YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
49. Firasat Buruk Hendra


__ADS_3

**Happy reading readers!


Jangan lupa beri like dan vote sebanyak-banyak nya ya.


Salam hangat dari author


#alsya suci maesya putri**


"Kakak, huhuhu" Riska menangis berlari mendekati Adelia yang sedang berdiri di samping Chika.


"Riska! Kamu kenapa dek? Kenapa kamu menangis? Ada apa? Siapa yang menjahati kamu?" Adelia khawatir melihat Riska yang menangis memeluk diri nya.


"Tadi ada orang jahat kak, untung ada Panji yang menggagalkan penjahat yang ingin menjahati ku, tak lama kakak tampan dan kak Hendra datang menyelamati aku dan Panji kak" Jelas Riska menghapus air mata nya.


"Tapi kamu tidak apa kan dek?" Tanya Adelia mengusap-usap kepala Riska.


"Aku tidak apa kak" Riska mulai tenang.


"Terima kasih banyak tuan Dicky, terima kasih kak Hendra, kalo tidak ada kalian aku tidak tau apa yang akan terjadi" Adelia berterima kasih pada Dicky dan Hendra.


"Ini sudah seharus nya Adelia, tak perlu sungkan" Jawab Dicky lembut.


"Ya betul sekali yang di katakan oleh Dicky.


"Iya, kalian baik sekali" Adelia terharu.


Dicky dan Hendra tersenyum pada Adelia.

__ADS_1


"Dan kamu Panji ya? Terima kasih juga ya dek, kamu sudah berusaha menolong Riska" Adelia berterima kasih pada Panji.


"Tidak kak, aku gagal menolong Riska, maafkan aku" Panji sedih.


"Tidak, jangan berkata seperti itu, kamu adalah pahlawan kecil yang menyelamatkan Riska" Tutur Adelia lembut.


"...." Panji terkesima oleh perkataan Adelia.


Selama ini aku selalu di caci maki oleh orang-orang sekitar ku, mereka semua benci ke pada ku dan selalu memusuhi ku.


Tapi kakak ini berbanding terbalik oleh orang-orang yang membenci ku.


Kakak ini bahkan memuji ku sebagai pahlawan kecil, walau pun ia tau aku tak berhasil menyelamatkan Riska.


"I iya kak" Jawab Panji pelan.


"O ya Adelia, Chika dan adik kecil, perkenalkan ini Panji adik angkat ku" Dicky memperkenalkan Panji pada Adelia, Chika dan Riska.


"Wah, ternyata adik tampan ini merupakan adik dari boss Dicky toh.


"Iya dong" Dicky tersenyum pada Chika.


Kruyukk.... Suara perut Riska berbunyi.


"Hehe.. Kakak perut ku lapar kak" Riska tertawa kecil sembari memegang perut nya.


Hahahaha....

__ADS_1


Dicky, Adelia, Hendra, Panji dan Riska tertawa.


Suasana tegang tiba-tiba berubah menjadi lucu..


Dicky membuka pintu mobil mempersilahkan Adelia dan Riska masuk ke mobil.


Chika yang ingin masuk ke mobil terhenti karena ingat gelang pemberian dari ibu nya hilang.


"Kamu mau ke mana? Kenapa tidak jadi masuk ke dalam mobil?" Tanya Hendra pada Chika.


"Gelang aku hilang kak, aku mau cari dulu! Sebentar saja!" Tutur Chika cemas.


"Aku temani ya!" Pinta Hendra pada Chika sembari menahan tangan nya.


"Gak mau, aku sendiri saja" Chika menarik kuat tangan nya hingga genggaman tangan Hendra terlepas.


"....." Hendra diam membiarkan Chika pergi mencari gelang pemberian ibu nya yang hilang.


Kok perasaan aku tak enak ya!


Aku merasa seperti ada sesuatu yang buruk akan terjadi.


Hendra terdiam memegang dada nya yang terasa sesak tak nyaman.


Aku merasa akan terjadi sesuatu pada Chika. Aku harus mengikuti Chika diam-diam!


"Hendra! Ayo cepat naik! Eh ke mana si Chika?" Tanya Dicky melihat ke belakang.

__ADS_1


"Dicky, tunggu aku dan Chika ya!" Hendra berlari mengejar Chika.


Bersambung...


__ADS_2