
Apa ini jantungku tak berhenti berdetak kencang, apa aku menyukainya? kejadian tadi! apakah itu nyata? aku terlalu bahagia hingga serasa bagaikan di dunia mimpi, aku merasa bagaikan terbang ke langit. O tidak itu adalah ciuman pertamaku, tapi itu tidak buruk, hahaha, lumayan juga. Apa-apaan ini pikiranku tiba-tiba menjadi mesum. Ini bukanlah diriku yang biasa (Dicky berbicara pada diri sendiri) pipi Dicky merona.
Ya ampun, ini memalukan sekali, aku menimpa tuan Dicky dan menciumnya, o tidak ciuman pertamaku hilang, apa yang baru saja ku lakukan? dia adalah bosku sekarang, apa dia akan membenciku? dan apa dia akan memecatku, aku baru saja masuk kerja, apa aku akan di pecat di hari pertama aku bekerja? oh tidak pikiranku sangat kacau (Adelia berbicara di dalam hati)
"Ayo nona, aku bantu berdiri" Dicky memapah Adelia berdiri
"tu.. tuan, maafkan kejadian yang baru saja terjadi? aku.. aku benar-benar tidak sengaja tuan! apa.. apakah tuan akan membenciku? dan tuan akan.. akan memecatku? tuan, aku.. aku mohon jangan pecat aku tuan?" Adelia memegang tangan Dicky dan bermohon.
"Puff... tidak, aku tidak akan memecat nona, aku tidak akan benci nona, aku tau tadi itu murni kecelakaan dan tidak di sengaja, akunya juga salah tidak benar menuntun nona, hingga terjadi kecelakaan seperti tadi" Dicky menahan tawa dan mencubit hidung Adelia.
Degh.. degh.. degh
Jantungku berdetak kencang lagi (dalam hati Adelia) pipi Adelia merona.
"Te.. terima kasih tuan atas pengertiannya, tuan baik sekali" Adelia tersenyum manja
"Sama-sama nona, yuk kita naik ke mobil, aku akan mengantar kamu pulang" Dicky tersenyum malu
Dicky membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Adelia naik mobil.
__ADS_1
"Mari nona silahkan masuk!" Dicky tersenyum
"Terima kasih tuan" Adelia masuk ke dalam mobil.
Di mobil suasana hening canggung, ketika Dicky ingin bicara, Dicky melihat ke samping, ternyata Adelia sudah tertidur.
Ternyata gadis ini sangat gampang tertidur ya, gadis ini sangat manis, aku harus mendapatkannya, namun aku belum pernah pacaran, bagaimana cara aku mengungkapkan perasaan ini? aku sangat nyaman dengannya, aku harus mendapatkan dia, cepat atau lambat gadis ini akan jadi milikku.
Dicky singgah di SPBU mengisi bensin mobilnya.
O ya gadis ini di kontrakan berdua dengan adik kecil, aku belikan makanan untuk mereka berdua, mereka pasti senang. (Dicky bicara pada diri sendiri)
"Nona! bangun nona kita sudah sampai di kontrakan, yuk turun aku antar ke dalam" Dicky membuka pintu mobil dan membangunkan Adelia dengan lembut.
"A.. iya iya tuan aku segera turun" Adelia terbangun dan menghapus air liurnya.
Dicky menuntun Adelia turun, Dicky menahan tawanya melihat tingkah lucunya Adelia saat bangun tidur.
"Riska, kakak pulang!" Adelia mengetok pintu
__ADS_1
"Kakak sudah pulang ya, eh ada kakak tampan" Riska membuka pintu
"Tuan mau mampir dulu ke dalam?" Tanya Adelia
"Tidak usah nona, aku ada keperluan di luar, ini aku belikan sedikit makanan untuk nona dan adik kecil" Dicky menyodorkan bungkusan makanan.
"Wah kakak tampan baik sekali, makasih banyak ya kakak tampan" Riska mengambil bungkusan makanan
"Ya sama-sama adik kecil" Dicky tersenyum dan mengelus kepala Riska.
"Terima kasih ya tuan, tuan sangat baik kepada aku, kebaikan tuan tidak akan aku lupakan" ungkap Adelia tersenyum
"Sama-sama nona, jangan sungkan terhadapku nona, o ya aku pamit dulu ya" Dicky berpamitan kepada Adelia dan Riska
"Hati-hati ya tuan/kakak tampan" kata Adelia dan Riska serentak
Dicky tersenyun meninggalkan Adelia dan Riska.
Kenapa jika aku berada di antara Adelia dan Riska aku merasakan kenyamanan dan kehangatan, dan jika aku jauh dari mereka aku merasa kehilangan walau itu hanya sebentar, ini membuat aku dilema. Adelia dan Riska tunggu aku, aku akan menjadikan kalian menjadi keluarga yaitu menjadikan Adelia sebagai istri dan menjadikan Riska sebagai adik iparku. (Dicky berbicara pada diri sendiri).
__ADS_1