
"Dicky, kita langsung berangkat ke bar?" tanya Hendra
"Iya sekarangkan sudah jam 8, kita datang lebih awal itu lebih baik" jawab Dicky santai
"Tapi di bar nanti ada pesta bertopeng, aku tidak punya topeng, yuk singgah dulu ke toko topeng?" ajak Hendra
"Baiklah, aku juga lupa nanti ada pesta topeng" jawab Dicky
Dicky dan Hendra singgah di sebuah toko topeng...
"Aku lihat-lihat dulu, kamu mau beli yang mana Dicky?" tanya Hendra sambil lihat-lihat
"Aku belum menemukan topeng yang bagus, kamu cari saja dulu!" Dicky melihat-lihat
"Dicky! Dicky! kemarilah lihat ini ada 2 topeng terbagus edisi terbatas! bagus sekali, kita beli yang ini saja yuk!" Hendra melihat topeng sambil memanggil Dicky melambaikan tangan nya
"Wow.. lumayan bagus! ada 2 warna, aku yang warna silver saja, kamu yang warna emas" Kata Dicky mencoba pakai topeng memandang ke cermin
"Baiklah, aku coba juga" Hendra memakai topeng dan berdiri di samping Dicky menghadap ke cermin
"Oke keren, mbak kami beli 2 topeng ini" Dicky segera pergi ke kasir dan membayar nya
Dicky dan Hendra berangkat ke bar...
"Asik kita sudah sampai! gadis-gadis aku datang! Hei Dicky.. Aku sudah terlihat tampan kan?" Hendra memakai topeng merasa paling tampan
"Biasa aja" Dicky datar
"Dasar gunung es sialan! sekali saja puji aku, walaupun itu bohong, setidak nya aku bisa senang sebentar" Hendra kesal
"Iya kamu tampan sekali, sangat tampan kalo di lihat dari lubang sedotan di puncak monas, ckck" Dicky cemooh
"Enak saja, aku adalah pria tertampan di dunia ini, bilang saja kamu iri terhadap ketampanan ku, huh" Hendra sok tampan
"Puff, iya pria tertampan di dunia khayalan" Dicky menahan tawa geli
"Dasar gunung es arogan sialan menyebalkan..(tidak berhenti mengeluarkan kata-kata ocehan)" Hendra tidak berhenti ngoceh
"Diamlah, berisik sekali!" Dicky kesal menjitak kening Hendra
"Aww.. sakit" Hendra kesakitan memegang kening (gunung es sialan! sakit tau, huhuhu)
"Ayo masuk ke dalam" Dicky menggunakan topeng dan keluar dari mobil dengan ekspresi dingin
"Iya" Hendra keluar dari mobil masih memegang kening
"Hmmm" Dicky berjalan masuk ke bar
"Ayo! ledis aku datang!" Hendra tiba-tiba bersemangat
__ADS_1
Di waktu yang bersamaan Adelia dan Chika sampai di bar....
Adelia dan Chika berselisih dengan Dicky dan Hendra saat ingin memasuki bar....
Adelia berjalan dengan Chika ke dalam bar, karena di dalam bar sangat rame, hingga saat berjalan Adelia di tabrak seseorang, topeng orang itu terjatuh, Adelia menolong orang itu mengambil topeng nya
"Maaf ya nona, aku tidak sengaja menabrak nona" Adelia berdiri memberikan topeng yang terjatuh pada orang itu (Hah.. wanita ini.... sangat mirip dengan orang yang sangat benci terhadapku di sekolah dulu, itu adalah Selvi, tidak salah lagi itu benar-benar selvi)
"Ya tidak apa, karena suasana hati ku sedang baik, jadi aku maafkan kamu" Selvi meninggalkan Adelia dan Chika
Itu benar Selvi, dari tinggi, bentuk badan, suara nya sangat mirip, itu benar-benar Selvi, aku tidak akan salah ingat! tapi tadi itu dia bisa bicara dengan baik ke pada ku walau masih rada cuek tapi tidak ada aura jahatnya, atau karena aku pakai topeng hingga? hingga Selvi tidak sadar bahwa itu aku, dulu waktu di sekolah dulu Selvi sangat benci terhadap ku dan selalu ingin mencelakai aku (Adelia berbicara dalam hati)
"Adelia? Adelia? kamu kenapa melamun?" tanya Chika memecahkan renungan Adelia
"Aa.. iya iya" Adelia terkejut
"Kamu ini kenapa? aku juga jadi kaget, kamu lagi mikir apa?" Chika terkejut dan bertanya pada Adelia
"Ti... tidak ada apa-apa, maafkan aku membuat kamu terkejut, tadi aku hanya merasa wanita tadi mirip dengan temanku yang di sekolah dulu" jelas Adelia
"O begitu, mungkin hanya mirip saja, yuk ke tempat senior, pasti dia telah menunggu lama" Chika menarik Adelia ke tempat senior berada
"O baiklah"Adelia nurut
di waktu yang bersamaan...
