
Dicky mengendarai mobil menuju taman hiburan. Setelah 3 jam dalam perjalanan. Dicky, Hendra, Adelia, Chika dan Riska sampai di taman hiburan.
"Yehh, kita sudah sampai taman hiburan" Riska bersorak ke girangan
"Bocah kecil, kamu berisik sekali!" Hendra tak senang
"Kak Hendra merusak kebahagian saja!" Riska manyun
"Hendra kamu kekanak-kanakan sekali, apa kah kamu tidak senang bila tidak bertengkar dengan adik kecil" Dicky menceramahi Hendra
"Iya tu kak tampan, kak Hendra cari gara-gara terus" Riska senang di bela Dicky
"Biarin kekanak-kanakan, setidak nya aku bukan lah seorang bucin" Hendra tertawa kecil menyindir Dicky
"....." Dicky terdiam mati kutu tidak bisa komentar
"Bucin itu apa?" Riska kebingungan
"Puff.. Bucin itu adalah budak cinta, biasa nya orang yang bucin akan melakukan apa pun dan menurut pada orang yang ia sukai" jelas Hendra tertawa kecil melihat Dicky
"O seperti itu, jadi siapa yang bucin?"
"......." Dicky diam
"Hahahahaha..." Hendra tertawa
"......." Riska kebingungan
"Apa yang kamu tertawakan?" Dicky kesal menjitak kepala Hendra
"Aduhh, aku cuman bercanda kok" Hendra mengusap kepala nya
"Hahahahahaha" Chika, Adelia dan Riska tertawa melihat Hendra dan Dicky bertengkar
"Uhuk.. Mari kita masuk ke dalam ke taman hiburan" Dicky membuka pintu lalu ke luar dan membantu membuka pintu belakang
"Terima kasih tuan" Adelia turun dari mobil
"Kakak tampan makasih ya" Riska turun dari mobil
"Terima kasih boss" Chika turun dari mobil
"Iya" Dicky senyum
"Wah, wah, seperti nya gunung es sangat senang ya jadi bucin, ia bisa mendapatkan terima kasih langsung dari 2 wanita cantik dan juga dari bocah kecil" Hendra tertawa kecil menyindir Dicky
"......." Dicky diam kesal
__ADS_1
Bocah tengik ini cari mati ya! Sekarang aku akan diam saja, tapi lihat saja nanti!
Dicky kesal meninggalkan Hendra yang mengoceh
"Kakak Hendra mungkin iri dengan kakak tampan, kita senang kok dengan kakak tampan, tapi aku gak suka sama kakak Hendra" Riska memegang tangan Adelia dan Chika membela Dicky
"Kenapa Ratu kecil tidak suka dengan kak Hendra?" tanya Dicky tersenyum mendengar kata-kata Riska
"Iya kalo kakak tampan orang nya baik sekali, kakak tampan suka menolong aku dan kak Adelia, kakak orang nya sangat pemberani lagi. Terus kini kak tampan mengajak aku jalan-jalan, pokok nya baik sekali lah. Sedangkan kak Hendra kebalikan dari kakak tampan dan satu lagi kakak Hendra sangat bawel" Riska antusias bercerita pada Dicky
"Pufff" Dicky menahan tawa mendengar pengakuan dari Riska
"Bocah kecil, berani nya kamu bilang aku bawel!" Hendra kesal melihat Riska
"Blekkkk!!" Riska mencibir Hendra
"Sudah-sudah bertengkar terus!" Adelia menghentikan tatapan kesal antara Riska dan Hendra
"Ayo kita masuk ke dalam!" Dicky menyeret Hendra masuk
"Iya" jawab Adelia, Chika dan Riska mengikuti Dicky dan Hendra dari belakang.
Adelia, Chika, Riska, Dicky dan Hendra masuk ke taman hiburan dan menyewa kitar untuk tempat duduk.
"Kalian semua belum makan kan? Kita makan di sini saja ya, itu di toko makanan semua nya sudah penuh, kalian tidak keberatan kan kita makan di sini?" Tanya Dicky
"Ya tak apa tuan, di sini enak kok, adem" Adelia melihat pada pohon yang memberikan bayangan melindungi nya dan teman-teman dari panas nya mentari.
