
Saat Dicky dan Hendra ingin pulang, tak sengaja Dicky melihat wanita yang memakai kalung mirip dengan miliknya dirumah, namun Dicky tidak menghampiri wanita itu karena wanita itu bersama dengan temannya....
"Hendra kamu yang nyetir mobil, aku lagi malas" suasana hati Dicky buruk masuk ke mobil
"Oke" kata Hendra masuk mobil (untung aku yang di suruh nyetir mobil, kalo Dicky yang pakai bisa hilang nyawa ku)
"Dicky? Dicky?" Hendra memanggil Dicky namun tidak di hiraukan
"Dicky!" teriak Hendra
"Apa? berisik sekali!" bentak Dicky spontan
"Kamu kenapa masih kesal ya sama kejadian yang tadi?" Hendra terkejut bertanya
"Jangan di bahas masalah tadi, itu hanya buat aku kesal saja" Dicky kesal
"O baiklah, tidak akan aku bahas lagi" kata Hendra menyetir tidak berani candain Dicky
Dicky duduk menyandar tenggelam dalam lamunan....
Wanita yang tadi aku lihat, siapakah dia itu sebenar nya? Mengapa dia menggunakan kalung yang sangat persis dengan yang aku punya? aku tidak akan salah ingat karena aku sudah 2 kali melihat wanita itu di bar, bukan kah hanya anak-anak ayah yang memiliki kalung itu? di pasaran juga tidak ada yang menjual kalung seperti itu, bahkan di pasar gelap sekali pun.
Hanya keturunan dari Risky Utomo yang memiliki kalung itu! Aku jadi merasa heran dengan ini, jika melihat kalung itu aku menjadi sangat rindu dengan Siska, jika Siska masih hidup, ia hanya lah gadis kecil berusia 8 tahun sekarang, namun yang aku lihat tadi adalah seorang gadis yang telah memasuki usia dewasa, ini benar-benar aneh.
Apa itu ada kaitan dengan Siska atau malah ada kaitan dengan keluarga Risky utomo?
Seperti nya masalah ini begitu rumit, aku harus bisa menyelidiki ini sampai tuntas.
Siska dimana kah diri mu berada? kakak merindukan diri mu! jika kamu masih hidup maka tunggu lah kakak! kakak akan membawa kamu pulang kembali! (Dicky sedih bicara dalam hati)
Di lain tempat...
Adelia dan Chika di antar pulang oleh Andi dan Ficky...
Aku harus simpan kalung ini dulu, jangan sampai Riska melihat kalung ini sampai semua nya terungkap....
Tok! tok! tok!
__ADS_1
"Riska! kakak sudah pulang, tolong bukakan kakak pintu!
Dek apa kamu sudah tidur?" Adelia menggedor pintu
"Hoaaamm... iya kakak tunggu sebentar" Riska bangkit dari tempat tidur menuju pintu
"Maafkan kakak ya mengganggu kamu tidur, ya sudah kamu tidur lagi" Adelia masuk mencium kening Riska
"Tak apa kakak, yuk kita tidur!" Riska memeluk Riska
"Kakak ganti baju dulu ya!" Adelia menggendong Riska ke atas kasur
"Iya kak, hoaaammm" Riska baring di kasur
"Kamu sudah ngantuk, tidur lah duluan" Adelia mengelus kepala Riska
tak lama kemudian Riska tertidur..
Adelia berbaring di samping Riska setelah ganti baju...
Tadi banyak sekali kejadian tidak terduga di bar, mulai dari bertemu wanita yang sangat mirip Selvi, di tampar oleh Tari karena kesalahpahaman dan juga pipi ku di kompres lembut oleh kak Andi, semenjak pergi dari kampung halaman meninggalkan ibu dan sahabat baik ku, aku merasa jauh rapuh seolah badan ku melayang tak tau arah dan tidak ada pijakan.
Dengan kehadiran mereka aku mulai merasakan kembali pijakan kaki, tidak lagi melayang tak tau arah, sekarang semuanya menjadi lebih baik.
