You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.28 BIDADARI


__ADS_3

Rion berjalan menuruni tangga untuk mencari keberadaan Amena dimana, setelah mendengar keluhan Hazel kepada Mia tadi membuat Rion tidak tega membiarkan Amena tinggal lebih lama lagi disini.


"Dimana Amena?" tanya Rion pada salah satu pelayan nya.


"Nona Amena sedang berenang tuan" jawab pelayan itu.


Rion pun langsung pergi menuju halaman samping dimana kolam renang nya berada.


Dan benar saja, Amena sedang berada disana dan sedang melakukan aktivasi berenang dengan menggunakan bikini yang sangat seksi.


"Hazel! bawakan aku jus!" teriak Amena dan memekakkan telinga.


Rion berjalan mendekati Amena yang membelakangi dirinya sehingga Amena tidak tahu bahwa dirinya datang.


"Haz...."


"Sayang" panggil Rion menyela kata kata Amena yang ingin berteriak memanggil nama Hazel.


"Loh sayang? kamu sudah selesai?" tanya Amena memandang wajah tampan Rion.


"Sudah, aku ingin bicara kepadamu" ucap Rion mendudukkan dirinya di kursi santai yang ada dipinggiran kolam.


"Hem? bicara apa?" tanya Amena dan bergegas naik lalu berjalan mendekati Rion.


"Kamu kembali saja ke apartemen ya" ucap Rion.


"Hah? kenapa? kamu bilang aku bisa tinggal disini kapan pun aku mau" ucap Amena yang merasa tidak Terima.


"Iya, tapi jangan dirumah ini. setelah menikah aku akan membelikan rumah yang lebih mewah dari pada ini" jawab Rion.


"Lalu rumah ini?" tanya Amena.


"Papa sudah memberikannya pada Hazel, Hazel sendiri yang memintaku untuk membawa mu pergi sayang" bohong Rion.


Entah mendapat ide dari mana sehingga Rion bisa berbohong demikian kepada Amena.


"Aishh.. wanita ja**ng itu" gerutu Amena.


"Sudahlah, berdebat dengan nya hanya menguras tenaga lebih baik bersiaplah sekarang dan kita akan segera berangkat" ucap Rion.


Mau tidak mau Amena pun mengalah atas ucapan Rion, paling tidak Amena telah dijanjikan rumah yang jauh lebih mewah oleh Rion.


Setelah beberapa jam kemudian, Amena dan Rion pun sudah bersiap untuk menuju apartemen Amena.


Hazel berjalan menuruni tangga menuju lantas dasar untuk memasak makanan malam.


"Cepatlah kembali, aku akan memasak makanan kesukaan mu" ucap Hazel tersenyum kepada Rion.


"Aku tidak bisa janji, kemungkinan besar aku akan makan diluar" jawab Rion datar.


"Teruslah perjuangkan apa yang sudah dari awal kau kalahkan" cibir Amena.


"Belum ada yang kalah diantar kita" jawab Hazel dan melengos pergi menuju dapur.

__ADS_1


Rion terdiam mendengar jawaban Hazel, sejak kapan wanita ini mampu untuk melawan apa lagi menyela ucapan orang.


"Ayo kita pergi" ajak Rion sembari menggandeng tangan Amena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


2 MINGGU BERLALU...


2 Minggu lamanya Rion tidak kembali setelah mengantarkan Amena kembali ke apartemen nya.


Bahkan telpon dari Hazel saja tidak diangkat seakan Rion sedang sibuk dengan dunianya disana.


Seakan kesabaran nya sudah habis, Hazel menangis didalam kamarnya sembari memandang foto keluarga nya.


Sore hari yang sedikit mendung dengan ditemani rintikan hujan seakan mendukung kesedihan Hazel.


"Ma, pa Hazel harus bagaimana? Hazel lelah mempertahankan rumah tangga yang dianggap hanya sebuah permainan oleh suami Hazel, hiks" lirih Hazel.


Air mata Hazel terjatuh hingga menggenang dikaca foto keluarga nya, seakan air mata nya tiada habis nya.


"Rion sudah tidak pulang selama 2 pekan, dia seakan tidak memiliki istri tanpa memperdulikan perasaan ku yang menunggu nya setiap hari dirumah. Aku harus bagaimana Tuhan? aku lelah" isak Hazel.


Tok Tok Tok


"Hazel"


Hazel langsung mengusap air mata nya saat suara berat Rion terdengar memanggil namanya.


Hazel langsung berdiri dan menuju kearah pintu, Hazel membuka pintu dan melihat Rion berdiri disana.


"Apa itu?" tanya Hazel.


