
Keesokan hari nya...
Preman pergi menemui anak nya dengan berpakaian serba tertutup hanya telapak tangan nya saja yang terlihat.
Kreeetttt... Preman membuka pintu tempat tinggal nya.
"Siapa itu?" Panji berjalan ke arah pintu yang di buka seseorang dengan pakaian serba tertutup.
"......" Preman tidak berkata-kata langsung memeluk anak nya Panji.
"Kamu siapa? Mengapa masuk ke rumah ku?" Panji mendorong orang yang berpakaian serba tertutup yang memeluk nya itu.
"Panji ini Bapak nak! Jangan lepaskan pelukan Bapak ya, Bapak sangat merindukan kamu" Preman membuka masker serta kaca mata yang ia gunakan dan memelum erat anak nya.
"Bapak! Ini sungguh Bapak? Bukan nya Bapak waktu itu di penjara? Apa Bapak kabur dari penjara?" Panji tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Ini sungguh Bapak nak, jangan lepaskan pelukan Bapak! Biarkan Bapak memeluk mu sebentar saja" Preman memeluk erat anak nya, tak terasa air mata preman itu terjatuh membasahi kening anak nya.
"Bapak, mengapa bapak menangis? Apa yang terjadi dengan Bapak?" Panji sedih melihat Bapak nya menangis.
"Ah tidak nak, mata Bapak hanya kemasukan debu dan sedikit pedih hingga membuat mata Bapak basah, kamu tenang saja, Bapak baik-baik saja kok" Preman membuat alasan dan tersenyum paksa penuh kepedihan.
"Bapak bohong! Jelas-jelas mata Bapak tidak ke masukan debu, karena Bapak tadi menggunakan kaca mata kemari, Bapak kenapa menangis? Apa Panji punya salah sama Bapak hingga membuat Bapak menjadi sedih? Maafkan Panji Bapak" Panji ikut menangis melihat air mata berlinang di wajah Bapak nya.
__ADS_1
"Tidak nak, jangan menangis, kamu tidak punya salah apa pun pada Bapak, jadi jangan bersedih ya, Bapak hanya rindu ke pada mu, o ya tadi Bapak belikan 2 bungkus nasi goreng kesukaan kamu, yuk kita makan!" Preman mengalihkan pembicaraan agar anak nya tidak ikut sedih.
"Yehhh, terima kasih Bapak" Panji berhenti menangis dan memeluk Bapak nya dengan senang hati.
"Nah gitu dong anak Bapak, yuk kita makan bersama" Preman tersenyum melihat anak nya bahagia.
"Yuk bapak" Panji segera mengambil 2 sendok dan 2 piring sebagai alas nasi goreng.
Di luar rumah preman..
"Kak Hendra, lapor! Target sudah tiba di tempat. Kami masih menunggu hingga Preman itu keluar" Anggota Hendra menelpon melapor keadaan ke Hendra.
"Bagus! Jangan sampai target meloloskan diri! Aku akan pergi ke situ sekarang juga" Tegas Hendra.
Hendra segera memberi tau Dicky.
Tok.. Tok.. Tok.... Hendra mengetok pintu ruang kerja Dicky.
"Masuk" Jawab Dicky datar.
"Ky, aku punya kabar bagus, preman itu sudah dalam pengintaian anggota ku. Aku akan pergi untuk membantu anggota ku, apa kamu juga ingin ikut pergi dengan ku?" Hendra memberi tau dan juga mengajak Dicky.
"Oke aku akan ikut" Dicky setuju ikut dengan Hendra.
__ADS_1
Hendra dan Dicky berangkat menuju ke tempat preman.
Sedangkan di waktu yang sama wanita misterius mengetahui bahwa preman sedang jadi target orang.
Wanita misterius menyewa pembunuh bayaran agar segera mengabisi nyawa preman serta anak nya agar informasi mengenai diri nya tidak si ketahui oleh orang lain.
Pembunuh bayaran yang di sewa oleh wanita misterius itu merupakan pembunuh bayaran nomor satu paling kejam dan sadis.
Pembunuh bayaran itu pergi mengendap-endap memasuki rumah preman.
Pembunuh bayaran berhasil membunuh preman namun anak dari preman berhasil melarikan diri.
Saat Hendra dan Dicky tiba di lokasi, anak kecil keluar dari rumah preman menangis tersedu-sedu meminta bantuan.
Dicky, Hendra dan anggota terkejut saat melihat anak kecil itu keluar dari rumah preman dengan menangis tersedu-sedu. Dicky, Hendra dan anggota segera menolong anak kecil yang sedang menangis itu dan berusaha untuk menenangkan nya.
**Bersambung....
Jangan lupa like, rate, vote dan jadikan favorit ya...
Di tunggu ya jejak nya...
Terima kasih♡^_^♡**
__ADS_1