
Hendra mengetok pintu dan masuk ke ruangan Dicky..
"Ada apa suruh aku balik? Kamu ingin memotong gaji ku atau ingin memecat ku?" tanya Hendra lesu
"Tidak, aku tidak akan memotong gaji mu atau bahkan memecat mu, kamu ada tugas lagi dan ini gampang sekali" Dicky mulai membicarakan maksud nya
"Huh... Aku lega, tugas apa itu?" tanya Hendra penasaran
"Eheemm, besok pembagian gaji, aku akan sekalian menepati janji ku pada mu, aku akan ajak kamu ke taman hiburan, tapi.. Eheemm.. Aku ingin kamu mengajak Adelia, adik kecil dan Chika" Dicky gugup dan pipi nya memerah
"Hahahahaha... Aku kira tugas apa? Ternyata hanya mengajak Adelia, adik kecil dan Chika ke taman hiburan, soal mengajak itu sangat gampang, aku bisa mengatasi urusan ini dengan mudah, tapi aku tak menyangka gunung es bisa jadi seorang bucin juga, hahahaha..." Hendra tertawa
"Diam! Kamu ingin di pecat ya?" Dicky kesal menjitak kepala Hendra
"Haha... Oke oke aku akan mengajak Adelia, adik kecil dan juga Chika, jangan terus mengancam ku, tapi kalo aku yang mengajak Adelia, apa kamu gak cemburu? Aku bisa membuat gadis-gadis itu terutama Adelia jadi tertarik pada ku loh.. Kamu jangan menyesal ya!" Hendra menggoda dan memanas-manaskan Dicky
"Berani nya kamu ingin merebut wanita ku! Cari mati ya! Biar aku yang mengajak Adelia sendiri, dia itu milik ku, kamu jangan coba-coba mendekati Adelia bahkan merebutnya dari ku, kalo kamu sayang nyawa mu, ingat kata-kata-kata ku ini" Dicky kesal menjitak kuat kepala Hendra
"Aduhh.. Sakit sekali kepala ku, aku hanya menggoda kamu saja, aku cuman bercanda, kenapa kamu serius sekali? Aku gak bakal berani mendekati wanita mu bahkan merebutnya, aku tau kamu suka Adelia dan aku juga sayang nyawa ku" Hendra manyun mengusap kepala nya
"Bagus! Kalo kamu sadar diri, kamu ajak Chika saja! Adelia dan adik kecil biar aku yang mengurus" perintah Dicky masih merasa kesal
"Aku akan pergi ke rumah sakit, kamu selesaikan tugas mu dulu, pokok nya aku hanya tau beres saja" Dicky berdiri dan berjalan meninggalkan Hendra dari ruang kerja nya
"Baiklah aku akan laksanakan semua perintah mu" Hendra senang berjalan di belakang Dicky
Dicky berjalan menuju mobil dan Hendra kembali ke ruang kerja nya dan melanjutkan pekerjaan nya....
Sialan! Gara-gara menjaga gengsi dan malu mintak tolong, aku jadi susah sendiri! Bagaimana ini? Aku tak tau bagaimana cara mengajak seorang wanita karena aku bukan lah pria yang lembut dan aku sendiri juga tidak bisa mengerti tentang diri ku sendiri.
Jika aku kembali dan bertanya pada Hendra aku malu dan bingung bagaimana cara mengutarakan keinginan ku ini. Bocah tengik itu akan meledeki aku dan menertawai ku.
Lebih baik aku tanya teman masa kecil ku saja yang kini sedang ada di luar kota, semoga dia bisa membantu, aku sih dengan dia suka blak-blakan, tapi tetap saja aku malu untuk bertanya bagaimana cara mengajak seorang wanita, jika tidak aku bertanya pada Dini si wanita tomboy, maka aku akan sangat malu terhadap Hendra
Baik lah aku ini adalah pria yang gentle! Aku akan menelpon Dini si Wanita tomboy sekarang juga!
Dicky mengambil ponsel nya. Nah ini dia nomor nya, aku telpon tidak ya?
Iya? Tidak? Iya? Tidak?
__ADS_1
Gawat tangan ku terpeleset!
Sialan! Aku benar-benar menelpon Dini!
