
"Tuan kamu terlalu baik terhadapku, aku takut tidak bisa membalas kebaikanmu tuan"Adelia menangis
"Tidak, kamu jangan.. jangan menangis, kenapa kamu menangis? Aku.. aku.. apakah aku punya salah padamu? apakah kamu menangis karena aku peluk tadi? maafkan aku nona?" Dicky merasa bersalah
"Puff.. tidak tuan, aku hanya merasa menyusahkan tuan saja, tidak ada hubungan dengan pelukan tadi" Adelia menahan tawa dan menjelaskan kepada Dicky
Dicky malu dan pipinya memerah
"Tuan kenapa apa tuan demam? pipimu merah sekali" tanya Adelia meletakan tangannya pada kepada Dicky.
Degh.. Degh.. Degh...
jantung Dicky berdetak kencang.
"Ti... tidak, aku tidak demam" Dicky merasa malu mengesampingkan wajahnya.
"Tapi wajahmu merah sekali tuan" Adelia menurunkan tanganya
"Ehem.. kamu kenapa bisa pingsan di toilet tadi?" tanya Dicky mengalihkan pembicaraan.
"Tadi saat aku berada di toilet, ada wanita bercadar menghampiriku dan langsung menamparku, dia berkata aku tidak boleh mendekati tuan, saat aku mencoba membalas, ada seorang yang memukulku dari belakang dan aku tidak ingat lagi. Saat bangun aku sudah berada disini, o ya sebelum aku pingsan, aku sempat menarik kalung wanita bercadar itu, mungkin terjatuh masih ada di toilet itu tuan" Adelia menceritakan kejadiannya
"Apa ini bukan kecelakaan, berarti ini sudah ada yang merencanakannya" Dicky berdiri meninggalkan Adelia keluar untuk menelpon.
Kenapa tuan Dicky terlihat sangat marah, apakah aku melakukan kesalahan? tapi aku salah apa? apakah karena aku sering menyusahkannya? aku merasa tidak enak terhadap..
Hoaamm...
Aku lelah dan mengantuk sekali.
Tak lama Adelia tertidur.
Dicky kembali setelah menelpon
__ADS_1
"Nona, aku harus kembali ke kantor" Dicky menghampiri Adelia.
Ehh... Gadis ini cepat sekali tertidurnya, setelah menelpon aku membelikan dia makanan, tapi aku tidak tega membangunkannya, aku letakkan saja di mejanya, gadis ini sangat manis ketika tertidur.
Cup..!!!
Dicky mencium kening Adelia, apa yang aku lakukan? huh untung saja gadis ini tidak bangun
****
Syukurlah ada yang mau menerima aku bekerja menyuci piring dan menyapu, setidaknya aku tidak menyusahkan kak Adelia dan bisa menabung sedikit demi sedikit untuk membantu kak Adelia bayar kontrakan. (Riska berbicara pada diri sendiri)
Pekerjaanku sudah selesai aku harus segera pulang, sebelum kak Adelia pulang.
"Nyonya aku sudah menyelesaikan pekerjaanku" Riska melapor pada pemilik rumah besar.
"Sudah selesai ya, ini sedikit uang untuk kamu, besok kemari lagi ya kesini" pemilik rumah besar menyodorkan uang 10rb.
"Alhamdulillah makasih nyonya, aku permisi dulu" Riska menerima uang dengan senang dan meninggalkan pemilik rumah besar.
****
Hah.. sudah jam 5 sore aku harus segera pulang, aku beres-beres dulu,
kruyuk.. kruyuk...
Perutku terasa lapar, eh kok ada makanan, pas sekali aku mau makan, mungkin tuan Dicky yang meletakan makanan di meja.
Nyam.. nyam.. nyam
Wah makanan ini enak sekali,
Waakkk.. (bersindawa)
__ADS_1
Kenyangnya perutku, aku bereskan dulu yang ingin aku bawa, tasku mana? o iya aku kan tadi pingsan dan aku meninggalkan tasku di ruangan tuan Dicky.
Tok.. tok.. tok..
Masuk saja, Dicky membuka pintu dan masuk menghampiri Adelia.
"Nona sudah bangun? bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Dicky menghampiri Adelia dan membawa tasnya.
"Sudah tuan, aku baik-baik saja tuan, terima kasih tuan telah menyelamatkan aku dan tuan telah memberikan aku makanan, aku merasa senang tuan" Adelia tersenyum manis.
"Sama-sama nona" Dicky tersenyum tersipu malu. (mati aku, gadis ini begitu imut dan manis sekali)
"Tuan aku mau pulang, aku telah lama meninggalkan Riska, kasihan Riska sendiri di kontrakan" ungkap Adelia.
"Mari aku antar nona pulang" Dicky menawarkan
"Tidak usah repot-repot tuan, aku bisa pulang sendiri" kata Adelia
"Jangan sungkan nona, kamu baru saja sadar, aku takut kamu kenapa-napa, izinkan aku pulang ya? jangan tolak ketulusanku nona" Dicky memohon
"Baiklah tuan, terima kasih banyak ya" Adelia tersenyum
"Mari aku tolong nona turun" Dicky memberikan tangannya pada Adelia.
Adelia menerima tangannya Dicky, perlahan turun dari kasur pasien, saat turun Adelia terpeleset dan menimpa Dicky, bibir Adelia bertemu dengan bibir Dicky, terjadi kecelakaan kiss.
Degh... degh... degh...
Adelia segera meranjak dari tubuh Dicky, dan menolong Dicky duduk.
"Ma.. maafkan aku tuan, aku.. aku tidak sengaja tuan" Adelia merasa bersalah
"Ya tidak apa nona" kata Dicky.
__ADS_1
Suasana menjadi canggung, wajah Adelia dan Dicky merona.