
Happy reading readers 📖📖
Jangan lupa klik like👍🏻 dan beri vote sebanyak-banyak nya ya readers🙏🏻😘
Kritik dan saran dari readers akan sangat membantu author dalam berkarya 🙏🏻😘
Jangan lupa juga jadikan novel ini sebagai favorit❤️ ya readers, agar readers semua tidak ketinggalan setiap up episode nya.
Semangat terus bagi readers yang sedang berjuang menggapai cita-cita nya dan semoga sehat selalu ya💪🏻💪🏻😇
Salam hangat dari author😘😘
alsya suci maesya putri
Braakkkk..!!!! Suara pintu di dobrak.
"Siapa?!" Bentak orang misterius.
Dicky tanpa basa-basi langsung menghajar orang misterius yang ingin menyakiti Adelia.
Dicky mengikat orang misterius yang sudah babak belur di hajar oleh nya. Dicky membuka topeng orang misterius.
!!!!!!!!
"Ternyata kamu ya!!" Hardik Dicky pada orang misterius yang sudah tergeletak pingsan oleh Dicky.
Anggota Dicky berjalan masuk melapor pada Dicky.
"Boss, kami sudah berhasil menemukan tuan kecil Panji dan nona kecil Riska" Tutur salah satu anggota Dicky.
__ADS_1
"Bagus!! Kalian bawa Riska dan Panji pulang dan urus juga sampah ini!!" Bentak Dicky kesal.
"Ba baik boss" Jawab salah satu anggota gemetaran.
Dicky berjalan mendekati Adelia yang pingsan dengan luka lembam di pipi nya.
"Kasihan sekali Adelia" Dicky mengelus luka lembam Adelia dengan lembut lalu menggendong nya ke mobil.
.
.
.
Dicky tiba di apartemen nya. Panji dan Riska baik-baik saja tidak ada luka sedikit pun.
Kini Panji dan Riska istirahat di kamar sebelah kamar milik Dicky sedangkan Adelia di kamar Dicky.
"Aa.. aduh sakit sekali" Adelia sadar dari pingsan nya.
"Riska! Panji!" Teriak Adelia.
"Sstt! Tenang lah Adelia! Riska dan Panji sudah aman, mereka berdua sedang istirahat di kamar sebelah" Dicky menenangkan Adelia yang khawatir.
"Benarkah tuan??" Adelia merasa tidak percaya dengan yang di katakan Dicky.
"Iya benar, aku akan membuktikan nya pada mu, jika kamu tidak percaya" Dicky tersenyum menggendong Adelia.
"Aaa.. Tuan turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!" Adelia meronta-ronta.
__ADS_1
"Tidak mau! Kamu sudah lupa dengan yang tadi" Dicky memasang wajah kasian.
"Eh, lupa apa tuan?" Adelia bingung.
"Aihh, lupakan saja" Dicky kecewa berjalan ke kamar sebelah.
Dicky menurunkan Adelia lalu membuka pintu dengan pelan.
"Lihat lah Riska dan Panji sedang istirahat, mereka sudah aman" Jelas Dicky pada Adelia.
"Terima kasih tuan" Adelia menyelonong masuk ke kamar Riska dan Panji.
Adelia berjalan perlahan duduk di samping Riska lalu membelai dan mencium Riska.
Tak lama kemudian Adelia berjalan mendekati Panji lalu membelai kepala nya.
Dicky yang melihat Adelia sedang sibuk dengan adik nya pergi ke kamar nya.
"Huh, aku sudah tenang sekarang, tapi aku sedikit kecewa pada Adelia, ia sama sekali tidak memperdulikan aku! Dan Adelia tidak memanggil ku kakak lagi! Panggilan tuan itu sangat tidak nyaman terdengar di telinga ku huh.." Dicky kesal duduk menyandar di sofa sembari memeluk bantal guling dengan mulut yang terus-menerus mengoceh.
"Pufft" Adelia menahan tawa memperhatikan Dicky mengoceh-ngoceh sendiri di sofa.
Hahaha, sekarang aku tahu ternyata yang di bilang lupa tadi itu adalah panggilan kakak! Hahaha, dia lucu sekali, masa cuman itu saja sampai sekesal itu, aku kerjain ah.
Bersambung..
Salam dari...
❤️Kisah rumah angker👻
__ADS_1
❤️Beautiful ceo love story💖
❤️Berinkarnasi menjadi istri boss dingin💖