You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.27 HIDUPKU


__ADS_3

Setelah kematian Eric, Rion pun menyuruh Hazel untuk kembali ke kamar nya agar berpisah kamar dengan Rion.


Malam ini Rion sedang bersama Amena dirumah mewah nya, sedangkan Hazel sedang memasak di dapur bersama bik Rumi dan lainnya.


"Papa kamu kan sudah meninggal, kenapa kamu tidak ceraikan Hazel saja sayang?" tanya Amena sembari bergelayut manja di lengan Rion.


Sepasang kekasih itu sedang berjalan menuruni tangga untuk melakukan makan malam.


"Ak...."


"Bukan bermaksud lancang tuan, tetapi kau harus ingat saat ini nona Hazel hanya memiliki dirimu. Dan kau berhentilah menghasut tuan Rion" ucap Steve yang tiba tiba menyela kata kata Rion.


"Lancang nya kau kepada Rion! ingat ya Steve, aku akan menjadi nyonya dirumah ini suatu hari nanti" bentak Amena.


"Itu semua hanya mimpi" ucap Steve memandang rendah Amena.


"Cukup Steve! apa apaan kau ini!" bentak Rion.


"Terserah pada mu, jika kau menceraikan nona Hazel maka aku yang akan membawa nya pergi dari rumah ini" ucap Steve dan melengos pergi.


Rion mengepalkan tangan nya mendengar ucapan Steve, orang kepercayaan nya sedari dulu tidak pernah menyukai Amena, wanita yang dicintai nya.


Rion dan Amena pun berjalan memasuki ruang makan, terlihat Hazel yang baru selesai menata makanan dimeja makan.


"Kamu datang Rion? ayo makan aku sudah selesai memasak" ajak Hazel seakan tidak melihat keberadaan Amena.


Memang Amena sering keluar masuk rumah ini semenjak kematian Eric, Rion pula tidak melarang nya.


Awalnya Hazel risih, tetapi Hazel. mencoba untuk acuh denga kehadiran Amena disamping suaminya.


Steve merasa sangat geram dengan sikap Rion yang seperti ini, Steve mengepalkan tangan nya.


"Nona Hazel, biarkan saja mereka menikmati makanan cepat saji diluar sana masakan mu biar orang yang dirumah ini saja yang menikmati" ucap Steve yang sudah sangat geram.


"Jangan lancang kau si..."


"Sudah kak Steve, ayo makan tidak baik bertengkar di depan makanan seperti ini" ucap Hazel mengalah.


Steve mendengus kesal, hati Hazel begitu lembut menghadap sikap Rion yang seperti api.


Mereka pun mulai duduk di kursi masing masing, kursi yang biasanya Hazel duduki kini telah digantikan oleh Amena.


Hazel pun memilih mengalah dan pindah ke sisi lain Rion karena sangat malas berdebat dengan wanita ular seperti Amena.


Hazel dengan telaten mengisi piring kosong milik Rion yang kini sudah terisi penuh dengan makanan.


"Caper banget sih, denger ya mau bagaimana pun kau mencari muka didepan Rion tetap aku yang dicintai Rion" ketus Amena.


"Tu..."


"Sudahlah kak, biarkan saja dia ingin bicara apa" ucap Hazel menahan Steve yang akan murka.

__ADS_1


"Kau beruntung karena nona Hazel masih menahan ku" ketus Steve menatap tajam kearah Amena.


SATU MINGGU BERLALU.


Rasanya Hazel begitu muak melihat Amena yang terus berada dirumah ini layaknya seorang nyonya.


Posisi nya sebagai istri sah Rion seperti tidak ada artinya dimata wanita seperti Amena.


"Kau terus saja menyuruhku" keluh Hazel sembari meletakkan segelas jus jeruk diatas meja yang berada tepat dihadapan Amena.


"Lalu apa gunamu disini jika tidak menjadi pesuruh?" tanya Amena menatap remeh kearah Hazel.


Hazel mengepalkan tangan nya, kesabaran nya sudah di luar batas maximal menghadapi kekasih suaminya ini.


Hazel berlalu pergi menaiki anak tangga menuju ruang kerja Rion, hari ini wekend sebab itu Rion berada dirumah.


Brakkkk


Hazel membuka pintu ruang kerja Rion dengan sangat keras membuat dua orang didalam nya terjingkat kaget.


"Ada apa nona?" tanya Steve.


"Cukup ya Rion, bawa kekasih mu dan jangan biarkan dia tinggal disini. aku lelah dijadikan pelayan oleh nya Rion" ucap Hazel dengan mata berkaca kaca.


