
**Happy reading readers!
Terima kasih sebanyak-banyak nya pada readers ku yang setia.
Aku hari ini punya hadiah ni untuk readers setia ku.
Aku beri up langsung 5 episode.
Aku udah tepati janji ni untuk readers setia ku yang tersayang.
Jangan lupa juga beri like pada setiap episode dan jangan lupa beri vote sebanyak-banyak nya.
Love you lah pokok nya untuk readers.
Salam hangat dari author
#alsya suci maesya putri**
Bocah tengik ini sangat terang-terangan ya! Bisa-bisa ia mencium Chika di tempat umum seperti ini.
Awas kamu ya! Dasar bocah tengik! Apa ia tidak tau sudah menyakiti jiwa jomblo ku.
"Uhuk! Aku harus segera menjemput Panji! Ayo kita berangkat Adelia!" Dicky menarik tangan Adelia.
"...." Adelia menuruti Dicky.
"Hei gunung es! Adelia! Tunggu aku!" Teriak Hendra.
"Ayo Chika!" Hendra menarik tangan Chika.
__ADS_1
"Lepaskan tangan ku!" Chika meronta.
"Udah patuh saja Chika" Tutur Hendra lembut.
"Lepaskan!" Chika menarik kuat tangan nya hingga terlepas dari genggaman Hendra.
"....." Hendra terdiam melihat Chika yang memberontak terhadap nya.
"Bleekkkk" Chika mencibir Hendra.
Imut nya gadis bodoh ini.
"Pufff" Hendra tertawa melihat Chika mencibir.
Dicky dan Adelia memasuki mobil.
"Tuan Dicky, aku pindah saja ya ke belakang, harus nya yang menepati kursi ini kak Hendra" Tutur Adelia resah.
"A aku aku tak mau mengganggu orang pacaran tuan" Jawab Adelia resah.
"Gadis pintar! Duduk saja yang manis ya dan pakailah sabuk pengaman mu" Dicky tersenyum puas.
"I iya tuan" Adelia merona.
"Cepat kalian mau di tinggal?" Teriak Dicky pada Hendra dan Chika dari dalam mobil.
Chika dan Hendra menghampiri mobil Dicky.
Eh, Adelia duduk di depan! Bagus gunung es, kamu adalah sahabat terbaik ku.
__ADS_1
Aku punya kesempatan lebih dekat dengan Chika.
"Adelia kok kamu duduk di depan sih?" Tanya Chika bingung melihat Adelia di duduk di samping Dicky yang bersiap-siap ingin mengendarai mobil.
"A anu.." Adelia bingung pengen bicara apa pada Chika.
"Chika, kamu duduk saja di belakang, aku dan Adelia tidak mau mengganggu orang pacaran" Sambung Dicky menyindir.
"Boss Dicky, aku dan kak Hendra tidak ada hubungan apa pun, aku bukan lah pacar nya kak Hendra" Jelas Chika ngegas.
"Ya ya aku mengerti seperti nya Chika malu untuk mengakui kenyataan bahwa ia berpacaran dengan Hendra, betul tidak Hendra?" Sindir Dicky pada Chika.
"Iya pacar ku ini sangat pemalu boss, ia hanya ingin berdua dengan ku saja, kalo ada orang lain ia pura-pura tidak kenal dan tidak mau mengakui aku sebagai pacar nya" Hendra mengarang cerita menggoda Chika.
"Kamu...!!!" Chika kesal kehabisan kata-kata.
"Udah-udah nanti saja kalian urus urusan rumah tangga kalian! Sekarang kita jemput dulu Panji dan adik kecil" Dicky memotong pertengkaran antara Hendra dan Chika.
"Baik boss" Hendra senang tersenyum puas.
"......" Chika manyun kesal terus mengutuki Hendra di dalam hati sambil berjalan masuk ke mobil.
"Tunggu aku sayang!" Hendra mengikuti Chika dari belakang memasuki mobil.
"Sayang sayang! Siapa yang kamu panggil sayang?" Chika kesal duduk membuang muka ke samping.
"Tentu yang aku panggil sayang itu adalah pacar ku" Hendra memegang dagu Chika menarik ke arah wajah nya.
"Dasar mesum!" Chika merona mendorong wajah Hendra.
__ADS_1
"Aduh" Hendra tersenyum kesenangan di dorong Chika.
Bersambung...