
**Happy reading readers!
Maaf ya baru up sekarang, tapi tenang saja cerita nya akan terus berlanjut kok readers.
Jangan lupa beri like dan juga vote sebanyak-banyak nya ya readers.
Salam hangat untuk readers tercinta
#alsya suci maesya putri**
Aduh sialan! Harus nya aku kabur dari awal, walau pun bocah tengik ini kadang terlihat tidak pemarah, tapi saat marah nya sangat menyeramkan.x
Aduh kepala ku sakit di jitak bocah tengik sialan itu!
"Hai gunung es! Ini semua gara-gara kamu! Pasti si Chika pikir yang tidak-tidak tentang ku!" Hendra kesal mengerutkan kening.
"Maaf, aku kan cuman bercanda, eh.. Tunggu dulu, Chika? Hehe... Seperti nya ada udang di balik bakwan, hahahaha, seperti nya ada yang jatuh cinta ni" Dicky tertawa sambil mengendarai mobil.
"Eh, apaan sih gunung es" Hendra merona.
"Hahaha, ketahuan! Lihat itu pipi mu seperti tante girang merah sekali, hahaha" Dicky tertawa menggoda Hendra.
"Diam!" Hendra memalingkan wajah nya ke samping.
"Eh bukan nya itu Chika dan Adelia? Mau ke mana mereka?" Hendra menurunkan kaca mobil.
"Iya itu Adelia dan Chika, mau ke mana ya mereka" Dicky menepikan mobil dan membunyikan klakson.
Tin tin tin... Bunyi klakson mobil.
"Chika! Adelia!" Teriak Hendra spontan.
__ADS_1
"Aa!" Adelia dan Chika terkejut menoleh ke arah mobil.
"Eh, itu kan kak Hendra dan boss Dicky, mau ke mana mereka?" Chika berbicara pelan.
"Iya itu kak Hendra dan tuan Dicky, seperti nya mereka memanggil kita Chika" Tutur Adelia melihat ke mobil.
"Sini! Sini!" Panggil Hendra menggoyang-goyangkan tangan nya memanggil Chika dan Adelia.
"Huh, aku gak mau mengganggu kesenangan orang, yuk Adelia kita pergi!" Chika memutar pandangan ke depan dan menarik tangan Adelia.
"Tapi.." Adelia berjalan perlahan di tarik Chika.
"Kenapa mereka tidak mrnghampiri kita?" Hendra kecewa.
Hendra turun dari mobil dan berlari menuju Chika dan Adelia.
"Hendra, mau ke mana kamu?" Tanya Dicky turun dari mobil menyusul Hendra dari belakang.
"Lepaskan!" Chika mengerutkan kening.
"Tunggu sebentar, kok di panggil malah pergi aja, kamu kenapa?" Tanya Hendra serius.
"Bukan urusan mu, awas kita mau pergi, ayo Adelia kita pergi!" Tegas Chika meronta melepaskan tangan nya dari genggaman Hendra.
"...." Hendra terdiam dengan sikap Chika terhadap nya.
"Adelia! Chika! Kalian mau ke mana jalan berdua?" Tanya Dicky menghampiri Hendra, Adelia dan Chika.
"Itu tuan, kiita mau jemput Riska tuan" Jawab Adelia menahan tangan Chika.
"Maksud kamu adik kecil? Mau jemput di mana?" Tanya Dicky.
__ADS_1
"Di sekolah nya, dekat dari sini tuan" Jelas Adelia.
"O kebetulan aku juga mau ke situ, gimana kalo kita bareng saja ke situ" Ajak Dicky berharap.
"Hmm anu itu.." Adelia ragu.
"Tidak usah boss Dicky, kita jalan kaki saja, kita tak mau mengganggu boss Dicky dan kak Hendra berduaan. Ayo Adelia!" Tutur Chika judes.
"Berduaan!" Dicky dan Hendra serentak.
"Puffff, hahahahahaha" Hendra dan Dicky tertawa mendengar perkataan Chika.
"...." Adelia dan Chika kebingungan.
"Kalian kenapa?" Chika mengerutkan kening.
"Hahahahaha, aduh aduh duh, sakit sekali perut ku" Dicky membungkukan tubuh memegang perut tertawa cekikikan.
"Haha, itu loh, yang kamu lihat di kantor tadi salah paham, kita ini bukalah gay" Tutur Hendra serius.
"Kalo kalian bukanlah gay lalu tadi itu apa? Kalian berpelukan dengan mesra tadi kan sudah merupakan bukti nya! Masih mau ngeles!" Chika kesal manyun.
Hendra tersenyum mendekati Chika.
Muahh..
"Itu bukti kalo aku ini bukanlah seorang gay, apa perlu ku buktikan lagi?" Hendra tersenyum berbisik di telinga Chika.
"Dasar mesum!" Chika merona mendorong Hendra.
Dicky dan Adelia kaget melihat Hendra yang tiba-tiba mencium Chika.
__ADS_1
Bersambung...