
**Happy reading readers!
Jangan lupa klik like dan beri vote sebanyak-banyak nya ya.
Terima kasih atas kesetiaan readers membaca karya ku.
Love you lah untuk readers semua dan semoga readers semua selalu di berikan kesehatan oleh Allah SWT.
Salam hangat dari author
#alsya suci maesya putri**
Ya ampun! Mengapa bisa hilang sih tu gelang! Kalo ibu tau gelang itu hilang, ibu pasti akan marah dan kecewa.
Aku harus cepat menemukan gelang itu!
Chika mencari gelang pemberian ibu nya dari tempat satu ke tempat lain, namun tidak ketemu.
"Chika!" Panggil Hendra dari jauh.
Ah kak Hendra! Kenapa sih bandel banget aku kan sudah melarang dia mengikuti aku dan menyuruh nya agar menunggu ku di mobil.
Chika diam pura-pura tidak dengar panggilan Hendra dan terus mencari gelang pemberian ibu nya.
"Chika!" Panggil Hendra mendekati Chika.
"...." Chika diam tidak memperdulikan Hendra.
"Chika, apa kamu tidak mendengar ku?" Hendra menangkap tangan Chika.
"Lepaskan!" Chika kesal.
"Tidak mau!" Bantah Hendra.
__ADS_1
"Lepas!" Hardik Chika.
"Tidak!" Tegas Hendra.
Dasar keras kepala, kak Hendra jangan salahkan aku jika kasar.
Chika menarik tangan yang di genggam kuat oleh Hendra mendekati mulut nya.
"Kamu mau apa? Kamu mau mencium tangan ku?" Hendra merona.
"......" Chika tersenyum simpul.
Greeetttt....
Awwwwww......
Teriak Hendra kesakitan.
"Apa kamu ini anj*ng suka menggigit!" Hendra kesakitan melepas tangan yang di gigit Chika.
"Dasar gadis bodoh yang nakal" Hendra menarik tangan Chika.
"Ahh" Chika tertarik ke pelukan Hendra.
"A ampun kak Hendra" Chika gerogi.
"Gadis nakal! Kamu mau di hukum apa? aa!" Hendra menggoda Chika mencubit dagu nya.
"A ampun kak, aku aku.." Chika merona.
"Aa mintak ampun? Tidak semudah itu! Kamu harus di hukum dulu baru aku ampuni!" Ancam Hendra tersenyum nakal.
"Kak Hendra tolong lepaskan aku!" Chika terbata-bata.
__ADS_1
"Hahaha.. Seperti nya aku yang harus memilih sendiri hukuman untuk mu ya! Baru nanti aku lepaskan kamu, bagaimana?" Tutur Hendra menekan tangan nya yang melingkar di pinggang Chika.
"Baik lah tapi cepat lepaskan aku!" Chika mendorong Hendra.
"Hmm, karena aku baik, aku mempersilahkan kamu untuk memilih hukuman nya sendiri!
Kamu pilih menjadi pacar ku? atau kamu pilih menjadi kekasih ku?
Kamu mau pilih yang mana?" Tutur Hendra menahan Chika yang memberontak.
"Apaan sih kak Hendra! Bagaimana pun yang aku pilih pasti jawaban nya akan sama!" Chika kesal membatah Hendra.
"Iya kamu pilih saja mau yang mana?" Tanya Hendra tersenyum penuh dengan rasa harap.
"Gak mau" Chika meronta dan menginjak kaki Hendra hingga berhasil meloloskan diri dari Hendra.
"Chika!" Hendra tercengang menahan sakit yang bertubi-tubi.
"Blekkk" Chika mencibir Hendra.
"...." Hendra kehabisan kata-kata.
Chika melanjutkan mencari gelang pemberian ibu nya.
Hendra hanya diam memperhatikan Chika yang sedang mencari gelang pemberian ibu nya dari kejauhan.
Ah, itu bukan nya orang yang waktu itu yang membunuh ayah nya Panji?
Benar itu orang yang membunuh ayah Panji dan berhasil kabur saat ingin di tangkap.
Mengapa dia melihat terus ke arah Chika?
Jangan-jangan!
__ADS_1
Bersambung..