"Gaun pesta" jawab Rion datar.


"Gaun? kita akan menghadiri pesta siapa?" tanya Hazel penasaran.


"Pasangan Gualon, mereka mengadakan ulang tahun pernikahan yang ke 30tahun" jawab Rion.


"Apa sudah menyiapkan hadiah untuk mereka?"


"Semuanya sudah diatur, jangan membuatku malu nanti malam" ucap Rion dan melengos pergi begitu saja.


"Setelah 2 minggu tidak pulang dan sekarang pulang lalu menyuruhku? untung suami ku" gerutu Hazel membuat pelayan didepannya terkekeh.


"Letakkan didalam saja mbak, biar saya sendiri yang memilih" ucap Hazel.


Para pelayan itu pun meletakkan berbagai paperbag kedalam kamar Hazel dan setelahnya berlalu keluar.


Hazel menutup pintu kamar nya dan memandangi berbagai paperbag dengan berbagai warna juga di hadapan nya.


"Baiklah, akan ku tunjukkan siapa itu Hazel Matya Lorens kepada mu Barion Jacob. kau akan tahu bagaimana aku mempergunakan nama belakang mu di hadapan orang orang. disaat itu pula aku akan dipanggil nyonya Jacob"


Prok

__ADS_1


Prok


Hazel bertepuk tangan senang, entah mendapat semangat dari mana sehingga terdapat beberapa ide pintar dikepalanya.


Karena waktu sudah hampir gelap, Hazel pun memutuskan untuk langsung mandi agar tidak telat.


Hazel meluluri tubuhnya dengan lulur merek ternama, harum tubuh Hazel begitu semerbak didalam kamar mandi.


Hazel keluar kamar mandi dengan menggunakan Batrobhe saja dan mendudukkan dirinya didepan kaca rias.


Hazel merias wajah nya dengan make up yang terkesan flawless tetapi semakin menambah kadar kecantikan nya sebagai seorang wanita.


Lipstik yang dipadu dari warna nute dengan warna merah gelap sehingga menjadi ombre Lips yang sangat indah di bibir mungil nya.


"Sangat sempurna" ucap Hazel sembari menjentikkan jarinya setelah memberikan polesan terakhir diwajah nya.


Hazel berjalan mendekati paperbag paperbag yang dibawakan Rion untuk nya tadi yang ternyata berisi berbagai macam sepatu, tas dan juga gaun pesta.


"Hemm.. aku harus terlihat sempurna bukan? oke aku akan memilihnya" gumam Hazel membuka semua paperbag itu.


Hazel menjatuhkan pilihannya pada sebuah gaun merah terang dengan belahan bagian bawah yang sampai bagian atas lututnya, terlihat seksi.


Apalagi gaun itu memiliki bagian dada yang cukup rendah dengan tali tipis yang akan menambah aksen gaun itu.


Hazel mengambilnya dan langsung memakai gaun yang telah dipilihnya dan berharap ini cocok dengan pakaian yang akan dipakai Rion.


Hazel juga memilih sepatu berhak cukup tinggi dengan warna hitam glitter dengan dipadu tas mewah yang berwarna senada dengan sepatunya.


Hazel melihat penampilannya dipantulan cermin, tubuh indah nya terbentuk sempurna dibalutan gaun itu.


"Aku sangat cantik hihi, lihat saja nanti Amena sebelum mimpi mu yang akan menendang ku dari rumah ini kenyataan maka aku lebih dulu yang akan menyingkirkan mu dari hidup Rion" ucap Hazel menatap dirinya didepan cermin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di lantai dasar, Rion duduk disofa sembari memegang ponselnya seperti berbalas pesan dengan seseorang.


"Rion, aku sudah siap" ucap Hazel yang berjalan perlahan menuruni anak tangga.


"Astaga bidadari" terkejut Steve yang hampir terjatuh karena memandang kecantikan Hazel malam ini.


"Rion" panggil Hazel berdiri di hadapan Rion.


Rion dengan perlahan menaikkan pandangan nya, Rion terbelalak melihat kecantikan Hazel yang bertambah berkali kali lipat dari biasanya.


"Apa sudah selesai? ayo kita pergi" ajak Hazel dan menarik tangan Rion menuju teras rumah.


"Sial! kenapa pakaian nya terlihat begitu terbuka, salahku membeli gaun itu tadi. aku fikir dia tidak akan memakainya karena terlalu terbuka" batin Rion.


Hazel pun masuk kedalam mobil setelah Rion, Rion seakan sangat sulit mengalihkan pandangan nya dari Hazel yang begitu cantik malam ini.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungan nya say😉


__ADS_2