
Dicky dan Hendra pulang dari kantor polisi langsung menuju kantor.
Setiba nya Dicky dan Hendra di kantor, mereka berdua langsung menuju ruangan kerja Dicky.
"Apa yang harus kita lakukan ky?" Tanya Hendra serius.
"Kita harus segera menyelidiki siapa preman itu sebenarnya! Dan siapa dalang di belakang Preman itu. Kita harus menemukan secepat nya informasi tentang preman dan orang di belakang nya itu. Takut nya kalo lambat kita akan kehilangan jejak preman itu. Karena semua kunci ada di preman itu" Tegas Dicky serius.
"Lalu kita harus mulai dari mana ky?" Tanya Hendra serius.
"Aku yakin hanya 1 tempat yang pasti ia akan kembali!" Dicky menggenggam erat ke dua tangan nya.
"Di mana itu ky?" Tanya Hendra penasaran.
"Kamu ingat di mana tempat terakhir preman itu kamu bawa sebelum ke kantor polisi?"
"Iya aku ingat ky" Jawab Hendra spontan.
"Dalam waktu 2×24 jam suruh anggota mu untuk berjaga di tempat itu, tapi jangan terlalu mencolok, buat pasukan rahasia di sekitar tempat itu. Apa kamu bisa mengerti? Atau ada pertanyaan yang ingin kamu tanya?" Jelas Dicky serius melihat wajah Hendra.
"Ya aku mengerti, tapi ada 1 yang menjadi pertanyaan bagi ku, mengapa harus dalam waktu 2×24 jam?" Tanya Hendra bingung.
"Ya aku juga berpikir kamu akan menanyai maksud dari ini. Begini sebagai seorang yang pernah tertangkap di suatu tempat. Mereka tidak akan mengulangi itu untuk ke 2 kali atau seterus nya. Namun yang nama nya tempat tinggal ia pasti akan kembali ke tempat tinggal nya. Jadi preman itu pasti bersembunyi di lain tempat dalam waktu 1×24 jam, ia pasti berpikir dia akan aman bila bersembunyi dalam waktu 1×24 jam, lalu ia akan kembali ke tempat tinggal nya untuk mengambil barang berharga nya. Lalu ia akan melarikan diri jauh dari sini. Apakah bisa kamu mengerti?" Jelas Dicky.
__ADS_1
"Baik ky aku mengerti, akan segera aku laksanakan. Lalu kamu punya rencana lain lagi kah?" Tanya Hendra
"Ya aku punya rencana untuk diri ku sendiri. Aku akan menghubungi semua jalur transportasi baik darat, laut dan udara. Jadi preman itu pasti akan kita dapati. Tapi yang aku mau, preman itu harus di dapati hidup-hidup" Jelas Dicky serius menepuk kuat meja.
Aihh.. Tubuh Hendra terjinjit karena terkejut oleh Dicky
"Ya aku akan laksanakan sekarang juga, kalo begitu aku pamit dulu ingin melaksanakan tugas" Hendra pamit dengan tergesa-gesa karena ketakutan dengan Dicky.
"Ya" jawab Dicky dingin.
Hendra segera pergi meninggalkan Dicky dari ruang kerja nya. Sedang Dicky segera menjalankan rencana yang ia buat.
Gunung es tadi sangat menyeramkan. Wajah datar yang dingin nya saat serius sangat menakutkan. Apa lagi mata nya, bagaikan ia akan menerkam semua yang ia lihat.
Gunung es yang seperti ini, aku tidak kuat melihat nya! Jika terus-terus dalam masalah yang seperti ini. Aku tak tau sampai kapan nyawa ku bisa tenang.
Aku harus segera melaksanakan tugas ini. Aku hubungi anggota rahasia ku dulu.
Hattcchhhhuuuuu.... Dicky bersin.
Aisshhh.. Siapa yang sedang mengutuki ku.
Dicky menggosok-gosok hidung nya.
__ADS_1
Hendra dan Dicky segera melaksanakan tugas dan misi nya.
Di sisi yang lain.
"Sekarang kamu sudah aku bebaskan! Kamu harus laksanakan tugas mu dengan lebih hati-hati. Jika kamu tertangkap lagi, nyawa mu dan nyawa anak kesayangan mu akan segera hilang. Hahahahahahaha" Wanita misterius menjambak rambut preman dan mengancam nya.
"Ma Maafkan saya nyonya, saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi, mohon ampuni saya, jika nyonya ingin menghukum, cukup saya saja yang nyonya hukum. Jangan hukum anak saya, kasihan anak saya nyonya, ia hanya memiliki saya, ibu nya sudah tiada, mohon jangan sakiti anak saya nyonya. Hisk.. Hisk.. Hisk" Preman memohon ke pada wanita misterius dan menangis tersedu-sedu.
"Baik lah, aku akan mengampuni kalian jika kalian tidak melakukan kesalahan lagi. Jika melakukan kesalahan lagi maka kalian berdua bersiap lah pergi ke nereka!" Bentak Wanita misterius melototi preman yang ia jambak.
"Mohon beri saya kesempatan nyonya, saya tidak akan mengulangi nya lagi nyonya! Dan berikan lah saya kesempatan agar saya bisa bertemu dengan anak saya lagi nyonya. Saya mohon nyonya" Preman menangis berlutut ke pada wanita misterius.
"Ya baik lah, aku beri kamu kesempatan untuk bertemu dengan anak mu, tapi hanya boleh besok! Sekarang kamu harus di sini dulu" Wanita misterius mengambil rokok dan menghidupkan rokok di mulut nya.
"Terima kasih banyak nyonya" Preman bersujud ke kaki wanita misterius itu.
Huuuhhhh... Wanita misterius merokok dan menghembuskan asap rokok nya.
"Ya" Jawab singkat wanita misterius itu.
*****Bersambung....
Jangan lupa like, rate, vote dan jadikan favorit..
__ADS_1
Di tunggu jejak nya ya..
Terima kasih♡^_^♡***