You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.8 HADIAH TERBAIK


__ADS_3

Hari ini adalah hari wekend, Hazel tidak bekerja dan memutuskan untuk dirumah saja hari ini dan menolak ajakan Leon.


Hazel juga sedang sendiri dirumah karena tante dan sepupunya sedadanng pergi tidak tahu kemana.


Sedangkan Lukman seperti biasa, bekerja sembari memantau perkembangan restauran milik Hazel yang belum ingin dikelola sendiri oleh sang empunya.


Hari sudah cukup sore, Hazel sedang duduk di meja makan sembari memainkan ponselnya.


Tingggg


"Hari ini adalah hari ulang tahun mu bukan? iya aku tahu aku sudah mengucapkan nya kepada mu tadi pagi, aku akan kerumah mu malam ini untuk mengajak mu makan malam. oh iya masak makanan yang lezat ya sahabat baik ku, aku menyayangimu Hazel"


Itulah isi pesan dari Mia sahabat Hazel, yang berhasil membuat gadis cantik itu tersenyum hangat sembari membaca nya.


"Baiklah Mia, aku akan menyiapkan segalanya untuk mu" gumam Hazel dan berlalu kedapur.


Hazel mulai memotong berbagai macam sayuran dan beberapa daging dalam jumlah yang cukup banyak.


Hazel ingin membuat makanan spesial dihari ulang tahun nya ini dengan bahan yang sudah ada didalam kulkas.


Tidak lama kemudian Lukman pun pulang, melihat keponakan nya berada di dapur Lukman pun menyambangi Hazel.


"Hazel"


"Om Lukman, sudah pulang?" ucap Hazel mencium punggung tangan Lukman.


"Happy birthday ya sayang, usia kamu sudah 21 tahun nak semoga kebahagiaan selalu menyertaimu"


Cuppp


Lukman memberikan kecupan hangat dikening Hazel dan sebuah pelukan penuh kasih sayang.


"Kamu memasak apa nak?" tanya Lukman yang melihat banyak bahan makanan diatas meja dapur.


"Mia akan datang untuk berkunjung om, Hazel akan memasakkan makanan untuk nya" jawab Hazel melanjutkan memasaknya.


"Mau om bantu?" tawar Lukman.


"Heh? tidak usah om, biar Hazel saja" tolak Hazel yang tahu oom nya pasti sangat letih.


"Tidak apa, sudah ayo biar om bantu" ucap Lukman tanpa mau ditolak.


Hazel pun menurut dan melanjutkan masakan nya dengan dibantu oleh Lukman yang berperan memotong berbagai macam sayuran.


Hari sudah menunjukkan jam 7 malam, Hazel keluar dari dalam kamarnya dan langsung disambut pelukan hangat oleh Mia yang sudah berada disana saat Hazel mandi.


"Happy birthday bestie ku yang cantik, baik, pintar dan segalanya" ucap Mia memeluk Hazel dengan penuh kasih sayang.


"Uhh... terimakasih Mia, aku sangat menyayangi mu" ucap Hazel membalas pelukan Mia.


"Apakah pelukan nya sudah?" tanya Lukman membuat kedua wanita itu melerai pelukan nya.


"Ayo kita makan malam, sudah waktunya" ajak Lukman dan berlalu keruang makan dengan diikuti oleh Mia dan Hazel.

__ADS_1


Kini ketiga orang itu sudah berada di meja makan yang sudah tersaji berbagai makanan lezat yang dimasak langsung oleh Hazel.


"Uwoww.. masakan kamu selalu yang terbaik Zel" puji Mia sembari mengunyah makanan nya.


"Benarkah? hemmm... apakah kita harus ikut lomba masak?" tanya Hazel membuat mereka terkekeh.


"Bisa saja jika kau ingin" jawab Mia tertawa.


Ting Nong


Bel rumah Lukman pun berbunyi, Hazel langsung berdiri dan berlalu kearah pintu untuk mengetahui siapa yang datang.


Ceklekkk


Pintu rumah pun terbuka, terlihat Leon yang sedang berdiri dengan sebuah paperbag berwarna putih ditangan nya.


"Pak Leon?"


"Happy birthday Hazel, doa yang terbaik selalu menyertaimu dan ini kado dari ku" ucap Leon memberikan paperbag itu pada Hazel.


"Wahh... tidak perlu repot pak, mari masuk kita makan malam bersama dan kebetulan juga ada Mia" ajak Hazel mempersilahkan Leon masuk.


Mia dan Lukman pun tersenyum melihat kedatangan Leon, Leon pun ikut bergabung makan malam bersama mereka.


