YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
45. Bukan Gay


__ADS_3

**Hai readers! Apa kabar?


Semoga selalu di beri kesehatan ya.


Sekarang udh up lagi nih, maaf ya sekarang up nya gak tiap hari lagi, karena sibuk di dunia nyata


Hehehehe..


Bukan sok sibuk, tapi memang kenyataan nya readers^_^'


Happy reading ya readers♡


Semoga suka dengan cerita ku.


Jangan lupa di like, vote dan jadikan favorit ya readers♡♡


Dukungan readers sangat berarti bagi author, author mengucapkan banyak terima kasih pada readers♡♡


Salam hangat dari author


#alsya suci maesya putri**


》》》》》》》》》》》》》》》》


Kenapa hati ku jadi terasa aneh, detak jantung ku kencang saat mengingat Chika dan kejadian tadi pagi itu....


Hendra tiba-tiba merona.


Kreeeekkkk!!! Suara pintu di buka.


Dicky berjalan ke dalam ruanga Hendra.


"Hendra, kamu ikut aku gak jemput panji lalu makan bersama?" Tanya Dicky berjalan ke arah Hendra yang sedang melamun.


"Eh, apa yang di lamunkan bocah tengik ini? Mengapa pipi nya memerah? Apa dia demam?" Tanya Dicky mengangkat alis nya.

__ADS_1


Hendra yang sedang memikirkan Chika tak menyadari Dicky sudah berada di samping nya.


Dicky yang berada di samping Hendra tertawa kecil melihat Hendra yang sedang melamun sesekali tersenyum.


Seperti nya bocah tengik ini tidak demam melainkan sedang jatuh cinta.


Hehe.. Aku punya ide untuk dia kembali sadar dari lamunan nya.


Dicky mengambil ular mainan dan meletakan di atas tangan Hendra.


Hehe.. Dicky tertawa kecil.


"Hendra!" Dicky panggil Hendra.


Hendra tak menyahutkan panggilan dari Dicky.


Dasar bocah tengik budeg! Dari tadi aku di sini dan memanggil nya, tapi dia masih asik melamun.


"Hendra!" Teriak Dicky ke telinga Hendra.


"Aaaaaa!!" Hendra terkejut terjungkal ke belakang dan ular mainan yang di letaki Dicky terambung dan jatuh tepat di wajah Hendra.


"Aduhh, apa ini? Aaaaaa aaa aaaaa!!!!" Hendra histeris memegang ular mainan.


"Hahahahaha... Hahahahaha.... Aduh duh aduh, gak kuat tertawa lagi, hahahaha" Mata Dicky berair memegang perut nya ulah tertawa melihat Hendra.


"Waaaaa ular, ular!" Hendra berlari menabrak Dicky lalu memeluk nya.


"Aduhh, lepaskan!" Hardik Dicky kesal.


"Gak mau! Di situ ada ular" Hendra memeluk Dicky kuat.


Adelia dan Chika yang ingin pergi menjemput Riska berhenti mendengar teriakan di ruangan Hendra.


"Siapa yang berteriak itu? Apa yang terjadi? Seperti nya dari ruang kak Hendra, cepat kita periksa Adelia" Tanya Chika khawatir menarik Adelia ke ruang Hendra.

__ADS_1


"Chika pelan-pelan! Aku hampir terjatuh ini" Jawab Adelia mengikuti Chika ke ruangan Hendra.


"Cepat Adelia!" Chika membuka pintu ruangan Hendra.


Kreekkkkk... Suara pintu di buka.


Krikk krikkk... Suara jangkrik numpang lewat.


Dicky dan Hendra membatu dalam posisi pelukan.


"Ma maaf telah mengganggu kalian, kita pergi dulu" Tutur Chika terkejut membalikan badan menarik tangan Adelia.


"....." Adelia bingung hanya mengikuti Chika.


Dicky dan Hendra canggung segera melepaskan diri dari posisi pelukan.


"Tu tunggu! Ka kalian salah paham, ini ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" Hendra dan Dicky canggung mencoba menjelaskan pada Chika dan Adelia.


"Tidak usah di jelaskan, kita mau pergi dulu" Chika dan Adelia meninggali ruangan Hendra.


Sialan! Dasar mesum! Aku tak menyangka kak Hendra adalah seorang gay. Iiii sangat menggelikan!


Chika bergumam dalam hati.


Adelia bingung dengan kejadian yang ia lihat.


"Sialan! Ini gara-gara kamu bocah tengik!" Dicky kesal mendorong Hendra.


"Jangan salahkan aku! Salahkan ular itu! Eh....." Hendra melihat ke arah ular palsu.


Aduh, seperti nya aku harus tinggalkan Hendra dulu deh, aku punya firasat buruk.


"Gunung es! Ternyata kamu yang mengerjai ku" Hendra kesal menarik tangan Dicky yang ingin kabur.


"Eh, itu itu anu, aku harus pergi jemput Panji dulu" Dicky memelas.

__ADS_1


"Jangan kabur kamu gunung es sialan!" Hardik Hendra kesal.


Bersambung....


__ADS_2