You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.56 SIKAP MANJA


__ADS_3

Keharmonisan rumah tangga Rion pun berjalan dengan baik, apa lagi Rion semakin perhatian kepada Hazel.


Sore ini Hazel sedang berada di restauran nya tanpa kehadiran Rion, pria itu sedang ada pekerjaan kantor yang sangat penting.


Hazel seperti biasa dengan ditemani oleh supir nya yang biasa mengantar kemana mana.


Tanpa sepengetahuan Hazel, Rion memberikan perlindungan beberapa bodyguard yang menyamar menjadi orang biasa.


Rion tahu Hazel akan menolak jika dirinya melakukan itu semua secara terang terangan karena Hazel akan menganggap berlebihan.


Oleh sebab itu Rion melakukan nya secara diam diam agar keamanan istrinya terjami saat tidak bersama nya.


"Kamu wajah nya pucat deh Zel" celetuk Mia.


Kini kedua wanita itu sedang duduk diroftop restauran Hazel sembari menikmati minuman hangat.


"Iyakah? aku lupa memakai lipstik" jawab Hazel.


"Kamu belum hamil juga ya?" tanya Mia.


"Aku belum merasakan adanya tanda tanda kehamilan jadi belum mau periksa, takut nya patah hati karena harapan sendiri" jawab Hazel.


"Kalian kapan menikah?" tanya Hazel.


Hazel rasanya begitu lelah melihat Mia dan Mark yang tidak juga melangsungkan pernikahan mereka.


Entah apa yang ditunggu sahabatnya ini sehingga terus menunda pernikahan.


"Seminggu lagi adik ku sayang" celetuk suara berat dari belakang mereka.


"Kak Mark!" girang Hazel langsung menghambur kepelukan Mark.


"Bagaimana kabar adik ku? apakah baik?" tanya Mark membalas pelukan Hazel.


"Tentu saja baik" jawab Hazel tersenyum manis.


"Kau sudah kembali?" tanya Mia yang dibalas angguka oleh Mark.


"Benarkah kalian akan menikah minggu depan?" tanya Hazel dengan mata berbinar.


"Iya benar" jawab Mark.


"Jangan menjanjikan sesuatu padanya Mark, kau tahu Hazel itu seperti apa kan" ucap Mia kesal.


"Kita memang akan menikah dalam seminggu lagi, hanya tinggal fitting baju yang akan kita lakukan besok" ucap Mark.


"Hah? ke...kenapa begitu terburu buru? maksud aku, kau tidak menanyakan nya dulu kepada ku" ucap Mia terkejut.


"Jika aku bertanya, kemungkinan besar nya kau beralasan lagi sayang" ucap Mark.


"Kau menyebalkan" gerutu Mia yang merasa kesal dengan Mark.


"Yakkk Mia! kau ini sudah dewasa, ayo lah menikah dan sama sama memiliki anak" pinta Hazel dengan wajah menggemaskan nya.


"Kau tahu kelemahan ku adalah dirimu bukan Mark" ucap Mia mencubit pipi Hazel gemas.


"Oke setuju, apakah aku boleh membantu untuk menyiapkan pernikahan kalian kak?" tanya Hazel memandang Mark.


"Jangan terlalu lelah sayang, sudah ada yang mengatur segalanya kakak takut ada calon keponakan didalam sana jadi jangan kerja berat"

__ADS_1


"Cih berharap sekali, aku belum merasakan tanda kehamilan kak jangan membuat ku terus berharap akan kehadiran nya" kesal Hazel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Diperusahaan milik Rion, Steve dan Rika sedang kalang kabut dibuat bos nya itu.


Bagaimana tidak, sedari tadi Rion terus mengeluh dan meminta makanan yang aneh aneh.


Rion terus mengeluh akan berbagai pengharum ruangan yang minta diganti.


"Steve" panggil Rion.


Steve yang sudah berkali kali nama nya di panggil Rion pun merasa geram, namun tidak bisa berbuat apa pun selain menurut.


"Iya tuan" jawab Steve.


"Aku benci letak vas bunga itu, bisa pindahkan saja ke sudut sebelah sana" titah Rion.


Steve yang dari tadi diperintah kan untuk stay di ruangan Rion pun sedikit emosi karena bos nya itu.


Dengan dalam hati yang terus mengumpati bos nya, Steve memindahkan Vas bunga itu sesuai perintah Rion.


"Ada lagi tuan?" tanya Steve.


"Ya ada, kau bisa memindahkan sofa ini ke sudut sebelah sana karena mata ku tidak enak melihatnya" ucap Rion.


Steve mengeraskan rahang nya karena 5 menit yang lalu baru saja menggeser posisi sofa itu dan kini Rion memintanya mengembalikan di tempat semula.


