
Dicky berjalan menuju mobil.
Setelah mengantar Adelia dan bertemu dengan adik kecil membuat aku merasa lega. Ntah kenapa bila berkumpul dengan Adelia dan adik kecil membuat aku merasa nyaman, bagai merasakan kehangatan keluarga yang tak pernah aku rasakan sejak ibu dan Siska tidak lagi ada, bersama dengan Adelia dan adik kecil aku merasa kehangatan keluarga lagi, yang membuat aku tak ingin jauh dari mereka.
Tidak seperti di rumah, aku bagai di neraka, aku tak pernah merasa bahagia berkumpul dengan ayah, ibu serta adik tiri ku, walau bersama dengan mereka tapi aku merasa sendiri, selalu saja ada pertentangan di antara kita, bila ibu masih ada, tidak mengalami kecelakaan dan adik ku tidak di culik pasti aku sangat bahagia bersama dengan mereka.
6 tahun sudah berlalu, saat ayah menikah lagi dengan ibu tiri yang membawa anaknya. Ibu selalu merasa sedih, ayah selalu perhatian ke pada istri baru nya dan mengabaikan ibu, saat kedatangan ibu tiri dan anak nya selalu terjadi hal-hal yang ganjil, ibu mengalami kecelakaan, Adik ku bernama siska baru berusia 2 tahun juga di culik. Walau sudah di selidiki, tapi misteri ini tidak membuahkan hasil.
Semua anak ayah di beri kalung berlambang R dan ada tulisan kecil nama ayah di belakang lambang R itu. Aku tidak pernah memakainya, karena kalo aku memakai nya aku selalu teringat dengan Siska. Dek dimana kamu berada? kakak sangat rindu kamu, bagaimana kabar kamu? maafkan kakak belum bisa menemukan kamu! semoga kelak kita bisa di pertemukan lagi. Tapi aku yakin suatu saat bisa memecahkan misteri ini.
Sudahlah aku mau balik ke apartemen ku, aku sangat malas jika harus pulang ke rumah. Aku telpon Hendra dulu, apakah dia telah menyelidiki kejadian yang di alami Adelia tadi?
"Hallo, gimana kamu telah menyelidiki kejadian yang di alami Adelia di toilet tadi?" tanya Dicky
"Aku sudah menyelidiki dan mendapatkan hasil nya, kamu pasti sangat terkejut bila aku ceritakan" jawab Hendra
"Ceritakan saja ke pada ku" Dicky mengendarai mobil
"Kamu pergi saja ke kantor, aku tunggu di kantor dan kamu pasti akan terkejut" Hendra mematikan telpon
tut.. tut...
"Cih berani nya dia mematikan telpon ku, cari mati ya" Dicky kesal dan memutar arah tujuan menuju ke kantor.
__ADS_1
Hattcchhuuuu....
ada yang menyumpahi ku
(Hendra bicara sendiri dan menggosok-gosok hidung nya)
Tak lama kemudian Dicky sampai di kantor dan langsung menuju ke ruangan Hendra.
Braakkk.!!!
(Dicky membuka pintu dengan keras)
"Uwaa.. kamu ini mengagetkan ku saja" Hendra mengambil buku yang terpelanting di lantai akibat terkejut oleh Dicky.
"Cih tangan ku terpeleset tadi" Hendra keringatan
"Sudahlah aku males membahas nya, cepat beri tahu aku gimana hasil penyelidikan?" Dicky tiba-tiba serius
"Aiya lihat dari rekaman cctv ini, sebelum Adelia masuk ke toilet, ada karyawan bernama Via masuk ke toilet membawa sesuatu berwarna hitam, tak lama kemudian Adelia masuk ke toilet, sekitar lima belas menit Mella juga masuk ke toilet, dan menggantung papan kecil di pintu toilet wanita yang bertuliskan 'Sedang di bersihkan' lalu sekitar setengah jam kemudian Mella ke luar dengan Via, meninggalkan toilet. Lalu tukang bersih toilet masuk ke dalam toilet, tak lama tukang bersih toilet berteriak dengan kencang, aku yang kebetulan lewat langsung masuk untuk melihat apa yang terjadi di toilet" Jelas Hendra
"Ini sudah jelas kalo yang mencelakai Adelia adalah Via dan Mella, mereka berdua bekerja sama untuk mencelakai Adelia" Dicky serius
"O ya tadi tukang bersih toilet memberi kalung ini ke pada ku, kata nya ia manemukan nya saat bersih-bersih setelah Adelia kamu bawa pergi" Hendra menunjukan kalung yang di beri tukang bersih toilet.
__ADS_1
"Tidak salah lagi ini adalah perbuatan Via dan Mella karena kalung ini merupakan kalung nama "VIA", dan Adelia tadi juga bercerita bahwa ia sempat menarik kalung wanita bercadar, dan wanita bercadar itu adalah Via, Via masuk membawa cadar hitam dan Mella yang telah memukul Adelia dari belakang sehingga Adelia pingsan" Dicky menganalisakan kejadian.
"Sebenarnya apa motif mereka mencelakai Adelia?" tanya Hendra
"Mungkin Via dan Mella merasa tersaingi oleh Adelia dan mungkin Mella dendam ke pada Adelia karena aku membela Adelia tadi pagi dan memarahi Mella" jelas Dicky.
"Lalu apa rencana mu ke pada Via dan Mella?" tanya Hendra.
"Kamu lihat saja besok apa yang akan aku lakukan!" Dicky mengepalkan tangan nya.
"Oke lah kamu boss nya" kata Hendra.
"Aku mau pulang dulu!" Dicky meninggalkan Hendra.
"Cih, tidak ada kah aku dapat bonus?" Hendra cemberut
"Besok aku traktir kamu ke bar" Dicky menutup pintu.
Braakkk!!!
Hendra terjinjit dan kedua tangan nya terangkat karena terkejut.
Cih..
__ADS_1
Dasar boss arogan, gunung es yang menyebalkan, selalu mengagetkan aku saja, untung saja jantung ku ini, masih sayang ke pada ku, kalo tidak ia akan terlepas karena selalu di kejutkan oleh si gunung es itu. (Hendra mengelus dada nya)