You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.37 CINTA MIA


__ADS_3

Hazel sedang berdiri didepan rumah mewah miliknya, Mia baru saja pamit pulang dan akan kembali ke restauran.


Saat Hazel ingin berbalik masuk, mobil sport milik Rion pun memasuki pekarangan rumah mereka dan berhenti tepat dihadapan Hazel.


"Rion" sapa Hazel dengan senyum manis setelah Rion turun dari mobil nya.


"Kamu dari mana? kok ga ngantor?" tanya Hazel.


"Mengantar Amena ke bandara" jawab Rion yang berjalan bersama memasuki rumah bersama Hazel.


"Mau kemana dia?" tanya Hazel penasaran.


"Itali" jawab Rion.


"Kesempatan aku" batin Hazel tersenyum licik.


"Kamu habis ini mau ngapain?" tanya Hazel.


"Mau cek berkas kantor, aku ke ruang kerja dulu" jawab Rion dan berlalu pergi.


Hazel dengan senyum mengembang pun langsung berlalu kearah dapur sembari bersenandung kecil.


"Sedang apa non?" tanya bik Rumi.


"Membuat minuman dingin untuk Rion bik" jawab Hazel.


"Perlu saya bantu non?" tawar bik Rumi.


"Tidak bik, ini sudah hampir selesai kok" tolak Hazel


"Kalau begitu saya permisi non" pamit bik Rumi dan meninggalkan Hazel yang masih berkutat didapur.


Setelah beberapa saat kemudian, Hazel pun berjalan menaiki tangga dengan membawa nampan yang berisi segelas minuman dingin dan beberapa cemilan.


Tok Tok Tok


"Rion" sapa Hazel memasuki ruang kerja Rion.


"Hem?" jawab Rion tersenyum kearah Hazel.


"Aku buatin minuman segar, cuaca cukup panas hari ini" ucap Hazel meletakkan gelas nya dan sepiring cemilan.


"Terimakasih Zel" ucap Rion menyambar gelas yang diberikan Hazel.


"Cape ga?" tanya Hazel.


"Kenapa?" tanya Rion bingung.


"Mau aku pijitin?" tawar Hazel.


"Kamu kenapa?" tanya Rion heran.


"Ihhh apa sih, emang salah ya aku perhatian sama suami aku?" tanya Hazel mengerucut kan bibir nya membuat Rion terkekeh gemas.


"Ya sudah iya, mau deh" jawab Rion mengalah.


Dengan antusias Hazel langsung memijat pundak Rion dengan tangan lembut nya yang mungil itu.


"Gimana?" tanya Hazel.

__ADS_1


"Lumayan" jawab Rion.


"Yeee bilang enak gitu" gerutu Hazel membuat Rion tertawa.


"Ada ples ples nya ga?" tanya Rion


"Jangan mesum!" ucap Hazel menekan pundak Rion.


"Aw aw iya sorry hahaha" tawa Rion melihat wajah kesal Hazel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di restauran Hazel tepatnya diruang kerja Mia, Mia sedang memandang foto dirinya bersama Hazel dan Faya.


Rasa rindu nya terhadap sahabat keduanya setelah Hazel itu tak bisa terobati karena hanya bisa memandang foto tanpa adanya pertemuan.


"Faya" lirih Mia menyebut nama kekasih Mark itu hingga meneteskan air mata.


"Apa benar kamu bahagia jika aku bersama Mark seperti apa yang Hazel katakan?" tanya Mia memandang foto Faya.


"Aku tahu dan aku sadar bahwa aku sudah berjanji akan menjadi pengganti dirimu dihidup Mark tapi tidak semudah itu Faya, kenapa kamu meninggalkan aku dengan sebuah janji yang sangat sulit aku penuhi. kenapa kamu mempersulit segalanya. Faya kau sahabat ku tidak mudah bagi ku untuk memiliki apa yang dulunya kau miliki"


Mia meneteskan air mata kian deras saat memori akan kebersamaan mereka bersama Faya berputar dikepala nya seperti kaset rusak.


Drttt


Drttt


Drttt


Ponsel Mia bergetar diatas meja, Mia melihat ada panggilan vidio dari Mark membuat Mia tertegun.


"Hay" sapa Mia setelah panggilan terhubung.


"Aku mengganggu mu?" tanya Mark dari seberang sana.


