
Tiiiitttttt....!!!!!
Ya ampun ada anak kecil, aku hampir saja menabraknya. "Adik kecil apa kamu terluka? kakak bawa adik kerumah sakit ya?" tanya Dicky membantu adik kecil berdiri. "Kakak tolong bantu aku menyelamatkan kakak cantik, hu hu hu..." kata pengemis kecil menangis. "Baiklah kakak akan bantu, dimana kakak cantik adik kecil?" tanya Dicky kepada pengemis kecil. "ayo kakak ikuti aku!" kata pengemis kecil menarik tangan Dicky.
"Tolong..!! Tolong...!! Tolong aku" kata Adelia menangis kesakitan. "Diam! kamu sendiri yang ikut campur urusanku, tanggung sendiri akibatnya, hehehe" kata preman merobek baju Adelia. "Jangan!!" teriak Adelia.
"Itu suara kakak cantik, ayo cepat kakak!" kata pengemis kecil menarik tangan Dicky dan berlari kencang. "Adik kecil tunggu disini, jangan kemana-mana kakak akan membantu kakak cantikmu!" kata Dicky meninggalkan pengemis kecil. "Iya kakak, hati-hati ya kak!" kata pengemis kecil penuh harap. Dicky tersenyum meninggalkan pengemis kecil.
__ADS_1
Dicky mendekati Adelia yang tak berdaya di siksa preman. Bukk..!! tinju kuat yang menumbangkan preman. "Kurang ajar siapa kamu berani-beraninya meninjuku" teriak preman sambil meninju ke arah Dicky. Dicky menangkap tangan dan memutarkan tangan preman itu ke belakang. "Jangan macam-macam lagi atau tidak tanganmu akan patah!" kata Dicky menarik tangan preman dengan kuat.
"Ampun! ampuni aku tuan, jangan patahkan tanganku, aku tidak akan mengulangi nya lagi, tolong lepaskan aku tuan" kata preman memohon. "Kau harus minta maaf pada nona ini dulu, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi!" kata Dicky membentak. "Ma.. maafkan saya nona, saya tidak akan mengulangi lagi" kata preman memohon.
Adik kecil kemarilah! "Baik kakak" kata pengemis menghampiri Adelia. pengemis kecil langsung memeluk Adelia. "Jangan mintak maaf ke aku, minta maaf kepada adik kecil ini, dan berjanjilah jangan menyusahkan dia lagi!" kata Adelia lemas. "Baiklah maafkan saya adik, saya tidak akan menyuruh kamu mengemis lagi, maafkan saya ya" kata preman mintak maaf pada pengemis kecil.
Pengemis kecil hanya diam menatap pada Adelia. Adik kecil jangan takut, kakak ada disini, kamu maukan memaafkan paman itu? "Baiklah kakak.
__ADS_1
"Nona, apakah kamu baik-baik saja? apakah kamu bisa berdiri? izinkan aku membantu nona!" kata Dicky menghampiri Adelia. "Aku baik-baik saja tapi kakiku terkilir" kata Adelia menyentuh kaki yang sakit. Dicky langsung mengangkat Adelia ke mobil dan pengemis kecil mengikuti dari belakang.
"Te.. terima kasih tuan telah membantu aku dan adik kecil, kalo tidak ada tuan aku tidak tau akan jadi seperti apa kejadian nya" ungkap Adelia. "Tidak apa, aku yang seharusnya mintak maaf, tadi hampir saja aku menabrak adik kecil ini" kata Dicky merasa bersalah. "Tidak kakak tadi aku hampir saja tertabrak tapi aku tidak kenapa-napa, terima kasih telah menyelamatkan kakak cantik" ungkap pengemis kecil.
"Sudahlah kakak takut kamu kenapa-napa, o ya siapa nama kamu adik kecil? dan dimana orang tua kamu?" tanya Adelia kepada pengemis kecil. "Aku baik-baik saja, nama aku riska kak, aku tidak tau orang tua aku kak" ungkap pengemis kecil tersedu-sedu.
"Riska sekarang kamu jadi adik kakak, nama kakak Adelia dan kamu ikut kakak saja, tapi kakak mintak maaf, kakak baru datang dari desa dan belum punya pekerjaan juga tempat tinggal" kata Adelia memeluk Riska. "Maaf nona aku tidak sengaja mendengar perbincangan nona, tapi aku juga sedang mencari sekretaris di perusahaanku, bila berkenan nona bisa bekerja di perusahaanku dan aku akan mencarikan kontrakan untuk nona juga adik kecil ini" ungkap Dicky berharap.
__ADS_1
"Apakah aku tidak merepotkan tuan? aku merasa berutang budi pada tuan, karena telah menolong aku juga riska, dan tuan telah menolong aku ke rumah sakit, sekarang tuan menawarkan saya pekerjaan dan akan membantu mencarikan kontrakan, tuan benar-benar baik, terima kasih banyak tuan" kata Adelia penuh rasa terima kasih.
"Tidak apa nona, aku ikhlas menolong nona dan adik kecil ini, o ya aku tidak bisa disini terlalu lama, karena aku ada urusan, besok aku akan kembali lagi untuk mengunjungi nona dan adik kecil, dan ini sedikit uang untuk nona dan adik kecil beli makanan. Aku berangkat dulu ya, sampai jumpa" kata Dicky meninggalkan Adelia dan Riska. "Sampai jumpa" kata Adelia dan Riska tersenyum.