
Hari ini aku merasa sedih bercampur bahagia, sedihku baru saja masuk kerja belum cukup 1 jam aku berada di kantor, aku sudah di kerjakan oleh wanita-wanita di kantor, aku kan hanya bekerja saja di kantor, aku juga tidak berusaha mendekat tuan Dicky, namun wanita di kantor menuduhku bahkan mencelakai ku, wanita kalo cemburu itu memang mengerikan dan menakutkan.
Sedangkan bahagia ku, bisa terus bersama dengan tuan Dicky dan Riska, tuan Dicky sangat baik ke pada ku, dari awal bertemu ia menyelamatkan aku, membawa ku ke rumah sakit, mencarikan kontrakan bahkan memberi aku pekerjaan, tuan Dicky sangat baik, membuat aku merasa aman dan nyaman, dia memberikan kehangatan bagaikan kita adalah keluarga, seandainya saja tuan Dicky itu kakak ku, maka aku akan selalu di lindungi oleh nya.
Aku tidak pernah merasakan keluarga yang utuh, aku di besarkan oleh ibu seorang diri, aku tidak pernah merasakan seperti apa kasih sayang dari ayah, beruntung sekali orang yang masih punya keluarga utuh, pasti mereka sangat bahagia. Mereka bisa berkumpul bersama, makan bersama, bercanda tawa bersama, melalui suka duka bersama, itu lah impian dari semua keluarga yang tak pernah ku rasakan.
Namun aku masih beruntung di bandingkan dengan Riska, dia hanya anak kecil yang tidak pernah tau di mana orang tua juga keluarga nya.
Aku harus bertanya asal usul Riska.
(Adelia bicara dalam hati)
"Dek kamu sedang apa?" tanya Adelia
"Ini kak aku merapikan makanan-makanan yang di beli kakak tampan, ini bisa bertahan sampai seminggu kak, banyak sekali yang kakak tampan beli, lihat ini kak! ada roti, biskuit, mie, cikki, coklat dan banyak lagi kak, aku buka satu ya kak? kakak mau coba, ini enak sekali kak" jawab Riska
"Kakak sudah kenyang dek, kamu saja yang makan, makan yang banyak ya! kakak mau mandi dulu" Adelia berdiri meninggalkan Riska
"Iya kakak" Riska tersenyum
__ADS_1
Adelia masuk kamar mandi.
Riska, kamu terlihat sangat bahagia, ini membuat aku terharu, bagaimana mungkin kamu yang masih sekecil ini bisa sekuat itu melalui kehidupan yang keras ini, dari sejak bertemu kamu begitu kecil, kurus, lugu, berantakan dan berpakaian kumal berjalan menghampiri ku, meminta makanan kepada ku, aku memberikan dia roti, namun dia sangat bersyukur dan bahagia dengan hal sekecil itu.
Riska bilang ke pada ku kalo dia belum makan selama 3 hari, pasti dia sangat tersiksa dan menderita dengan kehidupan nya di masa lalu, aku saja dalam sehari kalo tidak makan aku akan merasa tersiksa, sedangkan kamu hanya gadis kecil berusia sekitar 8 tahun, bisa melalui nya dengan lapang dada.
Kemana orang tua nya? kemana keluarganya? mengapa membiarkan dia sendiri di luar, kehidupan luar jauh dari kasih sayang, jauh dari perhatian. Ya tuhan aku tidak kuat membayangkan kehidupan yang telah di lalui Riska, semoga kelak Riska bisa bertemu dengan orang tua berserta keluarganya. Tak terasa air mata ku menetes hanya karena membayangkan kehidupan Riska yang dulu, aku sangat sedih memikirkan nya.
Aku akan menjaga nya, merawat nya, memberikan kasih, sayang dan cinta ku untuk Riska. Aku sudah menganggap nya seperti adik ku sendiri, aku akan memberikan kebahagiaan dan kehangatan keluarga ke pada Riska yaitu hubungan kakak dan adik. (Adelia menangis memikirkan masa lalu Riska)
"Dek, yuk kita makan malam, kamu harus makan yang banyak ya!" Adelia mengambilkan makan untuk Riska.