"Yuk" Hendra berdiri
"Iya" Adelia, Chika dan Riska jawab serentak.
Dicky dan Hendra meninggalkan Adelia, Chika dan Riska membeli makanan. Sedangkan Adelia, Chika dan Riska bersantai di tikar menikmati angin sepoi-sepoi yang memanjakan mata hingga terasa mengantuk.
"Hoamm, aduh angin ini membuat aku mengantuk saja" Chika mengantuk
"Iya kakak cantik, aku juga mengantuk" Riska tiduran di atas tas Chika
"Kita tiduran saja dulu yuk! Mungkin boss Dicky dan kak Hendra akan lama datang kemari karena semua kantin ramai sekali" Chika mengajak Riska dan Adelia tidur-tiduran
"Kamu saja Chika, aku mau ke toilet dulu sebentar, kamu tolong lihatin Riska ya, itu Riska sudah tertidur" Adelia berdiri
"Baiklah, jangan lama-lama ya" Chika tiduran di samping Riska
"Oke" Adelia tersenyum meninggalkan Chika dan Riska yang sedang tiduran di tikar
Di mana ya toilet nya? Itu ada papan petunjuk, aku lihat dulu lah ke papan petunjuk.
__ADS_1
Adelia berjalan ke arah papan petunjuk.
Adelia! Itu benar-benar Adelia! Aku harus temui dia sekarang juga! Aku sangat rindu dengan nya.
Denis berlari dari pos keamanan taman hiburan yang terletak berseberangan dengan papan petunjuk.
"Aduh, sakit sekali!" wanita cantik berlesung pipit terjatuh di tabrak Denis.
"Maaf nona! Aku tidak sengaja, apa kamu baik-baik saja?" Denis membantu wanita cantik berlesung pipit itu berdiri
"Aku baik-baik saja kok kak" Wanita cantik berlesung pipit berdiri
"Kaki kamu berdarah! Sini aku tolong kamu memberi obat!" Denis mengangkat wanita cantik berlesung pipit itu ke pos keamanan taman hiburan.
"Kak, tidak usah! Turun kan saja aku! Aku baik-baik saja" Wanita cantik berlesung pipit itu menolak Denis untuk membantu nya mengobati kaki nya yang berdarah
"Sudah menurut saja! Kamu tunggu di sini sebentar ya, aku ambil kotak P3K dulu" Denis masuk ke dalam pos keamanan taman hiburan dan meletakan lembut wanita cantik berlesung pipit itu si kursi.
"Jangan kak!" Wanita cantik berlesung pipit itu memegang tangan Denis menahan nya pergi
"Kenapa? Lihat darah kamu banyak sekali!" Denis khawatir ke pada wanita cantik berlesung pipit itu
"Jangan kakak! Aku gak mau di beri obat, aku aku takut dengan obat, itu akan sangat perih" Wanita cantik berlesung pipit itu ketakutan
"Tidak akan sakit kok! Kamu tenang saja ya!" Denis lembut menenangkan wanita cantik berlesung pipit
"......" Wanita cantik berlesung pipit terpesona dengan kelembutan Denis
Denis mengambil kotak P3K lalu membawa air bersih.
"Jika kamu takut, tutup lah mata mu" Denis mencoba mengenangkan rasa takut wanita cantik berlesung pipit
"Iya" wanita cantik berlesung pipit mengangguk dan menutup mata nya.
Denis membersihkan luka dengan air bersih dengan sangat hati-hati, lalu memberikan obat luka dengan sangat lembut.
"Nona, kaki mu sudah aku obati, tidak sakit kan?" Denis tersenyum bertanya dengan wanita cantik berlesung pipit
"Iya tidak sakit, terima kasih ya kak, o ya perkenalkan nama aku Ficka, nama kakak siapa?" Ficka menyodorkan tangan kanan dan tersenyum membuat lesung pipit nya terlihat yang menambah cantik diri nya
"Nama ku Denis, senang bertemu dengan nona Ficka" Denis menjabat tangan Ficka lalu bersalaman
**Bersambung...
Tunggu kelanjutan nya ya! ^_^
Jangan lupa beri like, rate, vote dan jadikan favorit ya ♡♡
__ADS_1
Aku tunggu jejak nya ya kak! ♡♡
Terima kacih ♡^_^♡