Setelah makan malam selesai Hazel dan Mia pun membersihkan semua sisa makanan dan mencuci piring.


Awalnya Hazel menolak bantuan Mia tetapi sahabat Hazel yang satu itu sedikit pemaksa.


"Nah.. Hazel ini hadiah dari ku untuk mu" ucap Mia memberikan paperbag berwarna navi kepada Hazel.


"Kenapa repot repot begini, cukup kalian datang dan memberikan doa pada ku saja sudah lebih dari cukup" ucap Hazel merasa sungkan.


"Aaa... sahabat ku sosweet sekali" ucap Mia langsung memeluk Hazel.


Leon dan Lukman tersenyum melihat nya, Mia memang begitu menyayangi Hazel terlebih Mia menganggap Hazel layaknya seorang adik kecil nya.


"Hazel"


"Iya om"


"Ini nak" ucap Lukman memberikan sebuah kotak beludru berwarna hitam kepada Hazel.


"Apa ini om?" tanya Hazel bingung saat melihat kotak yang berbentuk seperti kotak kalung berlian.


"Buka lah" ucap Lukman tersenyum hangat.


Hazel membuka kotak itu, seketika mata Hazel terbelalak saat melihat sebuah kalung berlian putih didalam nya.


Hazel mengambil nya dan mata nya tertuju pada secarik kertas yang ada dibawah kalung itu.


Hazel mengambil kertas itu dan membukanya, Hazel membaca nya dengan teliti.


"Selamat ulang tahun putri kesayangan papa dan mama, jagalah kalung ini sayang karena om Lukman akan memberikan nya kepada mu saat usia mu sudah menginjak 21 tahun, maafkan mama dan papa yang pergi lebih dulu dan tidak bisa menjaga mu nak. kami berdua berharap kamu baik baik saja disana karena papa dan mama akan selalu ada disamping mu walaupun kamu tidak melihatnya. putri mama dan papa kan gadis yang kuat, kebahagiaan selalu menyertaimu nak kami merindukan mu"

__ADS_1


Seketika air mata turun kewajah cantik Hazel, rasa rindu nya terhadap orang tuanya tidak bisa terobati hingga kini.


Hazel langsung memeluk Lukman yang sudah berada di samping nya, Mia juga meneteskan air mata karena juga ikut membaca isinya tadi.


"Om sudah memenuhi janji om kepada mendiang orang tua mu nak, jagalah peninggalan mereka" ucap Lukman menyeka air mata Hazel.


Mia mengusap bahu Hazel berusaha menenangkan sahabat cantik nya yang sedang bersedih ini.


"Besok kita ke makam mereka jika kamu merindukan mereka nak" ucap Lukman.


Hazel menggeleng "Hazel belum siap om, suatu hari nanti Hazel sendiri yang mengunjungi mereka" tolak Hazel.


"Jika ingin, aku akan menemui mu" ucap Mia tersenyum sembari mengusap air mata Hazel.


"Terimakasih Mia, terimakasih karena sudah selalu ada untuk ku" ucap Hazel terharu.


"Mari om kenakan kalung itu kepada mu" ucap Lukman mengambil alih kalung itu dan memasangkan nya dileher jenjang Hazel.


"Terimakasih om, ini hadiah terbaik untuk Hazel" ucap Hazel tersenyum senang.


"Sama sama nak" ucap Lukman mengecup kening Hazel.


"Ingin buka hadiah dari ku?" tawar Mia agar sahabat nya tidak terlalu larut dalam kesedihan.


Hazel mengangguk dan mengambil paperbag yang diberikan Mia, Hazel membukanya dan terlihat sebuah tas brand ternama didalam nya.


"Mia.."


"No no, ini sangattttt cantik untuk mu. aku mohon jangan menolak" ucap Mia menangkup kedua tangan nya didepan dada.


"Tapi ini pasti mahal"


"Tas ini mahal dan kau juga mahal, setara bukan?" ucap Mia memainkan alis nya.


Mereka terkekeh mendengar ucapan Mia, Mia memang seperti Hazel suka bercanda dan berbicara asal.


"Bukalah hadiah dari ku" ucap Leon.


Hazel menerima nya dan membuka paperbag itu, Hazel terbelalak saat melihat sebuah gaun indah berwarna Marun didalam nya.


"Pakk..."


"Jawaban nya sama seperti Mia" celetuk Leon membuat semua orang terkekeh.


Hazel begitu bersyukur masih dikelilingi orang baik seperti mereka yang mampu memberikan kasih sayang layaknya keluarga.


.


.


.


Jangan lupa dukungan nya readers 🤗

__ADS_1


__ADS_2