YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
27. Rencana Pra Gajian


__ADS_3

Dicky sampai di kantor...


"Hendra, bagaimana tugas mu?" tanya Dicky datar


"Sudah aku bereskan, preman itu sudah aku masukan penjara, tapi dia tidak mau memberi tau siapa yang menyuruh nya, kata preman itu dia hanya di perintahkan oleh seseorang, seperti nya preman itu di ancam oleh orang itu hingga ia tidak berani memberi tau identitas orang itu" jelas Dicky


"Aku tidak mau tau, dalam minggu ini kamu harus menemukan identitas orang itu, kalo gak gaji kamu aku potong" tegas Dicky tidak puas


"Jangan boss Dicky, aku akan berusaha untuk mencari tau identitas orang itu, tapi jangan potong gaji aku ya!" Hendra memohon dengan pasang tampang iba


"Jangan pasang tampang jelek ini, sangat membuat kesal saja, pergi kerja sana!" Dicky kesal mendorong muka Hendra yang mengeluarkan ekspresi iba


"Hisk.. hisk... hisk.. kamu jangan kejam seperti ini ke pada ku, kamu baik dan sangat tampan, tolong beri aku waktu yang lebih panjang dan jangan potong gaji aku ya, aku mohon boss Dicky! Kamu baik sekali deh" Hendra memohon pasang muka menyedihkan


"Sudah lah pergi sana, aku gak mau lihat tampang jelek mu ini, membuat ku jijik saja" Dicky jijik


"Tapi...." Hendra pasang wajah yang sangat menyedihkan


"Iya iya pergi sana" Dicky terpaksa


"Terima kasih boss Dicky! kamu sangat baik" Hendra tiba-tiba sangat bersemangat


"Iya" Dicky datar


"Ya sudah aku pergi kerja dulu, da da gunung es yang menyebalkan! Hehehe.." Hendra tertawa berlari kecil ke luar dari ruangan Dicky


"Dasar bocah tengik! Sangat pandai sekali berpura-pura" Dicky melempar pulpen ke arah Hendra namun tidak kena karena Hendra menghindar


"Bleekkk!" Hendra mencibirkan Dicky


"Dasar bocah tengik!" Dicky kesal

__ADS_1


Ternyata masalah Adelia dan adik kecil itu sangatlah rumit, lebih mirip dengan kejadian 6 tahun yang lalu, orang itu sangat rapi dan tidak meninggalkan petunjuk apa pun, preman itu sudah di penjara, dia hanya memberi tau kalo dia hanya di suruh dan atur oleh seseorang, tapi ia tidak mau memberi tau siapa dalang di balik semua ini.


Aku yakin preman itu di ancam hingga tidak berani memberi tau bocoran dari si dalang ini, tapi apa lah motif di balik semua ini? Suatu hari nanti aku akan memecahkan semua masalah ini! Aku sampai kapan pun tidak akan berhenti menyelidiki masalah 6 tahun yang lalu dan Masalah Adelia dan adik kecil.


di sisi yang lain..


Dasar gunung es arogan yang menyebalkan, aku sudah berusaha dengan keras, tapi malah dia mengancam untuk menurunkan gaji ku. Aku tak berani menanyakan traktiran yang sudah di janjikan waktu itu, aku merasa rugi huh..


Melihat wajah nya dengan tampang datar nya saja membuat aku takut, aku seperti melihat setan saja, malah lebih menyeramkan dari pada setan!


Dasar gunung es kamu sangat kejam, tapi aku ini pintar jadi gunung es gak bakal memotong gaji ku, lagi pula kita sudah lama berteman dan sangat akrab, walau pun kata-kata nya suka pedas tapi sebenar nya hati nya sangat baik (Hendra mulai melanjutkan pekerjaan nya)


Hatchuu.. Siapa yang sedang mengutuk ku, aku jadi merinding (Dikcy melanjutkan pekerjaan nya)


di sisi lain...


