
Apa yang telah aku lakukan?
Aku tadi menyentuh kening nya tuan Dicky!
Ya ampun! Aku ini benar-benar ceroboh, tapi dia tadi...
Dia menyentuh bibir ku dengan jari telunjuk nya dan dia juga mencubit manja hidung ku, apa pikiran tuan Dicky konslet ya? (pikiran Adelia kacau)
Adelia merona secepatnya pergi meninggalkan Dicky...
Bruukkk!!!
"Aduhhh..." Adelia tertabrak pintu yang di dorong dari luar
"Eh maaf nona! Aku tidak sengaja nona, aku tidak tau kalo ada orang di belakang pintu" Hendra ingin menolong Adelia berdiri
"Lepaskan! biar aku yang menolong dia berdiri!" Dicky mendorong tangan Hendra dan membantu Adelia berdiri
"Oh baiklah" Hendra berdiri
"Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka? Apa ada yang sakit?" tanya Dicky melihat segala penjuru tubuh Adelia
"Tuan aku hanya kejedot pintu, tidak ada yang terluka, hanya saja kening ku ini sedikit sakit" Adelia malu memegang kening nya
"Sini aku usap kening nya agar tidak sakit lagi!" Dicky membelai kening Adelia dengan manja dan meniup kening Adelia dengan lembut
"Hai kalian ini! jangan menyebarkan ke mesraan di depan orang yang jomblo, kalian telah melukai jiwa jomblo ku tau" Hendra tidak senang
"Pufff (terlintas niat jahat di pikiran Dicky) Sayang, apa kamu baik-baik saja? aku sangat khawatir pada mu!" Dicky membelai pipi Adelia
"Tu.. tuan, a.. aku baik-baik saja, hanya kejedot sedikit, aku...." Adelia salah tingkah
"Sssstttt! sudah diam, sini aku bantu kamu ya!" Dicky tiba-tiba menggendong Adelia
"Aaaa... tu.. tuan.. apa.. apa yang kamu lakukan? turunkan aku!" Adelia meronta
"Tenang lah sayang, kamu tadi terluka, tentu aku akan membantu mu mengobati nya" Dicky menggoda Adelia dan memanas-manaskan Hendra
"Tapi yang terluka itu hanya kening aku dan itu hanya sedikit memar, mengapa kamu menggendong aku? kaki ku sedikit pun tidak ada yang terluka" Adelia meronta-ronta ingin turun (apa yang terjadi dengan tuan Dicky? Apakah karena demam nya hingga dia begini? Atau karena ia tertidur tadi? Apa demam/tertidur bisa membuat otak orang konslet? aku sangka hanya pemikiran aku saja! tapi ternyata otak tuan Dicky benar-benar sudah konslet)
"Kalian ini! Hentikan mengapa kalian sangat jahat dan tega pada aku yang jomblo ini" Hendra kesal (dalam bayangan Hendra sedang jongkok di sudut membuat lingkaran di tanah meratapi diri jomblo nya yang malang)
"Tuan Hendra, kamu salah paham, aku.. aku tidak seperti yang tuan Hendra bayangkan" Adelia meronta mencoba turun dari gendongan Dicky
"Baiklah aku akan menurunkan kamu" Dicky menurunkan Adelia
"O ya Dicky aku lupa, aku ke sini untuk sampaikan ke kamu kita akan melaksanakan rapat 3 menit lagi" Hendra melihat jam tangan nya (untung rapat akan di mulai, jika tidak jiwa jomblo ku akan tewas melihat ke romantisan si gunung es dengan gadis ini)
__ADS_1
"A iya tuan aku.. aku masih ada kerjaan, aku pamit dulu" Adelia pergi ke ruang kerja nya meninggalkan Dicky dan Hendra
Braakkk!!! (Adelia menutup pintu dengan keras).
"Hahahahaha... apakah kamu iri terhadap ku?" tanya Dicky ke pada Hendra
"Dasar gunung es, kamu yang begitu dingin dan arogan, ternyata bisa jadi seorang bucin ya, hahaha.." Hendra balik meledek Dicky
"Omong kosong, yuk kita ke ruang rapat" Dicky mengalihkan pembicaraan
Dicky dan hendra pergi ke ruang rapat....
Jam istirahat pun tiba...
"Adelia, apa kamu sudah selesai? yuk kita berangkat ke kantin!" Chika berjalan masuk ke ruang kerja Adelia
"Iya ini aku sudah selesai, yuk kita berangkat" kata Adelia berdiri dan mengambil tas
di kantin....
