan Ficky
"Baik, maaf merepotkan senior Andi dan senior Ficky" Kata Chika
saat Adelia dan Chika di antar pulang, Dicky dan Hendra juga pulang...
__ADS_1