
Aku tidak bisa diam saja, aku harus menemukan adik kecil itu dan mencari tau apa rahasia di balik kalung itu, aneh nya kalung ini benar-benar mirip dengan yang aku punya, di balik huruf R itu ada tulisan Risky juga, apa hubungan adik kecil dengan kalung itu? apakah ada sangkutan dengan ibu? tapi siapa itu Risky? apa hubungan aku, ibu, adik kecil dengan kalung itu? benar-benar membuat aku penasaran! Aku harus cari tau itu semua. (menggenggam kalung)
Aku sangat penasaran dengan adik kecil itu, tapi kemana dia pergi? aku harus cari dia kemana? sedangkan aku tidak tau sedikit pun tentang kota ini, disini sangat besar dan aku bingung mau kemana harus pergi. Huh... Adelia, kamu harus ingat tujuan kamu kesini itu mencari pekerjaan. Ya sudahlah, aku cari kontrakan dulu dan mencari pekerjaan, mana tauan nanti di suatu tempat aku menemui adik kecil itu.
Huh.. Aku benar-benar lelah, semuanya yang aku bayangkan tak semudah kenyataannya, benar kata ibu dan juga sahabatku, kota ini tak semudah yang aku bayangkan, kota yang sangat luas, dingin, kejam, tak ada yang aku kenal dan banyak hal yang tak terduga. Harus semangat! aku yakin pasti aku bisa! aku tidak mau mengecewakan ibu dan sahabat-sahabatku.
__ADS_1
Aku sudah berjalan jauh dan belum menemukan kontrakan dan pekerjaan. "Aduh, hu hu hu... maaf kakak! aku tidak akan mengulangnya lagi, mohon ampuni aku, aku akan mengemis lagi dan uangnya akan ku serahkan pada kakak, hu hu hu..." kata pengemis kecil menangis kesakitan dengan rambut yang di jambak preman. "Lu itu benar-benar gak tau diri ya! lu itu harusnya ngemis cari uang yang banyak untuk gue" kata preman marah dan tertawa dengan tangan yang terus menjambak rambut pengemis kecil.
Itu kan adik kecil yang tadi, ya ampun tega sekali orang itu memperlakukan adik kecil dengan semena-mena, aku sebenarnya takut tapi aku harus menyelamatkan adik kecil itu, Adelia mencoba mendekat kepada preman dan pengemis kecil itu. Dengan badan yang menggigil ketakutan, Adelia memberanikan diri.
"Hentikan semua ini, kamu telah menyakiti adik kecil ini! lepaskan tanganmu dari rambut adik kecil ini! lihat wajah nya memar apakah kamu menamparnya? kamu ini sangat kejam, lepaskan dia atau tidak aku akan teriak!" kata Adelia mengancam dengan menyembunyikan rasa takut. "Kamu siapa? jangan ikut campur urusanku, kalo tidak kamu akan tau sendiri akibatnya" kata preman melotot dan mengancam Adelia.
__ADS_1
"Ayo adik kecil, kita harus pergi dari sini" kata Adelia memegang tangan pengemis kecil meninggalkan preman yang kesakitan. "Terima kasih kakak telah menyelamatkan aku" kata pengemis kecil menangis tersedu-sedu. "Ya sama-sama adik kecil" kata Adelia tersenyum.
"Kakak orang tadi mengejarkan kita lagi" kata pengemis kecil ketakutan. Adelia terkejut dan terjatuh "jangan pedulikan aku cepat lari dan cari bantuan" kata Adelia mencoba berdiri. "Tapi kakak..." kata pengemis kecil sedih. "Jangan pedulikan aku cepat pergi" kata Adelia menahan sakit kakinya yang terkilir. "Kakak tunggu aku kembali" kata pengemis kecil menangis berlari mencari bantuan.
"Mau kemana kamu! akhirnya dapat juga ni orang, yang sok jadi pahlawan, hehehe..." bentak preman menjambak rambut Adelia. Adelia hanya bisa pasrah tidak bisa membalas dan melarikan diri. "Tolong..! Tolong..!" kata Adelia tak berdaya. "Diam!" bentak preman menampar dan menjambak rambut Adelia.
__ADS_1
Disaat yang bersama pengemis kecil lari mencari bantuan, tidak ada orang yang lewat. Pengemis ini berlari sambil menangis.. Tiitttt.... Tiiitttt bunyi klason mobil. AAHHHHHHH.......!!!!!!