
Huh.. tak terasa aku tertidur dengan tangan yang masih menggengam kalung dari ibu serta gelang dari Denis, kalung dan gelang ini bisa mengurangi rasa kesepianku selama dalam perjalanan, kalung dan gelang ini sangat berarti bagiku. Aihh mata ku bengkak (menyentuh bagian mata), aku terlalu lama menangis hingga mata ku seperti mata panda.
Sebentar lagi aku akan sampai kota, tapi aku tak tau mau kemana, dan harus mulai dari mana. Aku baru sekali ini pergi ke kota, dan belum tau lika-luku kehidupan di kota. Aku takut seorang diri pergi ke kota, namun hati ini kuat ingin pergi ke kota. Aku harus semangat! tidak boleh lemah dan tidak boleh menangis. Kalung dan gelang ini adalah penyemangatku selama aku jauh dari orang yang aku sayang, tapi karena kalung dan gelang ini aku merasa kehadiran mereka yang memberikan aku semangat.
Sudah sampai kota, aku turun dulu lah, nanti di bawah aku pikirkan mau kemana aku akan pergi. Wahh besar sekali kota ini, banyak gedung-gedung tinggi beda sekali dengan desa, di desa hanya rumah juragan yang bertingkat satu.
__ADS_1
Kendaraan sangat banyak disini, malah bisa di katakan macet, udara disini sudah tercemari oleh asap knalpot dan di tambah tidak ada pohon, udara disini gersang sekali, sangat berbeda dengan di desa, di desa yang memiliki kendaraan hanya orang-orang kaya dan rakyat biasa hanya memiliki kendaraan yaitu sepeda. Dan udara di kampung sangat segar dan sejuk, pepohonan banyak yang memberikan udara sejuk dan menenangkan hati.
Hari ini aku harus kemana ya? sudah aku cari kontrakan dulu saja, aku sudah berjalan dari tadi namun tidak ada kontrakan yang murah, semuanya pada mahal, ya sudahlah aku jalan lagi saja. kruuyuuuk... kruuyuuuk... Aduh perutku lapar sekali, aku cari makan dulu lah. Harga nasi bungkus mahal sekali, aku beli roti saja lah demi menghemat uang tabungan ku, mau bagaimana juga aku harus menghemat uang sampai aku mendapatkan kontrakan dan pekerjaan. Aku cari tempat dulu, nah itu ada kursi, aku makan dulu lah.
"Tidak adik, jangan seperti itu, bagaimana juga kita ini sama-sama manusia, kita harus saling menolong, kemarilah dan makan roti ini" kata Adelia perhatian. "Kakak baik sekali, aku tak pernah dapat perlakuan yang baik seperti ini, aku sering di pukul dan di maki orang, hanya kakak yang baik terhadapku, terima kasih kakak" ungkap pengemis kecil menangis dan berjalan perlahan mendekati Adelia.
__ADS_1
"Jangan menangis adik kecil, disini ada kakak, ayo makanlah roti ini, kamu pasti lapar sekali" Ungkap Adelia mengelus kepala pengemis kecil. "Terima kasih kakak" kata pengemis kecil memakan roti dengan mata yang tidak berhenti mengeluarkan air mata haru. "O iya adik kakak mau beli minum dulu ya, adik tunggu kakak kembali ya" kata Adelia meninggalkan pengemis kecil.
Saat Adelia meninggalkan pengemis kecil sendiri, datang preman yang memaki pengemis kecil dan memaksa membawa pengemis kecil untuk kembali mengemis. Saat pengemis kecil di bawa paksa preman tak di sengaja ia menjatuhkan kalung.
Dimana adik kecil tadi kok tiba-tiba menghilang, e roti ini belum abis kenapa ada di tanah, kok kalungku bisa ada di tanah, apa putus? (meraba leher) masih ada di leherku, kenapa kalung ini bisa mirip sekali dengan kalung yang di beri ibu? siapa adik kecil tadi? dan kenapa dia tiba-tiba menghilang? apa terjadi sesuatu terhadap adik kecil tadi, aku mengkhawatirkan dia. Aku simpan kalung ini dan aku harus ungkap rahasia kalung ini!
__ADS_1