YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
33. Jalan-jalan 2


__ADS_3

Adelia kembali dari toilet ke tempat Chika dan Riska.


"Huhh.. Akhir nya aku sampai juga, ternyata toilet nya lumayan jauh dari sini, Chika dan Riska malah ketiduran lagi, aku ikutan juga lah" Adelia tiduran di antara Chika dan Riska.


Beberapa menit kemudia.


"Apa aku kelamaan ya beli makanan nya?" Dicky berjalan membawa makanan dan minuman


"O tidak tuan, aku juga baru balik dari toilet, Chika dan Riska malah ketiduran di sini, tunggu sebentar akan aku bangunkan dulu!" Adelia duduk membangunkan Chika dan Riska


"Makanan dan minuman ini sangat berat, lebih baik aku letakan dulu di sini!" Hendra meletakan makanan dan minuman di tikar.


"Ini sekalian kamu susun!" Dicky menyodorkan semua makanan dan minuman yang ia pegang


"Oke" Hendra mengambil makanan dan minuman dari tangan Dicky


"Wahh, makanan dan minuman sudah tiba, pas sekali aku jadi lapar karena ke tiduran menunggu kalian semua" Chika bersemangat mendekati Hendra yang sedang menyusun makanan.


"Hai, sabar lah sedikit, aku juga lapar tau, kita makan barengan oke!" jelas Hendra


"Siapa juga yang mau makan sendiri? Aku hanya ambil posisi duduk aja, blekk!" Chika mencibir Hendra


"Kamu ya!" Hendra mencubit hidung Chika


"Sudah jangan bermesraan di sini!" Dicky tidak senang


"Boss Dicky siapa juga yang bermesraan sama dia?" Chika dan Hendra membuang muka.


"Hah, Baiklah mari kita makan bersama, Ratu kecil mari duduk di dekat kakak" Dicky mengangkat alis melihat Chika dan Hendra lalu mengalihkan sifat menjadi lembut ke pada Riska


"Iya kakak tampan" Riska tersenyum bersemangat menghampiri Dicky


"Sini sayang duduk di samping kakak" Dicky tersenyum menepuk-nepuk tikar ya tepat di samping nya.


"Iya" Riska manja duduk di samping Dicky.


"Nona ayo gabung duduk dengan kami!" Dicky menepuk tikar di samping nya satu lagi mengajak Adelia bergabung


"Iya tuan" Adelia tersenyum berjalan menghampiri Dicky dan duduk di samping nya.


Dicky duduk di antara Adelia dan Riska, sedangkan Chika dan Hendra berada di hadapan Dicky. Mereka duduk melingkar menyantap makanan dengan lahap.


Di bawah pohon kepatang kecana mereka berteduh dengan beralaskan tikar, menikmati makanan dan angin berhembus manja, memainkan rambut panjang gadis-gadis yang sedang menyantap makanan.

__ADS_1


2 pria yang sedang menikmati makanan mendapatkan bonus menatap wajah gadis yang mereka dambakan.


Di sisi yang lain.


"O ya kak Denis, panggil aku Ficka aja, jangan pakai nona" Ficka tersenyum memamerkan lesung pipit nya yang indah menatap ke Denis


"O baik lah, no maksud ku Ficka" Denis senyum ke pada Ficka


"Nah gitu dong kak, tapi panggil nya di lancarkan ya kak, jangan kayak tadi pakai kata no atau nona lagi" jelas Ficka memandang Denis


"Iya deh Ficka, o ya aku mintak maaf banget ya sudah menabrak mu hingga kaki mu terluka, aku benar-benar tidak sengaja" Denis menatap Ficka dengan wajah bersalah


"Udah gak apa kok kak, jangan gitu dong, ini kan cuma luka kecil kok, jangan merasa bersalah lagi kak" Ficka mencubit pipi Denis lembut


"Ya sudah, terima kasih ya Ficka" Denis terkejut pipi nya di sentuh Ficka, lalu replek memegang tangan Ficka yang sedang mencubit lembut pipi nya.


