
Seminggu sudah Amena tidak bisa menghubungi Rion bahkan tidak bertemu walaupun Amena mendatangi ke kantor nya.
Sekretaris Rion mengatakan, Rion tidak ke kantor selama seminggu ini dan itu cukup membuat Amena bingung.
Amena memandang kesal kearah ponsel nya, Amena tidak menyerah dan terus mencoba untuk menelpon Rion.
"Nomor yang Anda tuju sedang diluar jangkauan, silahkan tinggalkan pes....."
Brakkkkk
"Akhhhhhh sial! kemana Rion? padahal aku ingin meminta mobil baru darinya" kesal Amena membanting ponsel nya.
"Kamu berisik banget sih sayang" gerutu Ken yang baru terbangun dari tidurnya.
"Ini si Rion, dia ga ada kabar dan sudah seminggu ken" kesal Amena.
"Amena, kamu lebih baik selesaikan hubungan kamu sama Rion deh, kita akan menikah Amena" ucap Ken.
"Aku ga mau nikah secepat ini ya Ken, lagian aku harus menikah dengan Rion lebih dulu" ucap Amena.
"Kamu ini gimana sih Amena, kamu itu cinta nya sama aku atau sama Rion sih" ketus Ken karena kesal dengan jawaban Amena yang selalu sama.
"Ya aku cinta sama kamu, tapi kita ke Rion juga ada tujuan nya Ken" ucap Amena.
"Yasudah, sudahi saja tujuan mu itu dan ayo berbahagia dengan ku. hubungan kita tidak harus seperti ini selamanya Amena" ucap Ken.
"Kok kami jadi ngebahas hal yang sama sih? jangan bikin mood aku ga bagus deh" kesal Amena.
"Aku cuma minta kepastian kamu Amena" ucap Ken.
"Udah deh, aku mau kerumah Rion aja" kesal Amena.
"Ngapain?" tanya Ken menahan tangan Amena.
"Mau minta mobil baru, emang kamu mampu? engga kan" ketus Amena dan berlalu begitu saja meninggalkan Ken di apartemen ny sendiri.
Amena dengan kesal mengendarai mobil nya menuju kediaman mewah milik Rion.
"Kamu fikir aku bakal nikah sama kamu Ken? hidup sama kamu cuma bikin aku susah" gerutu Amena.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman pasangan muda Jacob, terasa kehangatan tersebar di setiap sudut rumah.
Rion sedang menikmati teh hangat buatan istrinya sembari mengerjakan pekerjaan kantor melalui rumah.
Hazel berjalan mendekati Rion sembari membawa sepiring cake coklat buatan nya.
"Untuk suami ku" ucap Hazel meletakkan sepiring cake itu di hadapan Rion.
Rion memandang kesal kearah Hazel membuat Hazel hanya tersenyum kuda.
"Sudah seminggu kamu belum menepati janji kamu sayang" kesal Rion.
"Hehe" kekeh Hazel.
Hazel dan Rion belum pernah melakukan hubungan suami istri karena Hazel terus mengelak darinya walaupun mereka sudah sekamar kembali.
Dan seminggu berlalu pun itu belum terjadi juga, Rion dengan kesabaran setebal tisu pun kesal dengan istrinya.
"Sabar ya sayang, aku lanjut masak"
Cuppp
Hazel mengecup bibir Rion dan langsung melenggang pergi kedapur kembali.
"Hissss" kesal Rion yang tidak tega memaksa istrinya.
"Sayang!!" teriak suara Familiar yang terdengar nyaring dan berasal dari luar.
__ADS_1
"Anda tidak diperbolehkan masuk nona" tolak bodyguard Rion.
Amena datang ke kediaman Rion dan memaksa untuk masuk.
Rion yang ingin istrinya aman tanpa gangguan pun merekrut beberapa bodyguard yang diperintahkan untuk menjaga rumah.
Terdengar berlebihan memang tetapi sikap posesif luar biasa tuan Jacob itu tidak bisa ditolak.
"Kalian ini siapa hah? apa hak kalian melarang ku, aku calon nyonya dirumah ini jadi jaga sikap kalian terhadap ku" bentak Amena.
"Calon nyonya? nona Hazel adalah nyonya kami dirumah ini" jawab salah satu bodyguard berbadan kekar itu.
"Jangan berbicara lancang ya, Hazel akan segera keluar dari rumah ini dan aku lah yang akan menikah dengan Rion" bentak Amena.
Steve yang mendengar keributan diluar pun segera melihat siapa yang mengganggu waktu istirahat nya.
"Ada apa ini?" tanya Steve.
"Ini Steve, nona ini memaks...."
"Steve, katakan kepada orang orang ini untuk membiarkan aku masuk!" ketus Amena.
"Biarkan dia masuk" ucap Steve dan berlalu pergi begitu saja.
"Lihat saja setelah aku menikah dengan Rion, kalian akan ku pecat dari sini" ucap Amena dengan nada angkuh.
Kedua pria berbadan kekar itu hanya memandang datar kepergian Amena.
"Dimana Rion, Steve?" tanya Amena.
Seakan tuli, Steve tidak menjawab ucapan Amena dan berlalu ke kamar nya.
"Aishhh asisten menyebalkan, kau orang kedua yang akan angkat kaki dari rumah ini setelah aku menjadi nyonya" gerutu Amena.
"Rion kamu dimana? sayang!" teriak Amena.
"Sayanggg!" teriak Amena berlari centil kearah Rion yang tidak memandang nya sedikit pun.