"Tidak, aku baru kembali dari rumah Hazel" jawab Mia tersenyum.


"Bagaimana keadaan Hazel?" tanya Mark.


"Dia baik, jika tidak baik pun aku pasti dilarang memberitahu mu kan?" ucap Mia membuat Mark terkekeh.


"Kau tahu Hazel begitu nakal bukan?"


"Dia adik mu Mark" ucap Mia dengan senyum hangat.


"Kenapa wajah mu?" tanya Mark memicingkan matanya.


"Kenapa? wajah ku kenapa?" tanya Mia


"Kau menangis? ada apa?" tanya Mark.


"Hah? a..aku tidak menangis" bohong Mia.


"Apakah kau akan belajar berbohong sama seperti Hazel?" tanya Mark.


"Aku tadi sedang menonton drama yang alur ceritanya sedih, kau tahu aku sama seperti Hazel bukan?" jawab Mia membuat Mark terkekeh.


"Ya ya, hanya Faya yang jarang menangis dulu" celetuk Mark membuat Mia tersenyum kecut.

__ADS_1


"Oh iya, kapan kau kembali?" tanya Mia mengalihkan pembicaraan.


"Belum bisa dipastikan, setelah pekerjaan ku selesai akan ku kabari" jawab Mark.


"Kalau begitu sudah dulu ya, aku mau lanjut check ke bawah" ucap Mia dan disetujui oleh Mark.


Panggilan pun terputus, Mia memandang layar ponsel nya yang masih menyala dan menampilkan kontak Mark.


"Aku memang mencintai mu Mark tetapi hati Faya begitu berharga untuk ku sakiti, aku tahu Faya sudah tidak ada bersama kita tetapi kehadiran nya dihati mu tidak akan hilang bukan? cinta ku tetap untuk mu Mark" lirih Mia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore hari yang cerah, Hazel sedang berkutat didapur untuk menyiapkan makan malam.


Terlihat Rion yang sedang membaca dokumen dokumen nya didepan meja dapur tempat Hazel memasak.


Hazel memang meminta Rion untuk menemani nya memasak karena kali ini Hazel tidak dibantu pelayan lain.


Rion melirik wajah Hazel yang terlihat serius memotong daging dengan potongan yang berukuran sama.


"Imut sekali jika sedang serius seperti itu" batin Rion terkekeh melihat Hazel.


Hazel mengambil botol kecap baru yang belum dibuka, sekuat tenaga Hazel mencoba untuk membuka penutupnya.


"Apa sebuah permintaan tolong bisa menjatuhkan harga dirimu?" tanya Rion membuat Hazel tersenyum lebar hingga menampilkan gigi putih bersih nya.


"Tolong suami ku" ucap Hazel memberikan botol itu kepada Rion.


Rion terkekeh dan langsung menerima botol kecap itu dari tangan Hazel, Rion membukanya dan memberikan nya lagi kepada Hazel.


Hazel melanjutkan masak nya, sesekali Hazel memanggil pelayan untuk meminta bantuan seperti memotong disaat dia sedang menunggu masakan yang hampir matang atau yang lain nya.


"Cobain" ucap Hazel meletakkan sepiring puding didepan Rion.


"Aku tidak terlalu penyuka manis" tolak Rion.


"Aku tahu, coba dulu" pinta Hazel membuat Rion tidak mampu menolak.


Rion menyendok potongan kecil puding rasa coklat itu dan langsung memasukkan nya kedalam mulut.


"Hem, ini enak manis nya pas dilidah ku" ucap Rion.


"Benarkah?" tanya Hazel memastikan.


"Benar, 100 untuk puding nya" puji Rion membuat Hazel tersipu.


"Jarang jarang kau memuji ku" kekeh Hazel dan melanjutkan masak nya.


Rion tertegun mendengar ucapan Hazel, pujian? apakah tadi Rion memuji nya? jika iya apakah selama ini tidak pernah?.


"Maaf ya Zel, aku tidak tahu ini kesempatan atau bukan bagi mu tetapi saat ini Amena jauh dari ku jika kau bisa membuat ku jatuh cinta dan membuktikan bahwa Amena bukan wanita yang baik untukku seperti apa yang dikatakan papa dulu, maka beribu maaf untuk mu dari ku Hazel" batin Rion.


.


.


.


Dukungan nya author selalu menunggu🥰

__ADS_1


__ADS_2