"Adelia kamu kenapa? kenapa tidak fokus begitu?" tanya Chika penasaran
"A.. tidak.. tidak apa-apa, aku baik-baik saja kok" jawab Adelia
"Aku tidak percaya, ayo lah cerita kepada ku, kamu kenapa? apa yang terjadi?" tanya Chika semakin penasaran
"Jadi begini apa? ayo ceritakan saja pada ku! kalo kamu sudah menganggap aku sebagai teman mu, harus nya kamu mau berbagi cerita dengan ku, tidak ada rahasia di antara kita, dan apa pun itu kita harus saling mempercayai satu sama lain, kecuali kamu tidak menganggap ku sebagai teman mu!" Chika memancing Adelia agar mau bercerita
"Bukan begitu Chika, kamu sudah aku anggap sebagai teman baik ku, aku hanya merasa malu untuk menceritakan nya dan aku bingung bagaimana cara untuk menjelaskan nya" jelas Adelia
"Tenang lah, ceritakan lah perlahan-lahan, tidak usah tergesa-gesa" kata Chika menunggu Adelia bercerita
"Tapi kamu janji ya jangan cerita kan ke orang lain" pinta Adelia
"Rahasia mu akan aman bersama ku" kata Chika memberikan jari kelingking tanda janji
"Baiklah akan aku cerita kan" Adelia menerima jari kelingking tanda berjanji
"Iya" Chika tersenyum menantikan Adelia untuk bercerita
"Jadi seperti ini cerita nya........ (menceritakan kejadian yang baru saja terjadi di ruang kerja Dicky) jadi seperti itu cerita nya Chika" Adelia menceritakan semua kejadian yang ia alami dan pipi nya merona karena malu
"Wow.. kamu beruntung sekali Adelia, dari cerita kamu tadi sudah sangat jelas bahwa boss Dicky menyukaimu, kalo seandai nya kamu di tembak sama boss Dicky apa kamu mau terima dia?" Chika penasaran
"A.. aku tidak yakin bahwa tuan Dicky menyukai ku, aku merasa kurang pantas saja aku untuk tuan Dicky" Adelia merendah
"Tampak nya kamu juga suka sama boss Dicky, haha.. aku punya ide untuk membuktikan nya, gimana apa kamu setuju Adelia?" tanya Chika
__ADS_1
"Apa rencana mu Chika?" Adelia bingung
"Haha... rahasia" Chika tersenyum misterius menyembunyikan rencana (aku akan menjadi mak comblang hehehe)
Di lain tempat....
Huhh.. Akhir nya pekerjaan ku selesai juga, semoga aku bisa terus bekerja di sini, jangan sampai kak Adelia tau aku bekerja, aku takut kak Adelia sedih karena aku ( Riska bicara pada diri sendiri)
"Nyonya, aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku" Riska bicara pada nyonya pemilik rumah besar
"Udah selesai ya, kamu sangat rajin aku jadi senang dengan mu Riska, kemari lah!" kata Nyonya besar
"Baik nyonya" Riska tersenyum berjalan mendekati nyonya besar
"Ini uang untuk kamu, aku sengaja kasih lebih untuk mu karena kamu sangat rajin, ini adalah hadiah karena kamu setia, rajin dan bersemangat bekerja di sini" Nyonga besar memberi uang 150 ribu untuk Riska
"Wah nyonya ini banyak sekali, apa nyonya tidak salah memberikan uang sebanyak ini untuk aku?" Riska bahagia
"Tidak, aku tidak salah, kamu mau pulang sekarang?" tanya nyonya besar
"Iya nyonya, aku harus pulang sebelum kakak ku pulang nyonya, aku tak ingin kakak ku khawatir nyonya" jelas Riska
"Baiklah, ini ada kue dan biskuit kamu bawa lah pulang untuk kamu dan kakak kamu makan di rumah" nyonya menyodorkan kue dan biskuit ke tangan Riska
"Terima kasih banyak ya nyonya, aku mohon pamit pulang dulu nyonya" Riska menerima pemberian nyonya dan pamitan pulang
"Iya hati-hati di jalan ya Riska" kata nyonya
"Iya nyonya" Riska tersenyum
Wahh.. banyak sekali kue dan biskuit nya, tapi apa yang harus aku katakan pada kak Adelia? Kak Adelia bahkan tidak tau aku juga kerja untuk membantu nya bayar uang kontrakan dan kebutuhan sehari-hari. Hari ini aku harus jujur ke kak Adelia, nanti pas kak Adelia pulang, aku harus bilang semua nya dan semoga kak Adelia tidak kecewa ke pada ku..
Saat Riska pulang bekerja, ada seseorang yang mengikuti nya...
Kok aneh ya, aku merasa ada yang mengikuti aku (Riska melihat ke belakang) Kok gak ada orang ya? mungkin perasaan aku saja (lanjut berjalan) aku harus segera pulang! (melihat ke belakang) Ahh siapa itu? mengapa ia tiba-tiba bersembunyi? jangan-jangan dia orang jahat? apakah dia mau menyulik ku? Gawat!! (Riska lari cepat)
Riska berusaha melarikan namun gagal...
Paakkkk!!
"Aaaa.. " teriak Riska kesakitan lalu pingsan
"****** lu! ini balasan karna gara-gara elu, gue menderita pada waktu itu, sekarang Rasain lu! Hahahahaha...." pria pakai masker dan topi membawa Riska pergi
**Bagaimana kelanjutan cerita nya? tetap setia ya baca karya ku ♡♡
Teman jangan lupa ya tinggalkan jejak di novel ini, jangan lupa juga like, rate dan jadikan favorite ya ^_^
__ADS_1
Jika berkenan beri vote juga yah♡♡