
**Happy reading readers!
Jangan lupa klik like dan beri vote sebanyak-banyak nya ya readers.
Jangan lupa juga jadikan novel ini sebagai favorit ya readers, agar readers semua tidak ketinggalan setiap up episode nya.
Salam hangat dari author
#alsya suci maesya putri**
Adelia dan Dicky segera membawa Hendra ke rumah sakit, saat di bawa ke rumah sakit Hendra sudah tidak sadarkan diri, darah nya terus mengalir.
Chika terus menerus menangisi Hendra.
Sebulan kemudian..
Hendra sebulan tidak sadarkan diri, Hendra koma karena luka di perut yang cukup parah dan kebanyakan kehilangan darah.
Chika yang merasa sangat bersalah menjadi pendiam dan tak suka dengan keramaian.
Chika yang dulu sangat ceria dan sangat suka bicara kini sudah tidak pernah terlihat lagi sejak kejadian sebulan yang lalu.
Adelia dan Dicky sudah berusaha membujuk Chika agar tidak selalu larut dalam kesedihan namun sangat di sayangkan usaha Adelia dan Dicky sia-sia.
Adelia dan Dicky merasa sedih atas kejadian yang di alami Hendra dan Chika.
Chika selalu menunggu Hendra setiap hari berharap Hendra akan bangun dari tidur panjang nya.
Hisk hisk hisk..
Kak Hendra, tolong sadar lah! Sudah sebulan kakak tidur, aku sangat rindu dengan canda tawa mu!
Aku salah kak! Mengapa kamu tidak membiarkan aku saja yang di tusuk!
__ADS_1
Mengapa kamu harus menyelamatkan ku?
Mengapa kak? Mengapa?
Hisk hisk..
Kak, sadar lah!
Jika kamu memang sayang aku, bangun lah!
Aku berjanji akan membalas sayang mu, aku juga berjanji akan selalu ada untuk mu dan tidak akan pernah aku biarkan hal ini terjadi lagi!
Hisk hisk..
Kakak!
Bangun lah!
Aku sangat sayang pada mu!
Hisk hisk hisk..
Chika menangis tersedu-sedu sambil memeluk Hendra yang hanya terdiam tidak bergerak di atas kasur pasien.
Adelia dan Dicky bersedih dan tak berdaya melihat Chika yang terus tenggelam dalam kesedihan.
Adelia dan Dicky tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Chika.
"Tuan Dicky, aku sangat sedih atas kejadian yang di alami kak Hendra dan juga Chika, aku sebagai sahabat nya
tidak bisa berbuat apa-apa, aku bukan lah sahabat yang baik untuk nya!
Hu hu hu...
__ADS_1
Aku adalah sahabat yang tak berguna!
Hu hu hu" Adelia menangis tersedu-sedu memperhatikan Chika dan Hendra dari pintu luar.
"Sudah sudah! Ini bukan lah salah kamu, kamu tidak boleh menyalahkan diri mu sendiri!" Dicky memeluk Adelia, hati nya terasa sakit melihat Adelia menangis.
"Hu hu hu hu..." Adelia menangis tersedu-sedu.
"O iya kita harus menjemput Riska dan Panji sekolah, kamu jangan menangis lagi, jika Riska tau dia akan sedih" Dicky melihat jam tangan berusaha mengalihkan pemikiran Adelia agar tidak larut dalam sedih nya.
"Hisk hisk, baik lah tuan" Adelia menghapus air mata nya.
"Nah gitu dong, o ya seperti nya ada yang kurang!" Dicky memegang dagu nya menatap Adelia.
"A apa yang kurang tuan?" Adelia kebingungan.
"Iya ada yang kurang di wajah mu!" Dicky memegang dagu Adelia.
"A apa yang kurang dari wajah ku tuan?" Adelia merona.
"Wajah mu jelek kalo tidak tersenyum" Dicky tersenyum mencubit kedua pipi Adelia.
"Aduh, biarin" Adelia manyun.
"Puff" Dicky tertawa kecil melihat Adelia manyun.
"Tuan! Kamu jahat!" Adelia memukul-mukul Dicky.
"Hahaha, iya iya maaf, aku cuman bercanda kok" Dicky menahan tangan Adelia.
"Ya udah kita berangkat yuk!" Ajak Dicky tersenyum memegang tangan Adelia.
"I iya tuan" Adelia tersipu malu.
__ADS_1
Bersambung..