Tut... Tut... Tut... (Nada tersambung)
"Hallo" Dini mengangkat telpon
"!!!!!!!" Dicky langsung mematikan telpon
"Ah..! Telpon kok diam saja dan langsung mematikan panggilan! Kenapa ni orang? Apa terjadi sesuatu dengan si kepala batu?" Dini bingung dan menelpon ulang Dicky
Tut... Tut... Tut.... (Nada tersambung)
"Ahh... Bikin terkejut saja! Kemana ponsel nya terjatuh?" Dicky meraba-raba mencari ponsel nya yang terjatuh karena terkejut
"Kok gak di angkat ya? Aku telpon lagi saja!" Dini menelpon ulang
"Bagus panggilan nya tak terjawab" Dicky lega memegang ponsel
"Aku telpon lagi a, si kepala batu ini sangat menyebalkan! Lihat saja nanti kalo di angkat, aku akan marahi abis-abisan si kelapa batu itu!"
Kring..! (Dini menelpon ulang Dicky)
"Halo! Kepala batu kenapa kamu tak mengangkat telpon ku? Ada apa?" Dini membentak Dicky
"Tenang lah wanita tomboy, tadi ponsel ku terjatuh" jawab Dicky datar
"Ada apa tadi kamu menelpon ku? Jarang sekali kamu menelpon ku, apa ada suatu yang penting?" tanya Dini penasaran
"A itu.. Aku.. Aku.." Dicky tiba-tiba gugup
"Itu apa? Aku apa? ngomong yang jelas! Kenapa kamu gugup sekali a? Apa ada yang tidak beres?" tanya Dini curiga
"Itu.. Ehem.. Aku ingin tanya sesuatu ke pada mu?" Dicky mencoba tidak gugup
"!!!!!!" Dini terdiam terkejut
Mungkin kah kepala batu ingin bertanya tentang perasaan ku ke pada nya (pipi Dini merona)
__ADS_1
"Halo? Wanita tomboy! Halo? Halo? Apa kamu mendengar ku bicara?" Dicky memanggil Dini karena tiba-tiba terdiam
"Ah.. Iya iya, aku.. aku dengar kok, kamu.. kamu mau tanya apa tadi? tanya saja!" Dini tiba-tiba lembut
"Baiklah sebenar nya aku mau tanya itu.." Dicky ragu bertanya
"Iya tanya apa? Tanya saja!" Dini bersemangat
"Iya aku mau tanya itu, ehem.. Itu aku ingin mengajak orang jalan-jalan, tapi aku bingung bagaimana cara mengajak nya, Apa kamu tau aku harus bagaimana untuk mengajak nya?" Dicky berusaha mengutarakan maksud dia menelpon Dini
"!!!!!!" Dini terdiam
"Halo? Halo?" Dicky memanggil Dini yang terdiam
"Dasar kepala batu bodoh! Kamu usahain aja sendiri! Tut.. Tut.." Dini bentak Dicky dan mematikan telpon
"?????" Dicky bingung
Kenapa tiba-tiba wanita tomboy ini marah-marah? Apa Aku melakukan kesalahan? Wanita memang sulit di prediksi ya! Tadi lembut tak berapa lama langsung marah. Membuat ku tambah bingung saja.
Wanita tomboy juga gak mau menolong ku, terpaksa aku yang harus lakukan sendiri!
Kenapa aku bodoh sekali tentang wanita? Padahal aku sangat hebat di kantor dan di dunia bisnis, dulu juga zaman sekolah aku selalu mendapat juara umum pertama. Aku tak menyangka ternyata kelemahan ku ternyata adalah wanita yang aku sukai.
Aku pergi ke toko bunga dan toko buah dulu, aku akan bawakan bunga untuk Adelia dan juga buah untuk Adelia dan adik kecil. Aku sering nonton drama romantis, tapi aku tak tau apa ini akan berhasil? Yang penting aku coba saja dulu.
Di sisi yang lain....
Kepala batu bodoh! Kamu benar-benar menyebalkan! Bisa-bisa nya tanya hal yang konyol seperti itu pada ku? Apa otak nya sudah konslet hingga hal kecil yang tidak penting di tanyakan seperti itu! Membuat ku kesal saja.
Apa-apaan ini? Kenapa aku harus peduli dengan si bodoh kepala batu itu. Apa yang di maksud kepala batu mengajak orang itu adalah seorang wanita? Hati ku terasa sakit.
Apa aku jatuh cinta dengan kepala batu? Padahal aku dan kepala batu sudah bersama dari sejak kecil, tapi aku tak pernah menyadari hal ini!
Apa hanya aku saja yang merasakan ini? Apa kamu tidak bisa merasakan bagaimana perasaan ku ini? Kepala batu kamu jahat!
Aku akan kembali!
Aku di sini akan merubah penampilan aku dan aku akan berusaha membuat kamu mencintai aku juga!
__ADS_1
Kepala batu tunggu aku kembali!
Dini menghapus air mata di pipi nya.