
Adelia pulang kerja langsung pergi ke kontrakan, namun tidak menjumpai Riska, Adelia sangat mengkhawatirkan Riska hingga malam pun tiba, namun Riska tidak juga pulang ke kontrakan..
Dek! kamu di mana? kenapa belum juga pulang? apa kamu baik-baik saja? (Adelia menangis tersedu-sedu)
Aku harus mencari Riska! berjanjilah jaga diri mu! Tunggu kakak ya dek! (Adelia menguatkan diri)
Adelia terus mencari-cari namun tidak menemukan Riska, tiba-tiba pakkk!! seseorang memekul punggung Adelia dan berhasil membuat Adelia pingsan.
Hahaha... mamp*s kamu! karena telah mengganggu urusan ku pada waktu itu, sekarang kamu yang akan aku tahan (Preman mengangkat Adelia pergi)
Berapa hari kemudian..
"Chika, apa kamu melihat Adelia?" tanya Dicky
"Tidak boss, aku tidak melihat Adelia beberapa hari ini, bahkan Aku telah pergi ke kontrakan Adelia, tapi tidak ada seorang pun di kontrakan nya, aku sangat khawatir terhadap nya" jawab Chika
"Aneh, saat kamu pergi ke kontrakan Adelia, apa melihat barang-barang Adelia masih ada/masih utuh?" tanya Dicky serius
"Iya boss, semua barang Adelia dan adik kecil utuh semua dan tidak ada yang hilang, tapi aku heran mengapa mereka berdua tiba-tiba hilang" jawab Chika sedih
"!!!! (Dicky terkejut dan langsung mengingat kejadian yang di alami Adelia dan Riska saat mereka pertama berjumpa)
"Boss apa kamu baik-baik saja? kenapa boss terlihat pucat
Dicky langsung pergi dari kantor meninggalkan Chika tanpa kata-kata...
Dicky langsung pergi ke tempat ia berjumpa dengan Adelia, Dicky sangat khawatir dengan Adelia hingga tangan nya bergetar...
Adelia! Adik kecil tunggu aku! semoga kalian tidak kenapa-napa! jika terjadi sesuatu terhadap kalian, aku tidak bisa memaafkan diri ku sendiri (Dicky menahan air mata)
Dicky sudah sampai di tempat ia pertama kali bertemu dengan Adelia dan adik kecil, namun tidak menemui Adelia dan adik kecil, Dicky mencari ke semua tempat dan tinggal tersisa pabrik usang yang belum Dicky periksa...
Plakkk.!!!!
"Huwaaaaaa...."
"Diam! jika kamu teriak lagi maka akan aku bunuh kamu!"
"Huhuhuhu... lepaskan kami, huhuhu...!"
"E kamu ini mimpi di siang bolong ya? Siapa yang akan menolong kamu a? Dasar jal*ng kecil! Teriak saja sekencang nya, hahahaha"
"Huhuhuhu...!"
(suara yang berada di pabrik usang)
Suara itu terdengar sangat akrab! Suara itu seperti nya adik kecil! aku harus secepat nya ( Dicky bicara pada diri sendiri
Dicky mengahampiri sumber suara, Dicky sangat terkejut mengintip pabrik usang...
