YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
31. Persiapan Jalan-Jalan


__ADS_3

Keesokan hari nya.


"Wah, Chika kamu cantik sekali, tapi aku dan Riska masih menggunakan baju pasien rumah sakit, apa kita tunggu tuan Dicky dan kak Hendra ke sini dulu? Baru singgah di rumah untuk tukar baju?" Tanya Adelia bingung.


"Iya kak cantik, masa kita pergi jalan-jalan pakai baju pasien rumah sakit sih" Riska manyun.


"Aduh maaf Adelia dan adik kecil! Aku gak ingat, karena aku buru-buru, jadi aku lupa mampir di kontrakan kamu, kalo begitu tunggu saja boss Dicky dan kak Hendra sampai sini dulu, aku yakin sebentar lagi mereka datang" Jelas Chika.


"Baiklah Chika" Jawab Adelia menyandar di kasur pasien.


"Mana kakak tampan? Kok belum juga sampai ke sini?" tanya Riska manyun.


"Sabar sebentar ya adik kecil sebentar lagi juga sampai!" Chika mengusap kepala Riska.


"Iya kak cantik" jawab Riska manja.


Tok... Tok... Tok...


"Ya masuk saja" Sahut Adelia dan Chika.


"Itu pasti kakak tampan yang datang!" Riska senang bersemangat.


"Hai, apa kalian sudah siap berangkat jalan-jalan ke taman hiburan?" Hendra menyelonong masuk.


"...." Dicky masuk ruang dengan wajah tanpa ekspresi.


"Kakak tampan, akhir nya datang juga, aku kangen kakak tampan tau" Riska manja.


"Iya dong, kakak memang tampan dari dulu dan selalu di rindu kan oleh para wanita hingga bocah kecil juga kangen terhadap ku" Hendra percaya diri merapikan kerah kemeja dan merapikan rambut nya.


"Kakak siapa? Kok narsis banget sih! Yang aku maksud kakak tampan adalah Kak Dicky, bukan kakak narsis" Riska mengerutkan kening dan mulut nya manyun.


Krakk! Badan ku seolah jadi batu lalu retak. Sialan bocah kecil ini membuat ku malu saja. Berani nya bocah kecil ini bilang aku narsis! Otak ku terasa mendidih.


"Eh..." Hendra menggaruk kepala.


Tiba-tiba suasana berubah jadi ramai. Semua yang ada di ruangan tertawa ulah Hendra dan Riska.


"Pufff... Haha.. Jangan sering ke geeran ya!" Dicky menepuk bahu Hendra.


"...." Hendra membatu.


"Ratu kecil, ini kakak bawakan baju untuk kamu, tukar baju dulu sana! Kita kan mau pergi jalan-jalan" Dicky mengelus kepala Riska penuh perhatian.


"Terima kasih kak tampan, kakak tampan sangat baik" Riska senang memeluk Dicky.


"Iya tukar baju dulu sana!" Dicky tersenyum mengusap kepala Riska

__ADS_1


"Iya kak tampan" Riska tersenyum manja turun dari kasur pasien.


"...." Dicky tersenyum melihat Riska manja.


"Tuan Dicky, nanti mampir di kontrakan dulu ya, aku mau tukar baju dulu tuan" Adelia memulai pembicaraan.


"O iya aku juga membawa baju untuk kamu juga, ini aku beli tadi tapi aku gak tau apa kah sesuai dengan selera mu atau tidak, tapi kalo ukuran seperti nya sesuai" Dicky merona menyodorkan bingkisan berisi baju khusus untuk Adelia.


"Wah, benar kah ini baju untuk ku? Bagus sekali tuan" Adelia senang melihat baju yang di berikan Dicky.


"Iya" Dicky senyum tersipu malu.


"Kak Adelia, kak cantik, kak tampan dan kak narsis! Lihat aku! Cantik tidak?" Riska keluar dari kamar mandi selesai tukar baju dan memamerkan ke semua yang ada di ruangan.


"Wahh.. Cantik sekali adik kakak" Adelia tersenyum memuji.


"Wah.. Adik kecil kamu cantik sekali" Chika tersenyum senang.


"Iya cantik ratu kecil" Dicky tersenyum.


"Bocah kecil! Semua nama yang kamu panggil bagus semua kecuali aku, jangan panggil aku kak narsis!" Hendra berasap kesal.


"Terus aku harus panggil kakak apa? Ahah! Aku punya ide bagus! Aku panggil kakak geer aja!" Riska nyengir.


"Kamu! Panggil aku kakak tampan juga!" sepaning Hendra meningkat.