"Dicky ngapain ngelamun di situ? yuk cari tempat duduk" Hendra memecahkan lamunan Dicky
"O iya ayo, disitu saja" jawab Dicky ke pada Hendra lalu kembali melirik ke seberang, namun gadis yang di lihatnya dari tadi tiba-tiba hilang
Kemana gadis cantik tadi? kenapa tiba-tiba hilang? eh.!! tadi aku samar-samar melihat gadis itu menggunakan kalung yang sangat mirip dengan yang aku punya, tapi kalo yang aku punya kan ada di rumah! atau jangan-jangan itu kalung milik adik ku Siska, tapi kalo di pikir itu tidak mungkin karena Siska sekarang usia nya baru 8 tahun, ya sudahlah mungkin aku terlalu banyak berpikir (Dicky bicara dalam hati)
di tempat lain...
"Senior aku datang! lihat ni aku bawa pasangan tau, lihat teman aku cantik kan?" Chika menyapa senior dan meperkenalkan nya dengan Adelia
"Iya, silahkan duduk" Andi tersenyum ramah
"Nah, biar aku perkenalkan ya, ini senior ku nama nya Andi dan senior perkenalkan nama teman ku Adelia" Chika memperkenalkan Adelia dengan Andi
"Kalian mau minum?" tanya Andi
"Tidak! tidak, kami sudah minum tadi senior" jawab Chika
"O begitu, kalian mau pergi dansa?" tanya Andi
"Tidak senior, kami ke sini hanya sebentar saja" jawab Chika
"Chika, kakak senior, aku permisi dulu ke toilet ya" Adelia berdiri dan meninggalkan Chika dan Andi
__ADS_1
Huhhhff... aku benar-benar tidak betah di sini, di sini bau asap rokok dan akhohol, ini membuat ku sangat tidak nyaman (dalam hati Adelia)
"E senior Ficky! baru datang?" tanya Chika
"Aku sudah dari tadi datang, tadi aku ada telpon jadi pergi keluar sebentar" jawab Ficky
"O begitu, kamu sendiri ke sini Chika?" tanya Ficky
"Aku kemari dengan teman ku, tapi dia pergi ke toilet, nah itu dia sedang jalan kemari" jelas Chika
"Adelia cepat kemari! nih perkenalkan senior ku ini namanya Ficky, dan ini teman ku nama Adelia" Chika memperkenalkan Adelia dan Ficky
Kepada semua yang berada di sini.. kita akan segera mulai acara dansa!
"Nah karena kita 2 pasang sekarang, yuk kita berdansa! aku dansa dengan senior Ficky saja, dan Adelia dengan senior Andi oke!" kata Chika
"Ya sudah yuk kita mulai dansa nya! Yuk Chika mari kita dansa!" Ficky berdiri mengulurkan tangan kanan nya ke pada Chika
"Yuk senior, dengan senang hati" Chika menerima tangan Ficky dan meninggalkan Adelia dan Andi
"Mari kita juga ikut dansa nona Adelia" Andi tersenyum mengulurkan tangan kanan nya kepada Adelia
"Ta.. tapi aku tidak bisa berdansa kak! aku takut mengacau dan membuat kakak malu" Adelia ragu
"Tidak apa aku bisa mengajarkan dansa pada mu, bila kamu berkenan?" tanya Andi berdiri menghampiri Adelia
"Apakah aku menyusahkan kakak?" Adelia memandang Andi
"Tidak sama sekali, dengan senang hati aku akan ajarkan dansa pada nona cantik, yuk mari kita mulai dansa?" Andi mengambil tangan Adelia dengan lembut
"Baiklah kak Andi, maaf akan merepotkan kakak" Adelia berdiri ikut bersama Andi
Adelia berjalan dengan Andi menuju tempat dansa, namun saat berjalan, ada orang yang menyenggol Adelia, hingga Adelia h**ampir jatuh namun Andi berhasil menahan Adelia agar tidak jatuh, tiba-tiba ada orang datang marah-marah serta menampar Adelia
Plaakkkk..!!!!
"Hei jal**g berani-berani nya kamu mengganggu priaku, kamu cari mati ya!" Tari menampar dan memaki Adelia
"Aww.. sakit sekali! apa maksud kamu?" Adelia kesakitan memegang pipi nya
"Masih menyangkal? kamu telah
mengganggu tunangan ku, kamu masih mau bilang apa? dasar jal**g tidak tau diri" Tari teriak kesal ingin memampar Adelia sekali lagi
"Cukup kamu salah paham, aku tidak pernah mengganggu tunangan kamu" Adelia menahan tangan Tari yang ingin menamparnya
"Kamu ini apa-apaan sih? aku ini hanya membantu Adelia yang hampir terjatuh dan kamu ingat kata-kataku ini AKU BUKAN TUNANGAN KAMU!! jangan ngaku-ngaku!" Andi kesal membawa Adelia pergi
**Kemana Andi akan membawa Adelia? siapakah Tari itu? dan apa yang akan terjadi selanjutnya? tunggu kelajutannya di episode selanjutnya ya!! ^-^
__ADS_1