YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
29. Rencana Pra Gajian 3


__ADS_3

Aku sudah membeli bunga dan buah-buahan semoga Adelia dan adik kecil cepat membaik dan bisa pergi jalan-jalan besok. Aku sangat berharap Adelia mau ikut dengan ajakan aku nanti.


Dicky mengendarai mobil menuju rumah sakit...


Tok.. Tok.. Tok...


Dicky mengetok pintu ruangan Adelia dan Riska di rumah sakit.


"Ya masuk saja" Adelia dan Chika menyahut dari dalam.


Kreettt.... Suara pintu di buka.


"Hai, bagaimana keadaan kamu dan adik kecil?" tanya Dicky masuk membawa bunga dan buah-buahan lalu meletakan di atas meja


"Udah membaik kok tuan, terima kasih ya" Adelia tersenyum


"Iya" Dicky tersenyum


"Kakak tampan" Riska menyapa Dicky


"Iya adik kecil yang manis, cepat sembuh ya!" Dicky menghampiri Riska dan mengelus kepala Riska


Wah, baru sekarang aku lihat sisi lembut nya boss Dicky, kalo di kantor di selalu pasang muka datar dan dingin, tidak di sangka boss Dicky bisa tersenyum karena Adelia dan adik kecil, seperti nya aku harus memberi ruang untuk mereka bertiga.


"Boss Dicky, apakah kamu tidak keberatan jika kamu menunggu dan menjaga Adelia dan adik kecil sebentar? Aku ingin pulang sebentar untuk mandi" Chika bertanya pada Dicky


"O baiklah, kebetulan aku sedang tidak sibuk" Dicky menjawab tenang


Asik! Chika ini sangat mengerti keadaan dan aku harus memanfaatkan kesempatan ini, jika ada Chika di sini maka mengajak Adelia dan adik kecil akan terasa canggung.


"Terima kasih boss Dicky, anda sangat baik!" Chika tersenyum


"Iya sama-sama" Dicky bangga


"Adelia, adik kecil dan boss Dicky, aku pamit pulang dulu ya!" Chika berdiri dari tempat duduk


"Hmm" Dicky mengangguk


"Ya Chika hati-hati ya! Nanti kamu kembali lagi ke sini kan?" Adelia lembut


"Iya Adelia nanti aku kembali lagi ke sini!" jawab Chika tersenyum


"Kakak cantik, hati-hati ya di jalan, aku tunggu kakak cantik kembali lagi ke sini lo!" Riska manja


"Iya adik ku sayang, nanti kakak kembali lagi ke sini ya" Chika tersenyum manja ke pada Riska

__ADS_1


"Iya kakak cantik" Riska manja


"Aku pamit pulang dulu ya! Da da" Chika ke luar meninggalkan Adelia, Riska dan Dicky


"Kakak tampan, Kakak cantik berencana ingin mengajak kita jalan-jalan besok lo, apa kakak tampan mau ikut?" Riska bersemangat


Wahh.. Tuhan baik sekali ke aku, ini kebetulan yang kedua kali, dengan kesempatan ini, aku harus memanfaatkan sebaik mungkin.


"O begitu, pasti adik kecil sangat menantikan jalan-jalan nya ya? Kalo begitu kak juga mau ikut, tapi kamu harus sembuh dulu ya!" Dicky mengelus kepala Riska.


"Aku sudah sembuh kok kak, lihat ni aku udah sehat dan kepala ku sudah tidak panas lagi!" Riska menarik tangan Dicky ke kening nya


"Baiklah, kakak panggil dokter dulu ya, biar bisa memastikan apa kamu sudah benar-benar pulih!" Dicky tersenyum dan pergi memanggil dokter


"Iya kakak tampan" Riska tersenyum bahagia


"Dek, kamu sangat ingin jalan-jalan ya? Besok kita pergi jalan-jalan ya! Tapi kamu harus pulih dulu, nanti kalo kata Dokter nya kita sudah boleh pulang, berarti kita jadi berangkat jalan-jalan besok dan kalo belum boleh pulang, berarti kita batal deh jalan-jalan nya" Adelia menggoda Riska


"A a kakak, aku mau jalan-jalan besok" Riska manyun


"Kita tunggu apa kata dokter dulu ya" Adelia tersenyum dan menahan tawa kecil melihat Riska manyun


Kreettttt... Suara pintu di buka


"Permisi nona, aku akan memeriksa keadaan kamu dan adik kecil!" Dokter akan memeriksa Adelia dan Riska


Aku berharap semoga Adelia dan adik kecil segera pulih dan semoga besok sudah boleh pulang, maka misi ku mengajak Adelia dan adik kecil berhasil, aku menjadi sangat berharap namun cemas.


