You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.11 RESIGN


__ADS_3

Eric begitu antusias mempersiapkan pernikahan putranya dengan wanita pilihan nya yang sudah dianggap seperti putri kandung nya.


Hari ini adalah hari fitting gaun dan tuxedo pernikahan Hazel dan juga Rion, kini mereka sudah berada di sebuah butik ternama dan nomor satu.


Eric juga ada disana karena ingin ikut memilih gaun yang indah yang akan digunakan Hazel seminggu lagi.


Semua staf memberikan berbagai jenis rancangan gaun pernikahan yang terbaru untuk Hazel coba.


"Semuanya terlihat indah pa" ucap Hazel yang bingung ingin memilih yang mana.


"Rion, bantu Hazel memutuskan gaun nya" titah Eric menatap putranya.


"Kok aku sih pa, aku ga tau ah yang kek begituan" tolak Rion.


"Kamu ini ya Rion"


"Sudah pa, Hazel sudah memutuskan nya" ucap Hazel menunjuk sebuah gaun putih yang berbentuk A-line.


Gaun dengan bagian dada yang cukup terbuka dengan belahan dibagian kaki yang sampai paha hingga menampilkan kaki jenjang Hazel.


"Wahh selera kamu bagus sayang, ayo coba dulu" ucap Eric.


Hazel berlalu kedalam ruang ganti bersama beberapa Staf yang akan membantunya untuk mencoba gaun itu.


Eric mendekati putranya yang sedari tadi terus fokus pada ponsel di tangan nya, Rion memang sedang berbalas pesan dengan Amena yang menginginkan berlian.


"Jangan pernah sakiti Hazel" ucap Eric di depan putranya.


Rion langsung mengangkat pandangan nya dan menatap papa nya dengan raut bingung.


"Jangan bermain main dengan pernikahan Rion, aku ingin kau menjaga Hazel layaknya seorang istri bukan adik" ucap Eric dengan raut dingin.


"Iya pa, Rion tahu" jawab Rion yang hanya bisa pasrah.


"Wahhh cantik sekali" ucap meneger butik itu setelah Hazel keluar dari ruang ganti.


Rion dan Eric pun melongo melihat Hazel begitu cantik, wanita yang selalu berpakaian tertutup itupun begitu cantik saat mengenakan pakaian terbuka.


Kulit putih dan mulus Hazel terekspos karena gaun seksi yang dikenakan nya, membuat siapa saja berdecak kagum melihat nya.


Hazel tersipu mendengar pujian banyak orang yang tertuju kepada nya, apa lagi melihat Rion dan Eric yang mematung.


"Papa" panggil Hazel yang berhasil membuat kesadaran kedua pria itu kembali.


"Ka..kamu benar benar terlihat cantik sayang" ucap Eric mendekati Hazel.


"Aishh papa ini" gerutu Hazel yang merasa tersipu.


"Bagaimana Rion?" tanya Eric pada putranya.


Rion hanya memberikan acungan ibu jari pada Eric dan Hazel yang menatap nya kesal.


Setelah fitting baju selesai, mereka pun melanjutkan aktifitas dengan makan siang bersama di sebuah restauran.


Sepanjang makan bersama, Rion terus fokus pada ponsel nya membuat Eric berdecak kesal.

__ADS_1


Eric ingin menegur putranya tetapi urung saat merasakan tangan lembut yang menahan nya dan sebuah senyum manis didepan nya.


Hazel menggeleng kearah Eric agar membiarkan Rion melakukan apa pun sesukanya.


Eric juga sudah menceritakan semuanya kepada Hazel, Eric memohon pada Hazel agar membuat Rion jatuh cinta dan melupakan Amena.


"Kau sudah memutuskan wanita itu Rion?" tanya Eric yang akhirnya buka suara.


"Sudah" jawab Rion singkat karena malas berdebat dengan papa nya.


Eric mendengus kesal melihat sikap putranya, Eric jadi merasa tidak enak kepada Hazel.


"Setelah ini kamu ingin kemana nak?"


"Sepertinya pulang saja pa" jawab Hazel


"Kamu sudah resign dari pekerjaan mu sayang?" tanya Eric yang menyuruh Hazel untuk tidak lagi bekerja.


"Besok hari terakhir Hazel masuk pa, sekalian membawa beberapa barang milik Hazel yang masih ada disana"


"Ingin papa temani?"


"Tidak usah pa, Hazel bisa sendiri lagian juga tidak lama" tolak Hazel yang tidak ingin merepotkan Eric.


"Kalau begitu Rion yang akan mengantar mu" usul Eric.


