YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
26. Rumah Sakit 2


__ADS_3

"Ni makan yang banyak, baru tiga hari saja tidak jumpa kamu terlihat sangat kurus" Chika menyodorkan makanan


"Ya terima kasih Chika, o ya di kantor gimana kabar nya?" tanya Adelia mengambil makanan dari tangan Chika


"Ya sama-sama Adelia, di kantor baik-baik saja kok, hanya saja terasa tidak lengkap di kantor" Chika melihat Adelia


"Ya syukurlah, tapi yang tidak lengkap apa Chika?" tanya Adelia tidak mengerti


"Ya gak lengkap kalo gak ada kamu, aku jadi sepi tau" Chika manyun


"A kamu bisa aja Chika, di kantorkan masih banyak yang lain" Adelia tersenyum


"Tapi gak ada yang sebaik teman aku ini" Chika mencubit hidung Adelia


"Aduh.. sakit tau Chika" Adelia memegang hidung dan meletakan makanan di meja


"Hahaha... kamu lucu banget Adelia, lihat tu hidung kamu merah" Chika tertawa puas


"Iiii ini gantian ya, hahahaha" Adelia tertawa mencubit hidung Chika


"Adelia kamu curang a" Chika manyun memegang hidung


"Kita impas ya chika, kan kamu yang mulai duluan" Adelia tersenyum menyindir


"huhhhh kamu ini" Chika menggelitiki Adelia


"Hahaha... Ampun.. ampun Chika, ini geli sekali" Adelia memohon


"Hahaha... aku gak mau berhenti" Chika tertawa menggelitiki Adelia


"Aduhh capek sekali tertawa, ampun Chika! berhenti lah Chika aku gak kuat lagi dan kasihan Riska nanti dia terbangun" Adelia letih tertawa


"Oke Adelia, kamu selamat karena adik kecil, kalo adik kecil tidak ada, aku gak bakal berhenti menggelitiki kamu" jelas Chika

__ADS_1


"Iya Chika" Adelia letih tertawa dan mengambil kembali makanan yang ia letakan di meja


"O iya tadi aku bertemu kak Mella di rumah sakit ini loh Adelia, tapi aku gak tau dia ngapain di rumah sakit" Chika bercerita


"Hmm, kapan kamu bertemu dengan kak Mella?" tanya Adelia sambil menyuap makanan ke mulut nya


"Tadi sebelum aku sampai di ruangan mu, tadi pas aku ke sini buru-buru, tak sengaja menabrak kak Mella, tapi aku curiga lo sama kak Mella, ngapain kak Mella di rumah sakit? dan lebih mencurigakan nya lagi dia berjalan dari arah ruangan kamu Adelia, aku punya firasat tidak baik ke pada kak Mella" jelas Chika jengkel


"Chika kamu tidak boleh berperasangka yang jelek terhadap kak Mella, mungkin dia menemani keluarga nya di rumah sakit atau mungkin kak Mella yang sakit" Adelia menyangkal Chika


"Tidak Adelia, firasat ku ini jarang sekali meleset dan tadi aku melihat kak Mella baik-baik saja tapi kalo menjenguk seseorang mungkin, aku tidak tau jelas kak Mella itu Adelia" jelas Chika


"Iya aku yakin kak Mella menjenguk seseorang itu mungkin bisa jadi keluarga atau teman nya" jawab Adelia


"Ya mungkin saja, tapi aku bukan nya ingin menuduh kak Mella, tapi firasat aku jarang yang meleset, dan aku yakin kak Mella meniatkan sesuatu ke pada mu karena kak Mella pernah mencelakai kamu dan mungkin juga kak Mella ingin mencelakai kamu lagi, terserah kamu percaya atau tidak, yang pasti nya kamu harus hati-hati dengan kak Mella" jelas Chika


"Iya Chika, aku akan berhati-hati dengan kak Mella tapi aku tidak ingin menuduh siapa pun sampai benar ada bukti nya" jawab Adelia tak perçays


"Terserah kamu saja, aku hanya memperingatkan kamu, ini demi kebaikan kamu" jelas Chika


"Sama-sama Adelia" Chika tersenyum berjalan ke arah Riska yang sedang tidur di kasur pasien


