
Haattcccchhhhhhuuuuu........
Sialan! Siapa yang sedang membicarakan aku?
Aduuhhh.. Aku sangat kesal, padahal tinggal sedikit lagi aku bisa mendapat informasi dari preman itu.
Tapi preman itu malah tewas dengan sangat menggenaskan. Sebenar nya siapa dalang di balik ini semua?
Mungkin kah orang yang sama di balik ini semua? Aku yakin orang yang membunuh preman itu adalah orang yang sama yang telah mencelakai Adelia dan adik kecil.
Tapi sebenar nya apa motif orang itu menyakiti Adelia dan adik kecil? Dan sekarang preman itu tewas dengan sangat menggenaskan.
Aku yakin preman itu punya banyak rahasia dari dalang itu, mungkin karena ia tau ada yang sedang mengincar preman itu.
Jadi karena takut preman itu bisa membocorkan rahasia nya, hingga dalang itu membunuh membunuh preman itu.
Tapi aku yakin kasus ini tidak sesederhana yang aku pikirkan.
Aku harus lebih cepat menyelesaikan kasus ini dan harus lebih hati-hati lagi, karena yang aku hadapi ini adalah musuh sangat kejam dan berbahaya.
Tapi yang jadi pertanyaan ku adalah mengapa anak kecil itu keluar dari rumah preman itu?
Apa mungkin anak kecil itu yang membunuh preman? Tapi itu tidak mungkin karena anak kecil itu keluar menangis dan meminta pertolongan ke orang.
__ADS_1
Apa mungkin anak kecil itu anak atau adik dari preman itu? Kalo adik ku rasa tidak mungkin karena jarak anak kecil itu dengan preman terlalu jauh.
Kalo adik kecil itu anak nya preman itu mungkin saja benar. Tapi sejak aku beberapa kali bertemu preman itu, ia seperti nya sangat brandalan dan seperti nya tidak punya keluarga.
Lebih baik aku tanya kan langsung sajq dengan adik kecil itu.
Dicky berjalan masuk ke toko es krim menghampiri Hendra dan adik kecil.
"Kenapa es krim nya gak di makan adik kecil?" Dicky duduk di kursi dekat anak preman lalu melihat anak preman yang sedang melamun.
"......"Anak preman diam tanpa respon apa pun.
"Hendra, kamu apakan adik kecil ini? mengapa ia diam saja dan lihat es krim nya hanya di biarkan saja" Tanya Dicky melihat Hendra.
"Adik kecil jangan bersedih, kamu kenapa? Coba kamu ceritakan sama kakak! Mungkin kakak bisa membantu kamu" Jelas Dicky membujuk anak preman agar mau menceritakan kejadian yang ia alami.
"...." Anak preman tersentak mendengar kata-kata Dicky dan memandang nya.
"Mengapa kamu melihat ku seperti itu? Apa kamu tidak percaya ke pada ku? Tenang saja kakak akan membantu mu, dan kamu ingat ya, aku dan teman ku ini adalah orang baik" Jelas Dicky mencoba agar anak preman mau bicara.
"Huwwaaa" Anak preman itu tiba-tiba menangis dengan sangat keras.
"Hei mengapa kamu menangis?" Tanya Dicky menjadi bingung melihat anak preman menangis.
__ADS_1
"Kamu apa kan adik kecil ini Ky? Kamu lihat adik ini menangis saat kamu ajak ia bicara" Tanya Hendra menyindir Dicky.
"Tidak aku apa-apakan, adik ini tiba menangis sendiri. Aku juga bingung padahal aku tidak memarahi dia" Jelas Dicky melihat Hendra.
"Hah, mungkin adik kecil ini takut dengan wajah mu itu kali? Hahaha" Hendra meledek Dicky.
"Sialan kamu!" Dicky berdiri menjitak kepala Hendra.
"Aduhh, sakit nya, aku hanya bercanda saja kok, mengapa kamu selalu menjitak kepala ku" Hendra kesakitan mengusap kepala nya.
"Lagian kamu yang salah duluan" Dicky kesal melipat tangan nya.
Paaakkkkkkkk!!!!!!!
Anak preman memukul meja dengan sangat kuat hingga mengejutkan Dicky dan Hendra yang sedang bertengkar.
**Bersambung....
Jangan lupa like, rate, vote dan jadikan favorit ya...
Dukungan pembaca sangat berarti bagi penulis..
Terima kasih ♡^_^♡**
__ADS_1