YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
44. Chika


__ADS_3

**Happy reading readers♡♡


Selamat membaca ya readers, semoga suka dengan cerita ku ini.


Jangan lupa di beri like, vote dan jadikan favorit ya readers tercinta♡♡


Aku tunggu ni jejak dari readers, dukungan dari readers sangat berarti bagi author♡♡


Semoga readers selalu di berikan kesehatan.


Salam hangat dari author♡♡


#alsya suci maesya putri**


》》》》》》》》》》》》》》》》


Gawat! Apa yang telah aku lakukan?


Aku aku jatuh di pelukan kak Hendra.


Ini sangat memalukan.


Chika bergumam dalam hati.


"Ma maafkan aku kak Hendra, aku aku tidak sengaja" Chika bangkit dari pelukan Hendra.


"Ah iya, tidak masalah, kamu harus lebih hati-hati lagi ya?" Hendra merona tangan nya merapikan rambut.


"Sekali lagi maaf ya! Aku pamit dulu, sampai jumpa lagi!" Chika berlari ke ruang kerja meninggalkan Adelia dan Hendra.


Braakkkk!!!! Suara pintu di tutup dengan keras.


Suasana tiba-tiba hening saat Chika meninggalkan Adelia dan Hendra.


5 detik kemudian setelah hening.

__ADS_1


Hahahahahahahaha......


Suasana yang hening berubah menjadi ribut dengan suara tawa.


Adelia dan Hendra tertawa ulah tingkah konyol Chika.


Sialan! Kak Hendra dan Adelia pasti menertawai ku di luar. Aihhh, ini sangat memalukan, bagaimana nanti aku menghadapi Adelia dan kak Hendra.


Chika menekan kening nya sambil mengoceh sendiri di ruang kerja.


Beberapa jam kemudian, jam istirahat pun tiba.


Sudah jam istirahat, tumben sekali Chika tidak ke ruang kerja ku.


Apa mungkin Chika masih merasa malu dengan kejadian tadi pagi?


Hmm, sekarang gantian deh, aku yang pergi ke ruang kerja Chika.


Adelia berjalan ke ruangan Chika.


"Iya Adelia" Jawab Chika lesu.


"Eh, kamu kenapa? Apa kamu sakit?" Tanya Adelia menghampiri Chika yang merebahkan kepala nya di atas meja.


"Tidak Adelia, aku malu dengan kejadian tadi" Chika menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


"Hmm, jadi kamu lesu seperti ini karena kejadian tadi toh, sudah lupakan saja, kam sudah berlalu, jangan di pikirkan lagi!" Jelas Adelia perhatian.


"Tapi aku sangat malu dengan kak Hendra" Chika menegakan kepala dan pipi nya memerah.


"Ehem, seperti nya hanya malu dengan kak Hendra sedangkan dengan aku tidak malu, atau jangan-jangan.." Adelia curiga.


"Sstttttttt, jangan di lanjutkan" Chika merona menutup mulut Adelia.


"Hmm, lepaskan! Ternyata benar ya" Adelia melepaskan tangan Chika yang menutup mulut nya.

__ADS_1


"Ah ti tidak kok, aku tidak seperti yang kamu kira" Chika memalingkan wajah nya yang merona ke samping.


"Sudah jujur saja Chika, aku tau kok kamu suka dengan kak Hendra, aku tak bisa kamu bohongi" Adelia melipat tangan memejamkan mata berusaha memancing Chika agar mau jujur.


"......" Chika merona tidak bisa menjawab Adelia.


"O iya Chika, aku lihat seperti nya ada orang yang menyukai kak Hendra" Adelia mencoba memanas-manasi Chika.


"Apa? Siapa? Apa hubungan mereka?" Tanya Chika tiba-tiba khawatir mendengar kata-kata Adelia.


"Pufff, ternyata benar kamu menyukai kak Hendra, aku hanya bercanda kok Chika" Adelia tertawa kecil melihat Chika yang khawatir.


"Adelia, iiii kamu jahat!" Chika manyun.


"Ayo lah Chika, aku melihat tatapan kak Hendra juga berbeda pada mu, seperti nya kalian berdua sedang jatuh cinta, cieee... Aku turut bahagia ni" Adelia tersenyum mencubit pipi Chika.


"Maksud kamu tatapan berbeda gimana?" Chika bingung.


"Ya maksud ku, menurut penilaian ku kak Hendra seperti nya punya perasaan yang istimewah ke pada mu Chika!" Adelia tersenyum melihat Chika.


"Benarkah Adelia?" Tanya Chika penuh semangat.


"Iya Chika" Jawab Adelia.


Chika tiba-tiba memeluk Adelia kegirangan.


"Aduh Chika, kamu mau bunuh aku ya? Kamu memeluk ku terlalu erat" Tanya Adelia.


"Ah o maaf, aku jadi terbawa suasana" Jelas Chika melepas Adelia.


"Iya aku mengerti kok, kita jemput Riska dulu yuk? Baru setelah itu kita makan bersama" Ajak Adelia pada Chika.


"Oke" Jawab Chika bersemangat.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2