
"Tidak mungkin!! Tidak!! Ini tidak mungkin!! Hisk hisk hisk.." Teriak Dicky menangis histeris tidak terima akan kenyataan.
"Dicky, maafkan Ayah!!" Risky Utomo tak berdaya.
"Adelia, maafkan ayah nak!" Risky Utomo berjalan mendekati Adelia yang memeluk ibu nya.
"Cih, ayah? Sejak kapan aku punya ayah? Aku terlahir tanpa ayah dan besar tanpa ayah! Sekarang kamu mengaku-ngaku sebagai ayah aa?!!
Apakah kamu pernah berpikir bagaimana kehidupan kami di desa?? Apakah kamu pernah berpikir betapa menderita nya ibu aa??
Aku tak peduli dengan bagaimana menderita hidup ku sedari dulu! Aku hanya peduli dan iba pada ibu yang selalu banting tulang demi menghidupi dan membahagiakan aku!
Ibu membanting tulang siang dan malam untuk menghidupi aku dari kecil hingga besar!
Apa kamu bisa mengerti dan bayangkan kehidupan kami aa?!!
Sudah cukup perih dan sakit tanpa mu! Jangan masuk pada kehidupan ku dan Ibu! Itu akan lebih menyakiti ku lebih dalam lagi! Cukup.. Pergilah...
Hisk hisk hisk.." Teriak Adelia penuh amarah dan kecewa yang mendalam, tubuh nya gemetar hebat, air mata mengalir tak henti-henti membasahi pipi nya.
"Ma.. Maafkan aku.." Risky Utomo tak berdaya air mata nya mengalir tanpa ia sadari dan jantung nya semakin sakit bagai di iris dengan pisau.
"Sudah terlambat! Ini kalung yang kamu maksud aa!! Ambil ini aku punya 2 dan yang satu nya adalah milik Riska!
__ADS_1
Mulai sekarang aku tak punya hubungan lagi dengan mu!" Adelia melempar kalung R milik nya dan Riska.
"Riska, kamu pilih kakak atau dia?" Tanya Adelia tegas.
"....." Riska terdiam tak mengerti apa yang akan ia pilih.
"Riska? Apakah kamu Siska? Adik Dicky? Anak ku yang hilang dulu?" Tanya Risky Utomo gemetara.
"Jadi Riska, kamu adalah adik ku yang hilang dulu?" Dicky terkejut.
"Riska, kakak bertanya sekali lagi pada mu! Kamu pilih mereka atau kakak?" Tanya Adelia penuh amarah.
"......." Riska terdiam beberapa saat.
"Bagus dek! Janjilah pada kakak, jangan pernah meninggalkan kakak!" Adelia terharu dengan pilihan Riska.
"Dicky! Dicky!" Hendra berlari ngos-ngosan menghampiri Dicky.
"Apa?" Bentak Dicky.
"Aku ada hal penting yang harus aku katakan pada mu ky!" Hendra serius.
"Katakan saja di sini!" Bentak Dicky.
__ADS_1
"Apa kamu serius?" Tanya Hendra ragu.
"Iya" Jawab Dicky dingin.
"I itu.." Hendra ragu.
"Katakan dengan jelas!" Bentak Dicky.
"Baiklah, kalo begitu kata mu, aku akan beritahu sekarang juga! Ini tentang kebenaran kematian ibu mu dan penculikan adik mu dulu!" Hendra serius.
"Apa?? Cepat beri tahu aku!" Dicky terkejut.
"Ky, kematian ibu mu bukanlah karena kecelakaan, tapi ada orang yang ingin membunuh ibu dan juga adik mu.
Saat waktu kejadiaan nya ibu mu terluka parah namun ia berhasil melarikan diri.
Adik mu di selamatkan oleh nenek Atin di rumah kosong namun ibu mu meninggal dunia karena keabisan darah.
Dan yang harus kamu tau, pembunuh nya orang terdekat mu saja! Pembunuh nya adalah....." Hendra menceritakan kebenaran yang terungkap.
"Siapa orang nya??" Tanya Dicky penasaran.
"Orang nya adalah....." Hendra tersenyum sinis ke salah satu orang yang berada di ruangan.
__ADS_1
Semua orang yang menghadiri acara pernikahan Dicky dan Adelia ikut deg-degan.