
Adelia dan Chika berjalan ke kantor...
"Adelia nanti pulang bareng sama aku ya? kamu harus menyesuaikan gaun yang nanti malam akan kamu pakai" kata Chika
"Baiklah Chika" Jawab Adelia
"O iya sekalian nanti kita beli topeng ya" Chika berjalan menuju kantor
"Oke Chika terserah kamu saja" Adelia tersenyum
Adelia dan Chika berjalan menuju ruangan kerja masing-masing**...
Ke pesta topeng nanti, aku mau ajak Adelia juga a, biar nanti aku punya waktu yang lama dengan Adelia,
Apa Adelia akan mau ikut dengan aku tidak ya? yang penting aku coba dulu saja lah, hahaha... jika Adelia bisa ikut pergi bersamaku, aku akan sangat senang dan juga bisa melihat Hendra si bocah tengik itu kesel karena jomblo, puff.. Aku jadi tidak sabar, aku coba tanya Adelia dulu a..
Dicky berjalan menuju ruangan kerja Adelia...
"Adelia, kamu sedang apa?" tanya Dicky
"Lagi kerja tuan" jawab Adelia
"Hmm, nanti kamu pulang dengan siapa?" tanya Dicky menatap Adelia sedang bekerja
"Nanti aku pulang dengan Chika tuan" jawab Adelia
"O begitu" (sial aku keduluan oleh Chika, hilang sudah harapan ku pulang bareng Adelia *dalam khayalan Dicky ada hati yang retak* setidaknya nanti malam aku bisa mengajak Adelia, hehehe...) Dicky mengambil kursi dan duduk di samping Adelia
"Tuan apa ada yang bisa aku bantu?
Ahhh..!!!!" Adelia berdiri dan kehilangan keseimbangan hingga menimpa Dicky
"Begini, aku ingin...." tiba-tiba Adelia jatuh ke pelukan Dicky
di waktu yang bersamaan ada karyawan yang masuk tampa ketuk pintu...
"Apa yang terjadi? kenapa teriak? ahh!!!! aku.. aku... aku tidak melihat apa-apa, mohon maaf, silahkan lanjutkan lagi"
karyawan itu langsung menghilang dalam sekejab
"Tu... tunggu itu bukan seperti yang kamu pikirkan?" teriak Adelia dan Dicky serentak
suasana tiba-tiba menjadi canggung, pipi Adelia dan Dicky merah merona..
"Ma.. maafkan aku tuan, aku tidak sengaja tuan, tolong maafkan aku ya, kakiku tadi terasa keram" Adelia menutup wajah dengan kedua tangannya
"Tidak apa nona, tapi tampaknya kamu merasa nyaman dalam pelukanku ya?" Dicky tersenyum membiarkan Adelia duduk dalam pelukannya
"Ahhh... ma.. ma.. maaf tuan, a.. a.. aku tidak bermaksud begitu, aku.. aku..." Adelia langsung melompat dari dari pelukan Dicky dan berbicara terbata-bata
"Ya tidak usah di jelaskan aku mengerti kok" Dicky tersenyum
"Terima kasih tuan" Adelia tersenyum paksa (dalam hatinya pikiran Adelia jadi kacau)
"O iya apa ada yang bisa aku bantu tuan?" Adelia mencoba tidak panik
"O ya begini, nanti malam apa kamu punya janji dengan seseorang?" Dicky bertanya penuh harap
__ADS_1
"Nanti malam ya tuan! nanti malam aku juga punya janji dengan Chika, memangnya kenapa tuan?" jelas Adelia
"A tidak apa-apa, aku hanya ingin tau saja" Dicky kecewa
"Ya tuan, apa ada yang lain tuan?" tanya Adelia
"Tidak ada, lanjutkan lah pekerjaan kamu Adelia, aku pergi dulu" Dicky kecewa berjalan meninggalkan ruang kerja Adelia
"Baik lah tuan" jawab Adelia
Kenapa tuan Dicky? kok dia terlihat aneh ya, seperti tiba-tiba menjadi sedih gitu, apa aku melakukan kesalahan kepada nya?
hufff... sudahlah lebih baik aku selesaikan pekerjaanku dulu (dalam hati Adelia)
Dicky berjalan ke ruangan nya....
Sial sekali!, dua kali aku berniat untuk mengajak nya, namun jawabannya dua kali pula kehilangan kesempatan, 2 kali kegagalan yang berturut-turut dalam 1 waktu, menyedihkan sekali, aihhh... hati ku sakit sekali (dalam pikiran Dicky, hati yang sebelum nya retak, sekarang jadi patah) huhuhu... menyebalkan sekali! (bergumam dalam hati)
Braakkk!!!!
Dicky membuka pintu dengan kencang....
"Ahhh...! aww...! aiiihhhh....! bisa tidak kamu buka pintu dengan pelan?" Hendra jatuh terjungkal dari kursi karena kaget (dasar gunung es arogan sialan! menyebalkan!)
