You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.10 PATAH


__ADS_3

Di J.C Company, Rion sedang memijit pelipisnya yang terasa sangat pusing setelah mendengar kabar dari papa nya.


Bagaimana tidak pusing, Eric memberi kabar kepada Rion bahwa Hazel menyetujui perjodohan mereka.


Ceklekkk


"Dududu" senandung Steve yang masuk kedalam ruang kerja Rion sembari membawa sebuah berkas ditangan nya.


"Eh? kenapa?" tanya Steve saat melihat sahabat nya yang seperti sedang banyak pikiran.


"Hazel menyetujui perjodohan ini" jawab Rion malas.


"Hah? syukurlah, Rion aku benar benar merasa bahagia sekarang ini" ucap Steve mengguncang tubuh Rion


"Apaan sih!" ketus Rion menepis tangan Steve.


"Ipar ku itu sangat cantik dan sedikit cerewet kan?" goda Steve.


"Ahhh... aku harus bilang apa pada Amena" gerutu Rion mengacak kasar rambut nya.


"Mentingin orang lain, lebih baik belajar cinta sama Hazel sana"


"Mana bisa, aku cintanya sama Amena"


"Wanita itu? cih, Hazel seribu kali lipat lebih baik dari dia"


Brakkkkk


Steve keluar ruangan Rion sembari membanting pintu karena merasa kesal dengan sahabat ples bos nya itu.


Rion berdecak kesal melihat Steve yang tidak mendukung hubungan asmara nya dengan Amena.


Ceklekk


"Sudah ku katakan, jangan men..."


"Sayang"


Ucapan Rion pun terhenti saat melihat siapa yang masuk, Rion mengira itu adalah Steve ternyata Amena.


"Kamu kenapa? kamu marah marah sama siapa sayang?" cecar Amena berjalan mendekati Rion.


"I..itu sayang, biasalah Steve selalu membuatku kesal" jawab Rion.


"Kamu ngapain kesini?"


"Kenapa? apa tidak boleh? aku kan merindukan mu" ucap Amena mendudukkan tubuh nya di pangkuan Rion.


"Tentu saja boleh, hanya saja apakah tidak ada pemotretan?"


"Tidak, sebab itu aku kemari. sayang, teman ku ada yang membeli mobil sport baru deh"


"Kamu ingin?" ucap Rion yang sudah tahu


"Bolehkah?"


Rion langsung menyambar ponsel nya dan mengirimi seseorang pesan lalu meletakkan nya kembali.


"Sore nanti akan sampai di depan apartemen" ucap Rion tersenyum.


"Benarkah?" Rion pun mengangguk


"Aaaahh.. Terimakasih sayang" pekik Amena memeluk tubuh kekar Rion.


"Sama sama sayang" jawab Rion membalas pelukan Amena.


"Sepertinya aku harus cerita sebelum Amena mendengar dari orang lain" batin Rion.


"Sayang dengarkan aku" ucap Rion merengkuh bahu Amena.


"Ada apa?" tanya Amena menatap Rion.

__ADS_1


"Aku akan menikah?"


"APAAA!" terkejut Amena menatap tak percaya pada Rion.


"Kamu brengsek ya Rion!" bentak Amena langsung turun dari pangkuan Rion.


"Sayang den..."


Plakkk


Amena memberikan satu tamparan diwajah tampan Rion, Amena menampilkan raut sedih di wajahnya.


"Kamu bajingan!"


Amena berbalik hendak pergi meninggalkan Rion tetapi tangan kekar Rion langsung memeluk tubuh tinggi semampai Amena.


"Sayang dengarkan aku dulu, ini semua kemauan papa"


Rion menggiring Amena dan mendudukkan wanita cantik itu disofa yang ada diruang kerja nya.


"Sayang dengarkan penjelasanku" ucap Rion menggenggam tangan Amena.


"Aku tidak mencintai wanita itu, biarkan pernikahan ini berjalan selama setahun saja maka setelah itu aku akan menceraikan nya dan menikahi mu"


"Aku tidak mempercayai mu"


"Ayolah sayang, ini semua kemauan papa, aku akan mengurus semua nya agar pernikahan ku dengan wanita itu berakhir setelah setahun" janji Rion.


"Kamu janji?"


"Aku janji sayang, kamu mau nungguin aku kan?"


Amena mengangguk dan langsung memeluk Rion, Rion pun membalas pelukan kekasih nya.


"Sial, aku harus terus mempertahankan Rion agar Keuangan ku tetap aman" batin Amena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hazel" sapa Mia yang masuk kedalam ruangan sahabatnya.


"Hay Mia"


"Kamu semalam kemana? kok jam makan siang udah ga ada dikantor?" tanya Mia


"Aku semalam ke restauran"


"Kok ga ajak aku sih" gerutu Mia.


