YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
2. Minta Restu Ibu


__ADS_3

Malam ini aku bahagia sekali, gelang ini sangat manis dan Denis yang memakaikan ke tanganku, ahh.. apakah Denis suka padaku? tidak.. tidak mungkin, kita kan sudah bersahabat dari kecil. Aku rasa Denis perhatian kepada ku karena kita sudah sahabatan dari kecil. Tapi apa pun alasan nya Denis adalah sahabat baikku. Sudahlah aku tidur dulu.


"Adelia! bangun nak! sudah pagi, ibu sudah masak makanan kesukaanmu" kata ibu sambil mencubit hidung Adelia dengan lembut.


"aduh.. iya ibu aku bangun, mandi setelah itu aku makan" bangun dari tempat tidur sambil memeluk ibu. "Kamu ini sudah besar masih manja ya! Buruan mandi, ibu tunggu di meja makan" ungkap ibu sembari mencium kening Adelia.


"Baiklah ibu" jawab Adelia dengan senyum manis meninggalkan ibu pergi ke kamar mandi.


Adelia sudah besar dan sebentar lagi dia akan menikah, maafkan ibu nak tidak pernah menceritakan ayahmu, ibu takut kamu kecewa dengan ayahmu nak. (dalam hati ibu bergumam)


"Ibu aku datang" kata Adelia menghampiri ibu yang sedang melamun.


"Ibu, apakah ibu baik-baik saja?" kata Adelia menghampiri Ibu.


"Ibu baik-baik saja nak, ayo kita makan nak" mencoba mengalihkan dan menghibur Adelia.


"Baiklah ibu" jawab Adelia dengan lembut.

__ADS_1


"Ibu, aku ingin cari kerja bu, apakah ibu mengizinkan aku untuk bekerja bu?" ungkap Adelia dengan suara pelan. "Jangan nak kamu tak boleh kerja, jika kamu kerja disini ibu takut juragan akan melakukan hal buruk terhadap kamu!" jawab ibu dengan khawatir.


"Tidak bu, yang aku maksud adalah kerja ke kota bu, ibu jangan khawatir aku akan menjaga diri disitu bu" ungkap Adelia menjelaskan.


"Jangan nak, kamu satu-satu anak ibu dan yang ibu miliki, jangan tinggalkan ibu nak!" jawab ibu menangis tersedu-sedu.


"Baiklah ibu, ibu jangan menangis ya! Aku sayang sekali dengan ibu" ungkap Adelia menghapus air mata dan memeluk ibu.


"Nak, ibu berangkat kerja dulu ya?" kata ibu siap-siap barangkat kerja.


"Ibu aku pergi juga ya bu? aku mau membantu ibu kerja ya?" jawab Adelia menghampiri ibu.


"Jangan berlutut nak! baiklah ikut dengan ibu kerja" jawab ibu terharu sambil membantu Adelia berdiri. "Terima kasih banyak ibu, aku sayang sekali dengan ibu" ungkap Adelia memeluk ibu.


"Baiklah, mari kita berangkat nak!" ungkap ibu sambil berjalan keluar rumah.


"Ibu kerjakan pekerjaan ibu dulu ya nak! kamu cari juragan dan tanya apa pekerjaan kamu" ungkap ibu pergi ke dapur untuk melaksanakan pekerjaan sebagai pembantu.

__ADS_1


"Baik ibu" jawab Adelia pergi mencari juragan.


"Juragan, anu.. aku mau bekerja disini! apakah aku boleh kerja disini juragan?" ungkap Adelia dengan nada lembut dan sopan.


"Siapa nama kamu? apa pengalaman kerja kamu?" jawab juragan melirik dari atas sampai bawah.


"Nama ku adalah Adelia Riskya, anak dari Intan pembantu juragan, aku belum punya pengalaman kerja dan aku baru tamat sekolah" jawab Adelia menundukan kepala.


"Karena kamu cantik, kamu jadi istri muda yang ke 4 bagaimana?" ungkap Juragan sambil mencoba menyentuh tangan Adelia.


"Ti.. tidak juragan saya hanya ingin membantu ibu bekerja" jawab Adelia sambil melepaskan tangan yang di sentuh juragan dan Adelia pun kabur dari hadapan juragan.


Malam hari pun tiba Adelia menangis karena kaget dan takut akan kejadian pagi dirumah juragan.


"Nak, apakah kamu baik-baik saja?" kata ibu menenangkan Adelia. "Ibu izinkan aku untuk kerja di kota, aku takut dengan juragan, ia mau menikahi aku bu" ungkap Adelia terisak-isak.


"Baiklah nak ibu izinkan kamu untuk kerja ke kota, tapi kamu harus jaga diri baik-baik disana" jawab ibu pasrah.

__ADS_1


"Iya ibu terima kasih banyak telah izinkan aku untuk kerja ke kota" ungkap Adelia memeluk ibu.


"Ia sama-sama nak, sudah malam tidurlah, jangan menangis lagi" kata ibu membelai Adelia.


__ADS_2