
Hari ini aku ingin mengunjungi Adelia ke rumah sakit, kemarin aku baru saja bertemu dengannya, tapi kenapa aku tidak ingin jauh darinya, dan adik kecil itu terasa akrab, bersama mereka aku merasa bahagia. Seandainya adik bungsuku tidak di culik sewaktu dia masih kecil, pasti sekarang sudah sebesar adik kecil itu, membuat aku rindu saja.
"Nona, ini aku bawakan buah serta makanan untuk nona dan adik kecil" kata Dicky meletakan bawaannya di atas meja. "Terima kasih tuan, aku telah merepotkan tuan" kata Adelia merasa tidak enak. "Tidak usah sungkan nona, aku merasa senang bisa membantu nona" kata Dicky tersenyum. Dicky meletakan ponsel diatas meja dan mengambil buah apel.
"Terima kasih tuan, tuan baik sekali, semoga di suatu hari nanti aku bisa membalas kebaikan tuan" kata Adelia tersenyum. "Baiklah nona" kata Dicky mengupas buah apel. "Buka mulut nona! aku akan menyuapi nona makan buah" kata Dicky menyodorkan buah apel ke mulut Adelia.
"Tidak tuan, saya bisa makan sendiri" kata Adelia menghalangi tangan Dicky. "Tidak nona, kamu sedang sakit sekarang, kamu harus menurut ya, agar cepat sembuh" kata Dicky lembut. Adelia tersipu malu dan memakan buah yang di suapi oleh Dicky.
__ADS_1
"Kakak aku tadi membeli susu hangat untuk kakak! eh.. ada kakak tampan sedang menyuapi kakak Adelia, kalian berdua romantis sekali" kata Riska masuk dan menggoda Adelia dan Dicky. Huk huk huk... Adelia tersedak dan pipinya memerah.
Dicky segera mengambil air minum dan memberikan pada Adelia. Adelia mengambil air yang diberikan Dicky. "Wahh kakak tampan sangat perhatian sekali ya pada kak Adelia" kata Riska menggoda. Mata saling pandang antara Adelia dn Dicky, dan pipi mereka merah merona.
"Anu, aku.. aku harus pergi dulu karena ada urusan mendadak" kata Dicky salah tingkah menatap pada jam di tangannya dan melangkah meninggalkan Adelia dan Riska. "Ya terima kasih telah repot-repot mengunjungi aku ke rumah sakit tuan" kata Adelia tersenyum. Dicky tersenyum dan pergi meninggalkan Adelia dan Riska dengan tergesa-gesa.
Huhhh.. bisa-bisanya aku gugup di hadapan Adelia dan adik kecil itu, baru sekali ini aku menolong orang sakit lalu di goda oleh gadis kecil. Ini benar-benar memalukan. (dalam hati Dicky) aku harus telpon Hendra bagaimana keadaan kantor sekarang. Dimana ponsel ku? (meraba-raba saku pakaian) Aku ingat ponselku tinggal di meja saat aku mengupas buah apel tde (memukul kening)
__ADS_1
"Kakak mau pergi lagi? kenapa buru-buru?" tanya Riska kepada Dicky. "Ya kakak harus pergi ke kantor adik" kata Dicky coba menyembunyikan gugup. "O ya besok nona dan adik kecil sudah bisa tinggal di kontrakan, ini kunci dan alamat kontrakannya." kata Dicky memberi kunci pada Adelia. "Terima, terima kasih tuan" kata Adelia senang.
Ada apa dengan diriku? kenapa tiap berada di dekat Adelia dan adik kecil, aku merasa bahagia yang tidak bisa di jelaskan sehingga membuatku salah tingkah, ini sangat memalukan.
****
Hari ini aku baru saja keluar dari rumah sakit, hari pertamaku tiba di kota benar-benar menegangkan, melalui banyak masalah hingga terluka namun aku bahagia, dari masalah yang terjadi aku bisa menemukan adik kecil yang kini sudah aku anggap adikku sendiri dan tidak di sangka bisa bertemu orang yang sangat baik, yang telah menyelamatkan aku dan Riska.
__ADS_1
"Riska disini kontrakan kita, kita akan tinggal disini bersama, kakak harap kamu bisa betah dengan kakak dan kakak berharap kamu bisa menganggap kakak sebagai keluarga sendiri!" ungkap Adelia.
"Iya kakak terima kasih telah menganggap aku sebagai adik sendiri" kata Riska memeluk Adelia. Adelia dan Riska saling berpelukan.