"Kau tidak mengerti Steve?" ucap Rion.


"Hehe baik tuan" ucap Steve dengan hati yang dongkol.


"Rika kemana lagi, aishhh aku lelah sekali jika di sini sendiri" batin Steve sembari mendorong sofa itu kembali ke tempat semula.


Rion memejamkan matanya, seketika Rion langsung berlari kekamar mandi karena merasakan perut nya sangat tidak nyaman.


Steve yang melihat itu pun langsung berlari menyusul tuan nya.


Ternyata Rion memuntahkan semua isi perut nya dengan dibantu oleh Steve yang memijat tengkuk nya.


"Anda baik baik saja tuan? ingin saya panggilkan dokter?" tawar Steve.


"Aku baik baik saja" jawab Rion setelah membasuh mulut nya dengan air.


Rion pun kembali dan mendudukkan tubuh nya disofa yang baru saja Steve pindahkan.


"Anda ingin makan se...." seketika Steve menutup mulut nya.


"Udah tau dia lagi nyusahin, Steve bodoh seharusnya jangan ditawari" tutuk Steve dalam hati.


"Tidak usah, kembalilah ke ruangan mu. aku akan lanjut bekerja" titah Rion.


Steve pun langsung buru buru keluar ruangan Rion agar menghindari permintaan nyeleneh dari bos nya.


Brakkk


Steve menggebrak meja Rika setelah dirinya keluar ruangan Rion.


"Apaan sih" ketus Rika.

__ADS_1


"Kok ga balik tadi? kau tidak tahu aku dibuat kalang kabut sama tuan" ucap Steve dengan dongkol.


"Susah jangan ngajak ngajak pak" ucap Rika.


"Aishhhh" kesal Steve dan berjalan kembali ke ruangan nya meninggalkan Rika yang melihatnya dengan kesal.


Didalam ruangan Rion, Rion mulai melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena mood bekerja nya sempat hilang.


Drttt


Drttt


Drttt


Ponsel Rion yang ada diatas meja pun bergetar, tertera dengan nama "my wife" disana.


Rion dengan wajah senang pun langsung menerima panggilan vidio dari Hazel.


"Sayang" sapa Rion dengan antusias, pasalnya wanita cantik itu sangat jarang menghubungi Rion.


"Hay sayang, kamu sibuk?" tanya Hazel dan Rion pun menggeleng dengan masih tersemat senyum manis dibibir nya.


"Kamu dimana sayang?" tanya Rion.


"Aku lagi di resto, kamu sudah makan siang kan? makanan yang aku kirim udah sampai kan?" tanya Hazel.


"Sudah istri ku yang cantik, kamu sedang bersama siapa?" tanya Rion.


"Ada Mia dan kak Mark" jawab Hazel yang berhasil membuat wajah Rion ditekuk.


"Kamu jangan dekat dekat sama Mark, aku cemburu lo sayang" rengek Rion dengan manja.


Hazel terkekeh "Suami ku sangat gemas jika sedang cemburu" ucap Hazel.


Mark yang mendengar Hazel sedang melakukan panggilan vidio dengan Rion pun berniat menggoda suami adik nya itu.


Mark berpindah duduk disamping Hazel dan menyembulkan kepalanya sehingga Rion dapat melihat wajah Mark.


"Kau! jangan mendekati istriku Mark!" bentak Rion.


"Wekkk, dia sedang bersama ku jadi aku bebas memeluk nya" ucap Mark mengejek.


Mia tertawa melihat tingkah konyol calon suaminya yang sangat suka menggoda si pemarah Rion.


"Jangan menyentuh nya Mark! ku peringatkan kau sekali lagi, jangan menyentuh istri ku Mark!" bentak Rion.


"Kak Mark" kesal Hazel dan langsung mendorong tubuh Mark menjauh.


"Sayang, jangan deket deket sama dia" rengek Rion.


"Iya ih ini aku udah jauh, udah deh aku mau ke ruangan ku aja" ucap Hazel dan berjalan meninggalkan Mia dan Mark yang tertawa keras.


"Sayang" panggil Rion.


"Iya sayang" jawab Hazel.


"Aku mau rapat ini, kamu tunggu aku dirumah ya. by istri cantik ku muach" ucap Rion dan memberikan kecupan jauh untuk Hazel.


"Dah sayang muach" balas Hazel.

__ADS_1


Hazel heran dengan sikap suaminya yang semakin manja kepadanya, tetapi itu semua tidak membuat Hazel risih. Hazel cukup senang karena itu pertanda Rion yang benar benar mencintai nya.


*


__ADS_2