"O ya Adelia, kita besok gajian lo, kamu rencana nya uang gajian kamu buat apa? kita jalan-jalan yuk! aku akan tunggu kamu dan adik kecil sampai pulih total dan kita jalan-jalan ya!" Chika girang berputar-putar


"Aduhh.. sakit nya pinggul ku dan kepala ku jadi pusing" Chika terjatuh saat berputar-putar


"Hahahahaha..." Adelia dan Riska tidak sanggup menahan tawa melihat Chika jatuh


"Iiii kalian ini! Bukan nya tolongin aku, malah menertawai aku" Chika kesal


"Hahahaha... Ma.. Maaf Chika aku tidak bisa menahan tawa ku ini, lagian jatuh kamu itu sangat lucu, aku kasihan dengan kamu tapi aku juga gak tahan lihat ekspresi jatuh kamu itu sangat lucu, maafkan aku ya!" Adelia turun dari kasur pasien menolong Chika yang terduduk di lantai


"Hahahaha... kak cantik kamu lucu sekali, sudah tau ruangan ini sempit, kakak cantik malah berputar-putar kan jadi tersandung sampai jatuh" Riska tertawa kecil melihat Chika


"Iya lagian aku terlalu bahagia, hari gajian itu adalah hari yang di tunggu- tunggu oleh para pekerja tau" Chika berdiri di bantu oleh Adelia


"Ya memeng benar, aku juga sangat menantikan gajian ini, tapi rencana aku gajian pertama ku ini sebagian ingin aku kirim ke kampung untuk ibu, sebagian lagi untuk menyekolahkan Riska, kan minggu ini pembukaan perserta didik baru, dan sisa nya untuk makan sehari-hari dan bayar kontrakan Chika" jelas Adelia

__ADS_1


"Oke aku mengerti, biar aku yang traktir kalian ya! Dan masalah makan dan kontrakan aku juga akan bantu kok, jadi kalian mau kan pergi jalan-jalan dengan ku? Tenang saja aku akan tunggu kalian sampai kalian sembuh total kok!" Chika tersenyum


"Hore.. Aku akan sekolah dan juga jalan-jalan, asik..! Kakak-kakak ku ini sangat baik hati, aku sangat sayang kalian berdua" Riska girang tersenyum bahagia


"Iya sayang ku, kakak juga sayang kamu!" Adelia dan Chika memeluk dan mencium pipi Riska


Di Kantor pada waktu yang bersamaan...


Besok karyawan pada gajian, semoga Adelia dan adik kecil cepat pulih, aku akan mengajak mereka jalan-jalan, tapi kalo hanya bertiga aku jadi canggung.


O ya aku ajak saja si bocah tengik, waktu itu kan aku sudah janji akan traktir si bocah tengik, jadi aku harus menepati janji ku dan kebetulan aku mau ajak Adelia dan adik kecil, jadi aku bisa sekalian membawa mereka jalan-jalan.


O ya aku lupa Chika kan sudah membantu ku merawat Adelia dan adik kecil, aku akan membawa mereka semua jalan-jalan ke taman hiburan.


Pasti mereka semua akan senang, tapi bagaimana cara nya memberi tau mereka ya?


Aku sangat canggung dengan ini, aku tidak pernah mengajak seorang wanita mana pun untuk jalan-jalan, aku malu untuk mengatakan nya, o ya aku suruh saja si bocah tengik untuk mengajak Adelia, adik kecil dan Chika. (Rencana Dicky)


Dicky menelpon Hendra..


Boss galak.. Boss galak.. Boss galak (nada dering ponsel Hendra)


"Hallo, kamu ke ruangan ku sekarang juga! cepat! tut.. tut.." Dicky menelpon Hendra dan menutup dengan cepat


"..... Gunung es ini benar-benar membuat jantung ingin lepas saja! Baru saja dari ruangan nya bertemu dengan si gunung es dengan wajah datar nya yang menakutkan membuat jantung ku terasa ingin lepas saja dan aku baru balik dari ruangan nya dan baru saja mulai melanjutkan pekerjaan, sudah di suruh balik ke ruangan nya lagi! Apa yang akan di katakan gunung es? Apa dia akan memotong gaji ku? Bahkan belum sempat bicara di telpon dia sudah menutup nya" Hendra cemas pergi ke ruangan Dicky dengan cepat


**Bagaimana kelanjutan nya? tetap tunggu ya up nya, akan semakin seru lo! jangan lupa like, rate dan jadikan favorit ya kakak! jangan lupa juga beri vote nya ya kak!


Uwuu...


Aku tunggu jejak nya ya kak! ♡^_^♡

__ADS_1


__ADS_2