"Aku saja yang sebagai istri sah mu saja tidak sering menyuruh pelayan lain tetapi dia? dia menyuruh ku ini dan itu Rion, dia menganggap ku sangat rendah. aku lelah Rion terserah padamu jika ingin melanjutkan hubungan mu dengan nya tapi bawa dia pergi dan jangan temukan kami lagi"


Brakkkkk


Baru kali ini melihat Hazel semarah ini, Steve merasa kasihan melihat Hazel yang diperlakukan buruk baik itu Rion atau pun Amena.


"Tuan, jangan menyiksa nona Hazel seperti ini. jika kamu memang menginginkan wanita itu maka lepaskan nona Hazel" celetuk Steve.


Rion langsung memandang kearah Steve, entah mengapa hati kecil Rion tidak rela jika Steve menyuruhnya meninggalkan Hazel.


"Kau menyukai nya Steve?" tanya Rion.


"Aku menganggap nona Hazel seperti adik ku tuan, tidak tega aku melihatnya diperlakukan seperti ini. jika kau menceraikan nya mungkin aku yang akan mencarikan nya tempat tinggal" jawab Steve.


"Lalu kau akan menikahinya?" tanya Rion.


"Aku tidak selancang itu menikahi istri tuan ku sendiri walaupun nantinya kalian sudah bercerai, hanya satu keinginan ku tuan jangan siksa nona Hazel seperti ini" ucap Steve dan berlalu pergi.


Rion mematung mendengar ucapan Steve, apakah dirinya terlalu berlebihan? apakah dirinya sejahat itu kepada Hazel?


Ahhh rasanya Rion sangat pusing memikirkan permasalahan yang sangat pelik ini.


Satu sisi Rion mencintai Amena, disisi lain Rion seakan tidak rela jika melepas wanita seperti Hazel.


Rion mengusap wajah nya kasar, semuanya sangat membingungkan. dia tidak mengerti dengan perasaan nya.


"Ahh.. Sial!" umpat Rion melempar berkas yang ada di depan nya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Didalam kamar Hazel.


"Hiks hiks, aku lelah sekali jika terus seperti ini. seakan tidak ada bedanya saat aku tinggal bersama tante" lirih Hazel memeluk dirinya diatas ranjang.


Dada nya begitu sesak menghadapi sikap acuh suaminya yang lebih memperhatikan wanita lain dari pada dirinya.


Drtttt


Drtttt


Ponsel Hazel berdering, Hazel menyambar nya dan langsung melihat ada panggilan masuk dari Mia.


"Halo Mia" sapa Hazel setelah menerima panggilan itu.


"Ada apa dengan suara mu? kau menangis?" tanya Mia


"Hah? ti...tidak, aku tidak menangis" bohong Hazel.


"Kau tidak bisa membohongi ku Hazel, kita sudah lama bersama apa yang ingin kau sembunyikan dari hem?" tanya Mia


"Seperti yang kau tahu Mia, Rion tidak berubah sama sekali" jawab Hazel yang tidak bisa berbohong kepada sahabat nya itu.


"Aishhh sial, mau sampai kapan Rion sialan itu terus mengacuhkan mu hah? sudahlah ceraikan saja dia apa yang kau pertahankan?" ucap Mia dengan nada kesal.


"Aku tidak mau menceraikan nya Mia" tolak Hazel.


"Kau mencintai nya? kau berharap bisa bahagia dengan nya? oh ayolah Hazel, meninggalkan nya tidak membuat mu mati"


"Aku akan mati jika meninggalkan nya Mia, dia hidup ku. aku terlahir untuk nya bukan untuk orang lain" jawab Hazel.


"Kau sungguh sungguh mencintainya Hazel? walaupun dia tidak melakukan apa pun untuk mu?" tanya Mia yang tidak percaya dengan pemikiran sahabatnya.


"Jangan mengatakan dia tidak melakukan apa pun untuk ku Mia, dia membela ku disaat keluarga ku mengucilkan ku. aku mencintai Rion sebagai suami ku dan hidup ku" jawab Hazel.


Entah mengapa hati Rion menghangat mendengar ucapan Hazel yang terdengar seperti pembelaan nama nya.


Rion memang tanpa sengaja mendengar percakapan Hazel dan Mia, pintu kamar Hazel tidak tertutup rapat sehingga Rion bisa mendengar nya.


Niat ingin berbicara dengan Hazel menjadi urung karena mendengar percakapan kedua wanita itu.


.


.


.


Staytune😉


Jangan lupa dukungan nya sebagai uang parkir 😁

__ADS_1


__ADS_2