"Iya kakak, makasih ya" Riska tersenyum.
Setelah selesai makan Adelia bertanya tentang kehidupan Riska selama ini.
"Dek, kamu di besarkan oleh siapa? kemana orang tua mu?" Adelia memulai pembicaraan
"Aku dulu tinggal sama nenek Atin, nenek Atin pernah bilang sebelum ia meninggal, aku tidak punya orang tua, dan nenek Atin bilang dia bukan nenek kandung aku" jawab Riska
__ADS_1
"Kalo kamu bukan cucunya, lalu dari bagaimana kamu bisa tinggal dengan nenek Atin?" tanya Adelia penasaran.
"Dulu nenek Atin menemui aku di sebuah rumah kosong bersama dengan orang yang berlumuran darah, nenek bilang dia menemukan aku sedang menangis, orang yang berlumuran darah itu tersandar di rumah kosong itu, orang itu teriak tolong! tolong!, lalu nenek Atin menghampiri Aku dan orang berlumuran darah itu, tapi orang yang berlumuran darah itu meninggal saat nenek Atin menolong kami" jawab Riska
"Apakah nenek Atin menceritakan siapa orang yang berlumuran darah itu?" tanya Adelia
"Nenek Atin bilang orang itu seorang wanita, tapi nenek Atin tidak sempat bertanya siapakah wanita itu, karena saat nenek Atin menghampiri aku dan wanita itu, wanita itu sudah sekarat karena kehilangan banyak darah, tapi wanita itu memberikan kalung, aku tidak tau maksud dari wanita itu memberikan kalung itu" jawab Riska sedih
"Nenek Atin kapan dia meninggal dek?" tanya Adelia
"2 minggu sebelum aku bertemu dengan kakak" jawab Riska
"Lalu bagaimana cerita kamu sampai mengemis dan bertemu dengan preman jahat itu? tanya Adelia
"Kayak gini ceritanya kak, nenek Atin adalah orang yang sederhana, aku dulu sangat bahagia hidup bersama nenek Atin, semuanya berjalan dengan baik, tapi semuanya berubah saat nenek Atin meninggal, aku hanya hidup sendiri di rumah nenek Atin, lalu ada sekelompok orang datang dan mencuri harta nenek Atin, hingga aku bertemu dengan paman preman yang menjambak aku waktu itu, ia pertama nya baik terhadap aku, hingga aku mau ikut dengan dia, ternyata kebaikan nya tidak tulus, ia memaksa aku membayar kebaikannya dengan cara mengemis, tapi aku tidak bisa mengemis, hingga dia marah, aku berhasil kabur, selama 3 hari aku tidak makan, lalu aku bertemu dengan kakak cantik yang memberi aku makan roti, tapi saat kakak meninggalkan aku untuk beli minum, paman preman lewat dan memarahi aku, menjambak, menampar dan memaki aku, aku tidak berdaya melawan paman preman itu, hu..hu..hu...." jawab Riska menjelaskan dan tangisnya tidak dapat di bendungkan lagi.
"Sudah sayang kakak, cup.. cup... jangan menangis lagi, kakak tidak akan bertanya masa lalu kamu lagi, sudah disini ada kakak, yang sayang kamu dan tidak akan meninggalkan kamu, kamu jangan bersedih ya, kakak sayang sekali dengan kamu" Adelia mencium kening Riska dan memeluk erat Riska
Adelia mencoba untuk menenangkan Riska, namun Adelia juga tidak bisa menahan tangisnya, Adelia dan Riska menangis dengan saling berpelukan.
__ADS_1
Setelah lelah Riska menangis, akhirnya Riska tertidur. Adelia mengangkat Riska ke kasur dan menyelimutinya. Adelia menangis tersedu-sedu mengingat cerita dari Riska, sungguh teragis kisah gadis kecil ini.
Melihat Riska menangis, hati ku sangat sakit, aku hanya ingin melihat Riska bahagia dan tersenyum, maka itu sudah cukup membuat ku bahagia, aku sangat sayang pada Riska, kelak aku akan membawa Riska ke kampung mengenalkan Riska kepada ibu juga sahabatku, Adelia tidur di samping Riska dan memeluk nya.