
Matahari mulai menyingsing, Hazel mulai membuka matanya karena sinar matahari yang masuk melalui cela gorden.
Hazel terduduk dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
"Rasanya aku berada dibawah tadi malam, kenapa sekarang diatas ranjang" batin Hazel.
Hazel turun dari ranjang dan langsung menyingkap gorden yang menutupi pintu balkon.
Hazel menunduk sedih saat mengingat pertengkaran hebat yang terjadi antara dirinya degan Rion tadi malam.
Hazel berlalu kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar jauh lebih segar.
Seteleh selesai, Hazel pun keluar dan sudah menggunakan gaun rumahan yang berwarna peach.
Hazel berjalan mendekati pintu kamar Rion dan melihat Rion tidak ada disana.
Karena penasaran Hazel pun memberanikan diri untuk mengecek kedalam ruang kerja.
Hazel mengintip dari cela pintu dan melihat Rion yang sedang menatap laptop dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Terlihat wajah pria itu yang sangat kusut dengan kemeja yang tidak berubah sejak pulang tadi malam.
"Apa dia tidak tidur? tapi kok mata nya sembab, apa kata kata ku sangat menyakiti nya?" batin Hazel merasa bersalah.
"Ah sudahlah, aku masih kesal terhadap nya" gerutu Hazel dan berlalu pergi.
Hazel berjalan turun menuju lantai dasar dan langsung mengarah kedapur dan melewati meja makan.
"Pagi nona" sapa semua pelayan.
"Pagi, apakah kalian sudah masak?" tanya Hazel.
"Kami sudah masak tetapi belum ada yang makan non" jawab koki yang ada dirumah itu.
"Kenapa belum ada yang makan?" tanya Hazel bingung.
"Tuan Rion tidak turun untuk sarapan, Steve juga langsung pergi tanpa ingin sarapan lebih dulu" jawab mereka.
Hazel jadi merasa bersalah akan keributan yang dibuatnya tadi malam.
"Kembalilah bekerja" titah Hazel.
Hazel pun langsung mengambil piring kosong dan mengisinya dengan makanan untuk Rion.
Hazel juga menyiapkan segelas teh hangat untuk Rion karena Hazel yakin bahwa Rion tidak tidur tadi malam.
Hazel berjalan menaiki anak tangga menuju lantai atas dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman.
Ceklekkk
Hazel memasuki ruang kerja Rion, Rion pun langsung menoleh dan menatap wajah Hazel.
Hazel meletakkan saja makanan untuk Rion dan langsung berbalik pergi.
"Ha..."
__ADS_1
Brakkkk
Hazel menutup pintu ruang kerja Rion dengan kasar membuat Rion terjingkat kaget.
Rion menghela nafas, hati Rion terasa sakit melihat perlakuan Hazel yang seperti ini kepadanya.
Rion hanya memandang makanan yang dibawakan Hazel tanpa mau menyentuh nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hazel berjalan kembali kekamar nya dan membuka laptop miliknya karena malas mempertanyakan keberadaan ponsel nya kepada Rion.
Hazel melihat pesan masuk dan Mark dan juga Mia yang mengkhawatirkan dirinya.
"Aku baik baik saja kalian jangan khawatir, aku tidak tahu akan kelanjutan nya seperti apa tapi aku harap kalian tetap mendukung apa pun keputusan ku"
Hazel pun mengirimi pesan seperti itu kepada Mark dan Mia.
Hazel terus mengutak atik laptop nya hingga sebuah email yang berisi pesan dari seseorang.
Seketika senyum tipis tersemat dibibir ranum Hazel, dengan cepat Hazel membalas pesan email itu.
"Akhirnya apa yang ku tunggu akan terjadi juga" batin Hazel tersenyum smirk.
Hazel terus berada dikamar hingga waktu menunjukkan pukul 3 siang.
Hazel berjalan menuruni anak tangga dan sudah rapat dengan menggunakan dress panjang berwarna putih.