Hazel melihat kedatangan Amena, seketika bibir Hazel mengerucut geram melihat wanita itu.
"Kenapa ulat bulu itu masih bisa masuk ke rumah ini sih" gerutu salah satu pelayan wanita.
"Futhhhh hahaha" tawa Hazel mendengar panggilan ulat bulu dari pelayan nya.
"Kau sedang apa kemari?" tanya Rion tanpa memandang Amena.
"Kamu kok gitu sih sayang? kamu kemana saja seminggu ini, nomor ponsel kamu tidak aktif kamu juga ga ke kantor. aku merindu....."
"Jangan dekati aku" ucap Rion dengan wajah datar saat Amena ingin menyentuh nya.
"Ke...kenapa Rion? ada apa dengan mu?" tanya Amena bingung.
"Aku sudah tahu niat busuk mu Amena, cukup sudah kau menjadi benalu dirumah tangga ku bersama Hazel. aku sudah mencintai Hazel dan akan selamanya seperti itu"
"Hubungan kita selesai sampai di sini saja karena Hazel lah satu satunya wanita yang pantas berada disisi ku" ucap Rion.
"Ka...kamu? ga bisa gitu dong Rion, kamu pasti dihasut sama wanita sialan itu kan? jawab aku!" bentak Amena.
"Kamu jahat sama aku Rion hiks" lirih Amena mengeluarkan air mata.
"Lihatlah air mata buaya nya nona" kekeh pelayan muda itu.
Hazel yang sedang memotong sayuran pun seketika terlintas akal licik dikepalanya.
Hazel seketika ingin mengiris jarinya, bik Rumi yang melihatnya pun langsung menahan tangan Hazel.
"Jangan nona" cegah bik Rumi.
"Suttt, aku muak melihat wanita itu. ini cara agar Rion segera mengusirnya" ucap Hazel.
__ADS_1
"Kamu pergi dari sini sekarang" titah Rion mengusir Amena.
Amena mengepalkan tangan nya setelah Rion melemparkan foto foto mesra dirinya bersama seorang pria yang berbeda beda.
"Bukankah ini sering terjadi? sudah tidak ada toleransi bagi mu" ketus Rion.
"Rion, aku mencintaimu itu semua hanya rekayasa kenapa kau mempercayai nya?" lirih Amena mengeluarkan air mata buaya nya.
"Ap...."
"Awssssss"
"Nona Hazel" pekik bik Rumi saat Hazel dengan sengaja mengiris jari nya.
"Sayang" panggil Rion dan langsung menghampiri Hazel yang berada di dapur.
"Sayang? sialan, Rion benar benar sudah jatuh cinta dengan wanita sialan itu!" gerutu Amena dalam hati.
"Awwwss sakit sekali" lirih Hazel.
Rion langsung menghisap jari telunjuk Hazel yang terluka agar luka nya tidak mengeluarkan banyak darah.
Rion dengan cekatan mencuci luka Hazel dan menggiring istrinya duduk dikursi yang tadi didudukinya.
"Ini kotak p3k nya tuan" ucap salah satu pelayan yang membawakan obat untuk Hazel.
"Awww pelan Rion" pekik Hazel saat tanpa sengaja Rion menekan lukanya.
"Sudah ya, jangan memasak lagi" ucap Rion sembari membalut luka Hazel.
"Aku tidak apa, ini hanya luka kecil percayalah kepada ku" ucap Hazel menahan nyeri dijari nya.
"Hari ini luka kecil besok luka yang seperti apa? aku tidak mau kamu terluka sayang, mengertilah" pinta Rion.
Amena terkejut melihat sikap Rion yang begitu manis kepada Hazel bahkan saat Rion bersamanya saja tidak semanis itu.
"Aku akan berhati-hati lain kali, percayalah sayang" ucap Hazel tersenyum manis.
"Luka ku terluka karena fokus ku terbagi tadi" lirih Hazel melirik Amena yang memandang nya tajam.
"Nona, anda kenapa?" tanya Steve khawatir saat memasuki dapur dan melihat ada kotak obat dimeja.
"Kau pergi dari rumah ku dan jangan pernah ganggu aku lagi, urusi hidup mu sendiri mulai sekarang. aku tidak akan meminta kembali aset yang sudah ku berikan kepada mu tapi jangan pernah temui aku ataupun istri ku ke depan nya!" bentak Rion.
"Kau wanita ja**ng, karena kau Rion seperti ini kepada ku sialan!" teriak Amena yang ingin menyerang Hazel tetapi ditahan oleh bodyguard yang standbye bersama Steve.
"Dia merendahkan aku hiks" lirih Hazel meneteskan air mata karena bentakan Amena.
"Bawa dia pergi dan jangan berikan dia cela untuk masuk lagi kesini ataupun ke kantor!" titah Rion.
"Sudah sayang dia pergi, maaf tidak melarang nya masuk ya" ucap Rion langsung memeluk Hazel.
Hazel tersenyum mengejek kearah Amena yang diseret keluar oleh bodyguard Rion.
"Hazel Matya Ja**ng, aku akan membunuh mu lain kali!" teriak Amena saat melihat tatapan meremehkan dari Hazel.
"Rion aku takut" lirih Hazel dalam pelukan Rion.
"Ternyata nona sangat pintar" kekeh pelayan muda tadi yang juga disambut tawa kecil oleh bik Rumi.
Orang didapur mengetahui otak licik Hazel agar Amena diusir dengan kasar oleh Rion dan itu semua berhasil.
.
.
.
Jangan lupa dukungan nya🥰
__ADS_1