Beberapa menit kemudian...


Dokter selesai memeriksa keadaan Adelia dan Riska.


"Keadaan Adelia dan Riska sudah sangat membaik dan memar nya akan segera hilang dengan minum obat dan memberi obat poles secara rutin. Besok pagi sudah boleh pulang"Jelas dokter


"Ya syukurlah" Dicky tersenyum lega


"Hore.. Hore... Asik.. Aku jadi jalan-jalan! Kakak tampan jangan lupa yang kamu katakan tadi ya!" Riska sangat gembira


"Iya tenang saja, kakak akan ajak kamu jalan-jalan sampai puas, kamu mau ke jalan-jalan ke mana?" tanya Dicky tersenyum mengelus kepala Riska


"Aku mau ke taman hiburan ya kakak tampan, aku belum pernah pergi ke taman hiburan kak" Riska manja


"Oke kemana pun Ratu kecil mau, kakak akan turuti semua nya" Dicky mencubit hidung mancung Riska


"Terima kasih kakak tampan, kakak tampan yang terbaik" Riska memeluk Dicky

__ADS_1


"Iya Ratu kecil" Dicky tersenyum bahagia


Aku sangat bahagia melihat Riska dan tuan Dicky bersama, mereka bagaikan kakak dan adik kandung saja, pasti membuat orang yang melihat mereka menjadi iri dengan keakraban nya. Jika di lihat-lihat Riska dan tuan Dicky sangat mirip, dari mata, hidung dan bibir nya terlihat seperi mereka beradik kakak, apakah mungkin? Ah mungkin cuman pemikiran ku saja.


"Ratu kecil, kamu mau makan buah? Kakak suapi mau?" tanya Dicky melihat Riska


"Mau kakak" Riska manja


"Baik Ratu kecil, kakak ambilkan dulu ya!" Dicky mengambil buah di meja yang dekat dengan Adelia


"Tuan Dicky anda sangat baik dengan Riska, aku jadi senang melihat Riska begitu bahagia jika bersama tuan Dicky" Adelia tersenyum


"Aku hanya bahagia saja melihat adik kecil, dekat dengan adik kecil membuat aku merasa bagaikan adik kecil ini adalah adik aku yang hilang 6 tahun lalu, aku merasa nyaman dengan adik kecil, dekat dengan adik kecil membuat aku merasa kehadiran adik ku yang hilang dulu, ini jadi mengobati rasa rindu ku" Dicky mengambil buah apel dan pisau


"...... Tuan bisa menganggap Riska sebagai adik tuan juga" Adelia tersenyum


"Terima kasih nona" Dicky senang


Dicky mengupas buah apel dan menyuapi Riska, tak lama kemudian Riska tertidur.


"Nona, adik kecil sudah tidur" Dicky memberi tau Adelia


"Iya tuan, mungkin Riska kelelahan tuan" jawab Adelia


"Iya aku kasihan dengan adik kecil, penculikan itu mungkin akan berkesan buruk terhadap nya, semoga dia tumbuh besar dengan baik dan tidak terjadi hal seperti ini lagi" Dicky menatap dan mengelus kepala Riska


"Ya tuan, aku juga berharap seperti itu" Adelia menatap Dicky mengelus kepala Riska


"O ya, Besokkan kamu dan adik kecil sudah boleh ke pulang, hmm... Karena besok sudah boleh pulang kita pergi jalan-jalan ya ke taman hiburan? Apa kamu tidak keberatan untuk ikut jalan-jalan dengan ku, kamu juga bisa bawa Chika" Dicky canggung


"Tapi tuan, aku gak punya uang, apa bisa tunggu aku mengambil gaji ku dulu besok? Kalo sudah di ambil baru kita pergi ya" Adelia polos


"Puff.. Masalah biaya aku yang mengatur semua, jadi kamu jangan khawatir tentang itu, besok jika ada yang kamu ingin kan bilang saja pada ku" Dicky tersenyum melihat kepolosan Adelia


"Tapi tuan, aku gak mau menyusahkan tuan dan aku gak mau berhutang pada tuan!" Adelia menolak dengan lembut


"Nona, tolong terima saja ya! Aku mohon anggap saja ini demi adik kecil" Dicky memohon memegang tangan Adelia


"Ba.. Baiklah tuan" Adelia merona salah tingkah karena tangan nya di pegang Dicky


"Terima kasih nona" Dicky senang reflek memeluk Adelia


"I.. Iya tuan, ta tapi kamu terlalu erat memeluk ku" Adelia merona


"Ma.. Maafkan aku nona, aku tak sengaja, aku terlalu senang" Dicky malu melepaskan pelukan nya

__ADS_1


Suasana tiba-tiba canggung..


__ADS_2