Brakkk!!! (Dicky menggobrak pintu pabrik dengan membawa aura membunuh)
__ADS_1
"Siapa? siapa itu?" teriak preman kesal
"Kamu tak kenal aku? cepat sekali lupa nya ya" Dicky mendekati preman dan langsung meninju preman dengan kuat
"Aw.. ke.. kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya preman ketakutan
memegang pipi nya yang berdarah
"Berani nya kamu mengulang kesalahan untuk ke 2 kali, ternyata kamu memeng tidak sayang kepada nyawa mu ya" Dicky kesal
"Ma.. maafkan aku, aku.. aghhh" Preman tumbang di tinju Dicky
"Masih mau bicara a? Aku akan membunuh mu sekarang juga!" Dicky murka
"Huwaaaaa.. kakak tampan berhenti, selamatkan aku dan kak Adelia, huhuhuhu... lihat kak Adelia pingsan kak, huhuhuhu..." Riska menangis kencang
"Adik kecil tak usah khawatir, kakak akan segera menolong kalian setelah ini!" Dicky mengikat tangan preman
"Adik kecil apa kamu terluka? apa mu yang sakit?" tanya Dicky membuka pengikat tali yang yang terpasang di tangan Riska
"Tidak apa-apa kak tampan, aku sudah terbiasa di pukul orang, tapi kak Adelia tidak sekuat aku kak, huhuhu.." Riska bercerita sambil menangis
"Sudah jangan menangis adik kecil, kakak ada di sini" Dicky memeluk Riska
"Terima kasih kak tampan" Riska berhenti menangis
"Ya sama-sama, adik kecil kamu bisa berjalan sendiri kan nanti?" tanya Dicky menghampiri Adelia yang terbaring pingsan di sebelah Riska
"Ya kamu adalah gadis kecil yang sangat kuat" Dicky tersenyum menyembunyikan sedih
"Adelia! Adelia! Adelia! bangunlah! jangan buat aku jadi khawatir" Dicky menggoyang-goyangkan badan Adelia
"Riska!!" Adelia terbangun langsung berteriak nama Riska
"Tenanglah Adelia! Riska sudah tidak apa-apa" Dicky memegang lembut pipi Adelia
"Huwaaaaa!!!" Adelia menangis dengan kencang
"?????" Dicky kebingungan melihat Adelia menangis
"Tuan! Huwaaa... te.. terima kasih banyak tuan" Adelia memeluk erat Dicky
"Iya tak apa, maafkan aku terlambat menyelamatkan kamu" Dicky balas peluk Adelia
"Tidak tuan, kamu lah yang telah menyelamatkan kami untuk yang ke 2 kali nya" Adelia melepaskan pelukan Dicky
"Ya itu sudah kewajiban aku terhadap kamu dan Riska" Dicky menatap Adelia
"?????" Adelia tiba-tiba memegang kepala dengan ke 2 tangan nya ( Gawat aku tadi menangis hingga ingus ku mengenai baju nya tuan Dicky
"Kamu kenapa Adelia? apa kepala kamu sakit?" tanya Dicky bingung
__ADS_1
"Maaf tuan!" Adelia mengelap bekas ingus nya di baju Dicky yang tepat di dada nya
"Kamu! tidak apa tidak usah di pikirkan" Dicky memandang Adelia
"Iya tuan" Adelia tersenyum memandang Dicky
Kruyuukkk....!!
tiba-tiba suasana hening....
3 detik kemudian....
"Hahahahaha... hahahahaha... hahahahahah...." Dicky dan Adelia tertawa
"A anu kak Adelia dan kak tampan seperti nya cacing di perutku mengajak bertempur deh" Riska canggung
"Hufff... Riska kemari lah" Dicky menahan tawa
"A.. apa kakak akan memukul cacing di perut ku?" Riska takut
"Hahahaha... tentu saja tidak, kemarilah adik kecil" Dicky tersenyum
"Baiklah kakak tampan" Riska berjalan menuju Dicky dan Adelia
"Aaa tuan Dicky mengapa kamu menggendong aku? turun kan aku! lihat Riska saja berjalan, untuk apa aku di gendong?" Adelia teriak
"Nona Adelia yang manis menurut lah!" Dicky menggoda Adelia
"Kamu....!!" pipi Adelia memerah
"Hufff... Adik kecil ayo naik ke punggung kakak!" Dicky menurun kan badan nya sedikit
"Tapi kakak tampan kan sedang menggendong kak Adelia, mana mungkin aku juga ikut di gendong di punggung kakak tampan" jelas Riska
"Ya kamu pintar sekali, kamu naik saja ke punggung kakak ya, tenang lah! kalian tidak akan jatuh kok" jelas Dicky
"Tapi kak..." jawab Riska
"Ssstttt! sudah nurut saja ya gadis baik!" Dicky tersenyum ke pada Riska
"Baik lah kakak tampan, aku akan menurut dengan kata-kata mu" Jelas Riska tersenyum serta terharu, naik ke punggung Dicky
"Baik lah nona-nona pegang aku dengan erat!" perintah Dicky sambil bersiap berjalan ke luar dengan menggendong depan Adelia dan menggendong punggung Riska
Dicky menggendong Adelia dan Riska sekaligus membawa mereka ke mobil
**Bagaimana ke lanjutan cerita nya? tetap setia ya baca novel ini! jangan lupa beri like, rate dan jadikan favorit, jika berkenan beri vote juga ya.! ^_^
jika ada masukan/ kritikan, silahkan komentar ya!
aku tunggu yah! ♡ ^_^ ♡
__ADS_1