"Adelia, bagaimana keadaan adik kecil? aku kasihan melihat nya seperti ini, lihat wajah nya memar-memar, gadis sekecil ini melalui kehidupan yang sangat sulit dan kejam, aku sangat kagum dengan adik kecil, dia sangat kuat melalui hal yang mengerikan seperti itu, kalo aku mungkin tidak sekuat dan setangguh adik kecil" Chika membelai Riska yang sedang tidur di kasur pasien


"Riska sama seperti ku, harus banyak istirahat dan memar di wajah nya akan memudar dengan rutin meminum obat yang di berikan dokter, Riska memang sangat kuat dan tangguh, Riska sudah sangat banyak melalui berbagai cobaan hidup, aku sebagai kakak nya merasa gagal Chika" Adelia menahan air mata


"Cobaan hidup? maksud kamu apa Adelia?" tanya Chika penasaran


"Chika sebenar nya Riska bukan adik kandung ku, aku mengangkat nya sebagai adik ku karena ia merupakan sebatang kara, aku awal bertemu dengan Riska dulu ia sangat menderita, Riska tidak makan selama 3 hari dan ia di siksa oleh preman jahat yang menangkap kami Chika, aku sangat sedih dan hati ku sangat sakit saat melihat Riska di siksa, rasa nya benar-benar menyiksa Chika, untung saja ada boss Dicky yang menyelamati kami" jelas Adelia menahan air mata


"Jadi adik kecil bukan adik kandung mu Adelia? wajah kalian sedikit mirip, seperti benar beradik kakak, tapi kamu sudah mengambil langkah yang benar kok dengan mengangkat adik kecil sebagai adik kamu, dan kamu juga sudah berusaha menjaga nya, jadi berhenti menyalahkan diri mu sendiri, tapi bagaimana bisa kamu juga adik kecil sampai di culik oleh preman jahat?" tanya Chika melihat wajah Adelia


"Jadi seperti ini cerita nya, aku pulang kerja langsung pulang ke kontrakan, namun aku tidak menemukan Riska di kontrakan hingga malam pun Riska tidak juga pulang, hingga aku mencari Riska ke luar, tapi saat aku mencari Riska ada orang yang memukul ku dari belakang hingga membuat ku kehilangan kesadaran, dan saat aku bangun, aku sudah berada di pabrik usang yang sudah tidak beroperasi lagi dengan keadaan terikat" jelas Adelia sedih

__ADS_1


"Aku merasa aneh, preman yang menculik kamu itu apa dia orang sama?" tanya Chika penasaran


"Iya ....." Adelia ingin bercerita dengan Chika terhenti karena Riska bangun


saat Chika dan Adelia berbincang, Riska bangun dari tidur nya..


"Hmm.. kak Adelia apa kamu baik-baik saja? Eh kakak cantik, kapan kakak datang ke sini?" tanya Riska duduk dari baringan nya


"Kakak baik-baik saja kok dek" jawab Adelia


"Tadi sayang, gimana kabar kamu?" tanya Chika mengelus kepala Riska


"Aku baik-baik saja kok kak Cantik" jawab Riska tersenyum


"Anak pintar apa kamu tidak merasa sakit dengan luka memar di wajah mu?" tanya Chika perhatian


"Gak kok kak cantik, aku sudah terbiasa seperti ini" Riska melihat Chika


"....." Chika terharu mendengar jawaban Riska dan memeluk Riska erat


Kruyuukkkk....


"Eh, cacing di perut ku ngajak bertempur kak cantik" Riska lapar


"Hahahaha... kamu ini benar-benar menggemaskan, tadi kakak bawa makanan, biar kakak yang suapi kamu ya?" Chika berdiri mengambil makanan untuk Riska


"Iya kakak cantik, terima kasih ya" Riska tersenyum


"Sini buka mulut mu, aa.." Chika menyuapi Riska


Chika sangat baik dengan Riska, aku beruntung punya teman sebaik dia dan mempunyai adik yang baik juga (Adelia bicara dalam hati)


*"Bagaimana kelanjutan nya? tetap tunggu ya episode selanjut nya ^_^ jangan lupa beri like, rate dan jadikan favorite ya! dan jangan lupa juga beri vote ya! ^_^

__ADS_1


jika ada masukan dan kritikan, silahkan berkomentar..


Aku tunggu ya jejak nya.. ♡^_^♡


__ADS_2