Ibu, aku sangat rindu kamu bu. Apakah ibu baik-baik saja di kampung? semoga ibu selalu di lindungi oleh yang Maha Kuasa. Dan aku juga sangat rindu ke pada sahabat-sahabatku. Bagaimana kabar kabar kalian di kampung? Tika, Tio dan Denis apakah kalian juga merindukan aku di sini? Apakah kalian masih ingat aku?
Ibu, Tika, Tio dan Denis tunggu aku pulang! Aku sekarang sudah mendapatkan pekerjaan dan sebentar lagi aku akan gajian, aku akan menabung yang banyak untuk membahagiakan kalian semua terutama untuk ibu.
Ibu, lihatlah anak mu ini! Anak ibu kini sudah dewasa, sudah bekerja tidak mau menyusahkan ibu lagi dan aku ingin melihat ibu bahagia. Maafkan aku ibu! aku tak akan pulang jika belum mendapatkan informasi ayah. (Adelia menangis menggenggam erat kalung dan gelang)
Di sisi yang lain...
Nak! bagaimana kabar kamu di kota? Apakah kamu baik-baik saja? Ibu sangat rindu pada kamu nak! Semoga kamu selalu di lindungi oleh yang Maha Kuasa!
Nak! ibu berharap kamu bisa menggapai cita-cita mu dan jangan lama di kota, kembali lah nak! ibu hanya ingin di dekat kamu, tapi mau gimana lagi itu sudah keinginan kamu, ibu tidak bisa melarang keinginan kamu.
Semoga apa pun yang kamu inginkan bisa di kabulkan oleh yang Maha Kuasa, Ibu sangat rindu kamu nak! (Ibu menangis memandang foto Adelia)
__ADS_1
Di sisi lain...
Adelia! tunggu aku, aku akan pergi ke kota untuk menemui kamu, Adelia apakah kamu tau betapa besar nya rasa sayang dan cintaku ke pada mu! Aku harap kamu akan baik-baik saja di situ! Adelia jaga lah hati mu untuk ku! Andai kamu tau betapa menderita nya aku saat kamu tinggalkan aku (Denis menangis memandang foto Adelia)
Dicky sampai di apartemen...
Huhhh....
Hari ini sangat menyebalkan dan sangat memalukan (teringat kejadian di bar)
Arghhh....
Aku jadi menyesal pergi ke bar tadi, kalo bukan karena janji ke pada Hendra, aku tak akan mau pergi ke bar
Aihhh...
sudah lah aku sangat lelah (membaringkan badan di kasur)
Heh..
kenapa aku jadi rindu ke pada Adelia, rasa nya ingin saja aku berada di samping nya, aku pasti akan sangat bahagia seolah dunia ini hanya milik aku dan Adelia, sedangkan yang lain nya hanya menumpang di dunia ini, hehehe....
Aku ingin pergi ke kontrakan Adelia, aku sangat rindu dengan nya dan juga gadis kecil (tiba-tiba berdiri)
Aiihhh....
Aku lupa sekarang sudah sudah tengah malam (kembali berbaring di kasur).
Besok juga aku bisa bertemu dengan Adelia, tapi rasa nya lama sekali (melihat ke jam dinding sudah
pukul 23 : 05) lambat sekali berputar nya jam itu
Ingin rasa nya cepat pagi (Dicky berdiri mengambil jam dinding) Seandai nya jika jam ini di putar ke pukul 07 : 00 pagi, hari yang masih malam bisa berubah jadi pagi, pasti akan sangat menyenangkan, hahaha.. khayalan ini benar-benar konyol! (Dicky meletakan jam dinding)
Aku sangat lelah, aku harus istirahat sekarang (kembali berbaring di kasur)
Huhhh....
__ADS_1
Memikirkan Adelia membuat aku jadi gila saja, sudah lah aku mau tidur!
Dicky memicingkan mata ( I LOVE YOU Adelia) Dicky tertidur