"Ti...."


"Tidak ada penolakan nak, Rion besok kamu antar Hazel"


"Baik pa" ucap Rion yang terus menurut karena tahu Eric sedang tidak ingin dibantah.


Keesokan paginya, Hazel sudah bersiap untuk berangkat kekantor sembari menunggu kedatangan Rion.


Hazel hari ini tidak menggunakan pakaian bekerja nya, Hazel hanya menggunakan gaun selutut yang berwarna pink.


TinTin


Yang ditunggu pun datang, Hazel langsung masuk kedalam mobil Rion dan melesat pergi menuju perusahaan tempat Hazel bekerja.


Kabar pernikahan presdir muda dengan seorang gadis cantik putri almarhum orang terkaya pun sudah melebar luas.


Setelah beberapa saat menempuh perjalanan, mobil Rion pun berhenti didepan perusahaan Gebel Groupe.


Hazel dan rion turun dari mobil dan langsung jadi pusat perhatian, semua staf disini tidak menyangka jika Hazel akan menikah dengan pria lain bukan dengan Leon.


"Hazel" panggil Mia yang datang menyambangi sahabatnya.


"Hay"


"Jadi resign ya? pasti sepi nih"


"Uhhh jangan gitu dong, entar aku usahain sering ketemu deh" ucap Hazel yang berjalan beriringan dengan Mia masuk kedalam perusahaan.


Rion berjalan di belakang Hazel sembari mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru dan melihat banyak pria yang menatap Hazel.

__ADS_1


"Sepertinya Hazel menjadi primadona diperusahaan ini, Leon saja menyukainya" batin rion.


Kini mereka sudah berada diruang kerja Hazel, Hazel membereskan barang barang nya dengan dibantu oleh Mia.


Ceklekkk


"Hazel, kamu ak..." ucapan Leon terhenti saat melihat Rion juga ada di ruangan Hazel.


"Salam tuan"


"Ahh iya salam juga tuan Leon, saya hanya menemani Hazel mengambil barang barang nya" ucap Rion.


"I..iya saya tahu, Hazel surat pengunduran diri kamu sudah saya Terima dan pesangon kamu sudah saya transfer ya"


Hazel langsung mengecek ponsel nya, mata Hazel terbelalak saat melihat jumlah uang yang diberikan Leon untuknya.


"Pak Leon, ini ter..."


"Hazel, saya tidak ingin mendengar penolakan dari mu' ucap Leon menyela kata kata Hazel.


" Pakkk"


"Sering lah datang berkunjung kemari karena banyak staf yang merasa sedih karena kamu resign" ucap Leon menatap dalam Hazel.


Rion bisa melihat ada pancaran cinta dimata Leon untuk Hazel yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.


"Sepertinya Leon sangat mencintai Hazel, tapi kok sikap Hazel biasa saja apa Hazel tidak mengetahui nya?" batin Rion.


Setelah semua selesai, Hazel pun keluar ruangan nya bersama yang lain dengan barang barang yang diangkat beberapa anak buah Rion.


Hazel terkejut saat melihat semua staff berkumpul didepan ruangan nya seperti sedang menunggu nya.


"Kalian, ken..."


"Huwaaaaa Hazel kenapa kau meninggalkan kami hiks hiks" isak Siska langsung memeluk tubuh mungil Hazel.


"Y..yakk jangan menangis begitu, aku bisa menangis juga nanti" ucap Hazel dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Hazel, kau hanya akan menikah bukan pindah kenapa harus resign" keluh salah satu staf wanita yang lain.


"I..itu, mertuaku yang menginginkan aku resign dan lebih fokus pada rumah tangga ku" ucap Hazel melirik Rion.


"Hiks hiks, sering sering lah datang kemari karena kami tidak akan siap jika tidak memandang mu hingga lama"


"Yakk jangan seperti itu, akan ku usahakan untuk sering datang dan kalian semua juga harus datang ke pernikahan aku oke"


"Kami akan datang"


Hazel pun memberikan pelukan hangat untuk staf wanita dan menyalami staf pria begitupun dengan Toni.


Rion yang melihat Hazel mendapat begitu banyak cinta di kantor ini pun merasa hatinya menghangat.


Mau bagaimana pun Rion ada rasa iba pada Hazel yang melewati hidup dengan tidak mudah setelah kematian orang tuanya.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Jangan lupa dukungan untuk author agar rajin update dan lebih semangat lagi nulis nya😗


Bonus up dua bab hari ini berhubung mood author lagi baik😁


__ADS_2