"Hattccchhhuuuu.... seperti nya ada yang mengutukku" Dicky berjalan menuju kursi nya, mengabaikan Hendra yang terjatuh
"Hai gunung es bantu aku bangun!" Hendra minta tolong
"Ee, sedang apa kamu di situ? apakah kamu sudah tidak sabar ingin pulang, hingga kamu tidur di kursi dengan keadaan terjungkal?" tanya Dicky menghampiri ingin membantu
"Hei, apakah kamu ini bodoh? gara-gara kamu membuka pintu dengan kencang hingga membuatku terkejut dan terjatuh, tapi kamu tidak mau tanggung jawab, saat aku minta tolong kepadamu, kamu hanya diam pergi ke kursi mu, dasar gunung es sialan! (tidak berhenti mengoceh)" Hendra kesal mengoceh tiada henti
"Aww... dasar gunung es sialan! sakit tau" Hendra terjatuh untuk ke 2 kali.
"Siapa suruh kamu mengutukku dan mengoceh tidak henti-henti nya" Dicky pergi dan duduk di kursi nya
"Huhuhu... tolong aku Dicky!" Hendra memohon
"Berdiri sendiri, kamu berisik sekali" Dicky bersantai
"Gunung es yang arogan serta menyebalkan, kamu ini benar-benar kejam" Hendra berdiri dan menegakkan kursi
"Diam kamu berisik sekali! kalo kamu berbicara lagi aku batalkan rencana nanti malam" ancam Dicky
"Oke.. oke Dicky yang tampan, baik hati, dan yang sempurna, jangan batalkan acara nanti malam oke!"
"Oke diamlah" jawab Dicky kesal
"Terima kasih boss Dicky ku yang baik" Hendra tersenyum walau hatinya tidak berhenti ngoceh
Pulang kerja...
"Adelia yuk kita berangkat!" Chika menghampiri Adelia
"Ayuk Chika!" jawab Adelia
"Aku punya banyak gaun di rumah, kamu tidak keberatankan menggunakan gaun ku?" tanya Chika
__ADS_1
"Ya tak apa Chika, terserah kamu saja" jawab Adelia
"Oke di depan ada toko topeng, yuk kita beli dulu" ajak Chika
tak lama Adelia dan Chika sampai di toko topeng, mereka membeli dan pergi ke kosan Chika...
"Nah topeng sudah kita beli, tinggal masalah gaun, aku punya 2 gaun baru yang belum aku pakai, aku ambil dulu ya" Chika mengambil gaun di lemari
"Iya Chika" jawab Adelia
"Nah ini dia, aku punya 2 gaun baru, karena badan kita sama, jadi ini akan pas dan terlihat cantik saat di gunakan, aku pakai yang warna pink dan kamu pakai yang warna biru ya" Chika mencoba gaun warna pink dan memberi gaun biru
"Wah.. cantik sekali gaunnya, aku coba ya" Adelia mencoba gaun biru
"Wah.. kamu cantik sekali!" Adelia dan Chika serentak melihat cermin
Adelia dan Chika memakai gaun dan topeng...
"Adelia apa kamu bisa pakai make up?" tanya Chika
"Aku hanya bisa pakai bedak dan lipstik saja Chika" Kata Adelia mengaca pada cermin
"Pufff.. kamu ini cantik, tapi kamu tidak bisa pakai make up, ya sudahlah aku yang make up kan kamu ya?" tanya Chika
"Hehe.. iya Chika tapi aku harus pulang sekarang, aku takut membuat adikku khawatir" ungkap Adelia
"Tapi kalo kamu pulang sekarang takut nya gak ke buru nanti, kalo tidak tunggu aku mandi sebentar lalu kita pergi ke kontrakan kamu supaya cepat ya, nanti aku bawa alat make up aku, kita dandan di kontrakan kamu saja gimana?" rencana Chika
"Baiklah Chika, ide yang bagus" jawab Adelia tersenyum
tak lama kemudian Adelia dan Chika berangkat ke rumah Adelia...
"Nah sudah sampai, mari masuk Chika, dek! dek!, lihat kakak pulang dengan siapa" Adelia masuk dan memanggil Riska
"Kakak sudah pulang ya, wah siapa kakak cantik ini kak?" tanya Riska
"Ini nama nya kak Chika, dan Chika ini adik aku namanya Riska" Adelia memperkenalkan Riska dengan Chika
"Salam kenal kak Chika, kakak cantik sekali" Riska tersenyum
"Wah, makasih ya sayang, Riska juga cantik sekali" Chika membelai Riska
"Riska dan Chika, aku mandi dulu ya!" Adelia meninggalkan Riska dan Chika pergi ke kamar mandi
"Iya kak/Adelia" Chika dan Riska serentak
"O ya Riska tadi kakak belikan kamu makanan, itu di atas meja, makan lah sebelum makanan nya dingin" Teriak Adelia dari kamar mandi
"Iya kakak" jawab Riska
"Makan yang banyak ya sayang" Chika mengelus Riska
Chika dandan dan menukar pakaian dan menggunakan gaun, tak lama kemudian Adelia siap mandi dan Chika mendandan kan Adelia...
"Wah kak Adelia dan kak Chika cantik sekali, kalian mau kemana?" tanya Riska
"Dek, kakak mau pergi dulu sebentar menemani kak Chika ya, kamu tunggu kakak dirumah yah" pinta Adelia pada Riska
__ADS_1
"Ya baiklah kakak, jangan lama-lama ya dan hati-hati kakak di jalan" Riska mengerti