"Puff" Dicky menahan tawa.


"Kamu!" Hendra tak bisa berkata.


"Riska, tidak boleh seperti itu, nama kakak ini adalah kak Hendra, jadi jangan panggil kak narsis atau kak geer lagi ya! Sekarang kamu mintak maaf dulu ke kak Hendra ya!" Adelia menasehati dan menyuruh Riska mintak maaf ke Hendra.


"Baik kak Adelia. Kakak Hendra maafkan aku ya!" Riska menunduk tanda menyesal dan meminta maaf ke Hendra.


"Huh.. Iya kakak maafkan" Hendra terpanah dengan ketulusan Riska.


"...." Adelia tersenyum melihat Riska dan Hendra.


"Adik kecil ke sini sayang! Kakak kepang rambut kamu ya" Chika memanggil Riska.


"Baik kakak cantik" Riska berjalan menghampiri Chika.


"Chika, Riska, tuan Dicky dan kak Hendra, aku tinggal tukar baju dulu ya!" Adelia berdiri memeluk pakaian yang di berikan oleh Dicky.


"Iya" Chika, Riska, Dicky dan Hendra menjawab serentak


Adelia tersenyum meninggalkan Chika, Riska, Dicky dan Hendra pergi ke kamar mandi menukar pakaian nya. Tak lama kemudian Adelia ke luar dari kamar mandy.

__ADS_1


Dicky dan Hendra terpaku terpesona dengan Kecantikan Adelia.


"Ke kenapa kalian melihat ku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ku?" tanya Adelia malu.


"Tidak, kamu sangat cantik Adelia, lihat 2 pria ini terpesona dengan mu" Chika tertawa kecil melihat Dicky dan Hendra terpanah melihat Adelia.


"Iya kakak, kakak cantik sekali" Riska tersenyum bahagia


Hendra tersadar melihat Dicky memandang Adelia.


"Puff, Gunung es sadar lah! Lihat kamu mimisan itu, hahaha.. Hapus dulu mimisan kamu, itu darah hampir tiba di bibir kamu" Hendra tertawa puas melihat Dicky


Tampak nya Gunung es ini benar-benar jatuh cinta dengan Adelia, ini sangat menarik! Sebelum nya aku tak pernah melihat gunung es seperti ini, ternyata cinta bisa merubah sifat seseorang ya, kedinginan Gunung es ini bisa mencair tanpa di sadari.


Gunung es ini tiba-tiba menjadi menjadi sangat perhatian, bahkan rela malam-malam mencari pakaian untuk Adelia di beberapa butik, untung saja butik ya ke 10 memliki baju ya kini di gunakan Adelia jika tidak mungkin sampai pagi masih mencari baju yang tepat untuk Adelia.


Tak di sangka gunung es yang biasa nya sangat arogan bisa menjadi bucin, ini sangat menarik hehe.


"A anu.. Ayo kita berangkat sekarang!" Dicky merona malu membalikan tubuh dan menghapus mimisan di hidung nya.


"I iya, mari berangkat!" Adelia berjalan mendekati Chika dan Riska


"Hahahaha.. Tampak nya boss Dicky sangat menyukai mu Adelia lihat lah boss Dicky sampai mimisan" Chika menggoda Adelia


"Ti tidak mungkin, mungkin hanya perasaan mu saja" jawab Adelia malu merona


Dicky berjalan duluan ke mobil, Hendra, Chika, Adelia dan Chika berjalan mengikuti Dicky dari belakang.


Setiba nya di mobil, Dicky langsung membuka pintu mobil mempersilahkan Adelia, Riska dan Chika masuk mobil.


"Kamu ini pilih kasih sekali, kenapa hanya untuk para wanita ini saja? Kenapa tidak sekalian membuka pintu untuk teman baik mu ini?" Hendra manyun


"Jika kamu tidak bisa membuka pintu sendiri, ya sudah tinggal saja di sini!" Dicky dingin


"Jangan, aku bisa kok buka sendiri, hehe.. Aku hanya bercanda" Hendra membuka pintu lalu masuk ke mobil


Setelah semua nya masuk mobil, Dicky pun mengendarai mobil menuju taman hiburan.


**Bersambung...


Tetap tunggu up nya ya kak!


Jangan lupa beri like, rate, vote dan jadikan favorit ya kak! ♡♡


Uwu jangan lupa tinggalkan jejak ya!


Karena dukungan pembaca sangat berarti bagi penulis.

__ADS_1


Terima kacih ♡^_^♡


__ADS_2