"Maaf nona, anda ingin kemana?" tanya bik Rumi.
"Tapi tuan tidak memberi izin nona" ucap bik Rumi.
"Biarkan saja, lagian aku bu...."
"Mau kemana?" tanya suara berat Rion yang berjalan menuruni anak tangga.
"Ada urusan" ketus Hazel.
"Tidak, kau tidak ku perbolehkan pergi dari rumah ini" tolak Rion.
"Jangan larang aku atau aku akan benar benar pergi" ketus Hazel dan berjalan ke luar rumah.
"Non..." bik Rumi yang tadinya ingin mengejar Hazel pun jadi urung karena Rion menahan nya.
Rion merogoh saku nya dan mengambil ponsel nya guna menghubungi seseorang.
"Ikuti Hazel" titah Rion pada seseorang di seberang sana dan berlalu kembai ke lantai atas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hazel turun dari mobil setelah mobil yang dikendarai oleh supir pribadinya berhenti di sebuah mini market.
"Bapak tunggu disini saja ya" ucap Hazel.
"Baik Non" jawab supir Hazel.
__ADS_1
Hazel berjalan memasuki supermarket itu dan langsung menuju ke sebuah rak makanan ringan.
Hazel memasukan berbagai macam cemilan kedalam keranjang belanjaan nya.
Disamping Hazel ada seseorang yang memakai hoodie hitam tertutup dan juga masker berwarna hitam hingga wajahnya tidak terlihat.
"Semuanya sudah ada disini" celetik seseorang itu yang ternyata seorang wanita.
Hazel tersenyum senang mendengar ucapan wanita misterius yang ada di hadapan nya.
"Tuan Rion mengutus beberapa bodyguard untuk menjaga mu, jangan terlalu dekat" ucap orang misterius itu.
"Sebab itu cepat berikan apa yang aku minta, ckk bodoh sekali" gerutu Hazel.
"Baik Non" jawab wanita misterius itu dan memasukkan sebuah map yang berukuran sedang kedalam keranjang belanja Hazel.
Hazel pun langsung menutupi nya dengan cemilan yang dibeli nya.
"Kerja mu selalu bagus, ambillah apa yang kau inginkan maka aku yang akan membayarnya" bisik Hazel.
"Saya tidak ingin berat badan saya naik" celetuk wanita itu membuat Hazel langsung melemparkan tatapan tajam untuk nya.
"Saya permisi" pamit wanita itu dan langsung berlalu pergi.
"Aishhh menyebalkan sekali, makanan ini tidak membuat tubuh ku mengembang tubuh nya saja yang baperan" gerutu Hazel dan menyelesaikan belanja nya.
Setelah memilih berbagai macam cemilan, Hazel pun langsung berjalan menuju kasir.
"Sudah ya kak" ucap Hazel meletakkan keranjang nya diatas meja kasir.
"Ini saja non? ada yang ingin dibeli lagi?" tanya kasir itu.
"Tidak, ini saja" tolak Hazel.
Pegawai kasir minimarket itu pun langsung menghitung dan memasukkan belanjaan Hazel kedalam kantong plastik berwarna putih.
Setelah selesai Hazel pun membawa sekantung plastik berukuran sedang yang berisi cemilan itu kedalam mobil.
"Setelah ini kemana non?" tanya supir Hazel.
"Kita pulang saja pak" jawab Hazel.
Hazel memandang kearah jalanan ibu kota yang tidak terlalu padat dari dalam mobil.
"Kehancuran mu akan tiba" batin Hazel tersenyum licik.
Entah apa yang direncanakan wanita itu, tapi yang pasti itu semua demi kebaikan dirinya sendiri dan orang terdekatnya.
.
.
.
Staytune bersama author 😙
__ADS_1
Jangan lupakan kewajiban kalian sebagai readers untuk memberi dukungan pada author hihi😁