Hazel tersenyum, kesibukan pekerjaan antara dirinya dan Mia membuat kedua orang itu sangat jarang bisa menghabiskan waktu diluar kantor.


Mia yang sangat ingin mengunjungi restauran sahabatnya pun belum juga kesampaian karena sibuknya pekerjaan.


"Lain kali ya, lagian aku juga semalam karena ada kepentingan"


"Kepentingan apa?" tanya Mia


"Aku akan menikah"


"APAA!" pekik Mia terkejut.


"Mia, jangan teriak teriak gitu" gerutu Hazel menatap kesal kearah Mia.


"y..ya lagian ngejutin sih, jangan bercanda ah Zel"


"Bercanda apanya? emang aku mau nikah kok"


"Emang pak Leon udah confess?" tanya Mia yang begitu yakin dengan tebakan nya.


"Ckk aku ga nikah sama pak Leon"


"Jadi siapa? kaka Toni?" tebak Mia lagi

__ADS_1


"Bukan Mia" jengah Hazel.


"Ya jadi siapa dong?" tanya Mia yang semakin penasaran.


"Presdir J.C Company"


"APAAA!" pekik Mia lagi karena semakin terkejut mendengar jawaban sahabatnya.


"Sejak kapan kamu pacaran sama presdir tampan itu? tapi dia pacaran sama model songong itu" tanya Mia.


Hazel pun menceritakan semuanya kepada Mia, tentang siapa dan bagaimana pertemuan nya dengan Rion.


"O..ohhh begitu, tapi kalian tidak saling cinta bukan?"


"Cinta bisa nyusul, ini keinginan terakhir mama sama papa aku Mia" jawab Hazel dengan wajah sendu.


"Ja..jangan sedih gitu dong, aku dukung kamu deh Zel" ucap Mia mengusap lembut pundak sahabat nya.


"Mau berkunjung ke makam mereka sebelum menikah?"


"Aku fikirkan nanti deh" jawab Hazel.


"Kapan kamu nikah nya Zel?"


"Masih diurus sama papa Eric" jawab Hazel


"Semoga kamu bahagia ya, kalau ada apa apa bilang aja sama aku biar aku sleding kepala presdir angkuh bersama kekasih gila nya itu" ucap Mia.


Hazel tertawa mendengar celotehan Mia, sahabatnya ini benar benar mampu menghidupkan suasana.


Leon yang tanpa sengaja mendengar percakapan kedua orang itupun membatu didepan ruangan Hazel.


Niat ingin mengajak Hazel makan siang bersama malah mendapat kabar yang membuat hatinya patah.


Leon langsung berbalik arah dan kembali ke ruangan nya yang berada di lantai paling atas.


Sesampainya diruangan nya, Leon membanting tubuhnya diatas sofa karena merasa dadanya begitu sesak.


"Pantas saja waktu itu Rion memandang Hazel begitu lekat, tapi kenapa harus Rion sih. dan apa tadi? sahabat? papa mereka?"


"Ahhhh.. apa aku bisa ikhlas Hazel? selama ini aku selalu dengan sabar menunggu mu siap membinah rumah tangga"


Setetes demi tetes air mata Leon pun jatuh diwajah tampan nya, tak bisa dipungkiri jika hati Leon begitu remuk mendengar kabar pernikahan orang yang amat diinginkannya.


Bahkan kabar itu terucap langsung dari bibir sang pujaan, hati Leon begitu berdenyut membayangkan pernikahan Hazel dengan pria lain bukan dirinya.


Tok Tok Tok


"Masuk"


"Permisi pak Leon" sapa Hazel yang masuk kedalam ruangan Leon sembari membawa sebuah map.


"E..ehh iya Hazel, a..ada apa?" tanya Leon mengusap air matanya.


"Ini surat dari menteri perdagangan nya pak" jawab Hazel meletakkan map putih itu diatas meja Leon.


"O..ohh oke terimakasih ya"


"Sama sama pak, kalau begitu saya permisi pak" pamit Hazel dan berlalu pergi meninggalkan Leon


Leon menatap sendu kepergian Hazel, rasanya begitu tidak rela melepas orang yang disayang untuk pria lain.


Terlebih Leon tahu perangai Rion dan betapa cintanya Rion kepada model angkuh yang sedang naik daun itu.


Tetapi Leon tidak bisa berbuat apa pun saat ini, dia tidak ingin membuat Hazel menderita hanya karena ambisinya saja.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Comment jika ada kesalahan atau typo ya guys.

__ADS_1


Jangan lupa Comment dan like untuk dukungan author 🥰


__ADS_2