"Eh, kakak?" Ficka terkejut tangan nya di pegang oleh Denis.


"Eh maaf, aku tidak sengaja menyentuh tangan kamu, karena aku terkejut kamu mencubit pipi ku tadi" jelas Denis


"Iya kak, maafkan aku ya kak, tadi aku mengejutkan kakak" pipi Ficka Memerah


"Ya tak apa, kamu ke sini dengan siapa Ficka?" Denis mengalihkan pembicaraan


"Kalo begitu, kamu tunggu aku di sini ya, aku akan beli kan snack untuk mu" Denis berdiri


"Tidak usah kak, aku akan telpon kakak ku untuk menjemput ku ke sini" Ficka menahan tangan Denis agar tidak pergi


"Baiklah, lalu kamu mau apa? Biar aku bantu!" Denis berdiru terpaku tangan nya di tahan Ficka


"Kak Denis aku haus" Ficka melepaskan tangan Denis, lalu tangan Ficka menyentuh leher, memberi isyarat ke Denis.


"Ya sudah tunggu sebentar ya, aku akan membelikan air untuk mu" Denis bergegas ingin pergi


"Tunggu kak! Itu ada air" Ficka memberhentikan Denis dan menunjuk minuman yang sudah berkurang sedikit terletak di meja.


"O ini, ini minuman ku tapi sudah ku minum, kamu mau yang seperti ini ya? Tunggu sebentar ya, aku akan segera kembali" Denis mengambil minuman di meja dan menanyakan apa Ficka juga ingin minuman yang sama dengan yang ia pegang di tangan nya.


"Iya, aku mau yang punya kakak saja" Ficka merebut minuman di tangan Denis dan meminum nya


"Eh, ???" Denis terkejut melihat Ficka meminum minuman yang berada di tangan nya


Apa-apaan gadis ini? Ia merebut minuman ku bahkan meminum minuman bekas ku.

__ADS_1


Gadis ini meminum minuman dari bekas bibir ku, berarti secara tidak langsung telah....


"!!!!!" Denis memerah menyentuh bibir nya


"Ah, terima kasih minum nya kak" Ficka tersenyum menampakkan lesung pipit nya


"I iya" pipi Denis memerah


"Kakak kenapa? Apa kakak demam? Itu pipi nya merah sekali lo kak" Ficka kebingungan


"A tidak tidak, aku tidak demam kok, o ya tapi kamu mau menelpon kakak kamu" Denis mengalihkan pembicaraan


"O iya aku lupa, untung kakak mengingatkan aku, ya udah aku telpon kakak ku dulu ya kak" Ficka mengeluarkan ponsel dan mencari nama kakak nya


"Iya silahkan telpon dulu" Denis lega menghela nafas


Ficka menelpon kakak nya, sedang kan Denis berdiri di pintu memandang ke seberang jalan, menatap papan informasi.


Adelia, apa tadi itu benar-benar kamu? Kenapa kamu pergi lagi? Aku sudah berusaha mencari mu, hingga aku nekat ke kota juga demi mencari kamu.


Apa aku kamu sudah melupakan aku? Adelia, aku sangat merindukan kamu.


Setelah belasan menit kemudian.


"Permisi kak, apa benar di sini ada wanita berlesung pipit bernama Ficka?" tanya Andi ke pada Denis


"O iya itu ada di dalam, mohon maaf anda siapa?" tanya Denis melihat Andi


"Aku andi, kakak nya Ficka" jawab Andi


"O kakak nya Ficka, silahkan masuk kak!" Denis mempersilahkan Andi masuk menemui Ficka


"Kakak" Ficka tersenyum menampakan lesung pipit nya ke pada Andi


"!!!!!" Andi terkejut melihat kaki adik kesayangan nya terluka.


**Bersambung...


Tetap tunggu lanjutan nya ya kak!


Jangan lupa like, rate, vote dan jadikan favorit ya.


Aku tunggu jejak nya ya kak.

__ADS_1


Terima kasih ♡^_^♡


__ADS_2