
Hazel berjalan menuju ruang kerja Rion, Rion tidak bekerja hari ini karena merasa dirinya yang masih lelah.
Ceklekkk
"Rion" panggil Hazel menyembulkan kepalanya kedalam ruang kerja Rion.
"Hem?" Rion pun mendongak dan menatap wajah Hazel.
"Sibuk?" tanya Hazel.
"Tidak" jawab Rion.
Hazel pun masuk dan berdiri di samping Rion, Hazel memberikan segelas teh hangat untuk Rion.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" ucap Hazel sembari memainkan ujung tali gaun nya.
"Bertanya apa?" tanya Rion dengan mata yang terus fokus pada laptop nya.
"Kenapa kam...."
Drttt
Drttt
"Tunggu sebentar ya" ucap Rion dan langsung menyambar ponsel nya.
Hazel bisa melihat nama siapa yang menelpon suami nya itu, Hazel pun menghembuskan nafas kasar.
Rion berjalan menuju balkon dan langsung mengangkat panggilan itu yang ternyata dari Amena.
Beberapa saat kemudian Rion pun kembali, Rion menyambar jacket kulit nya yang ada digantungan jas.
"Ingin bertanya apa tadi?" tanya Rion.
"Tidak jadi" jawab Hazel dan berlalu pergi begitu saja.
Hatinya kesal melihat Rion sudah bersiap akan pergi setelah mendapat panggilan dari Amena.
Tanpa mengejar ataupun bertanya lebih jelas pada Hazel, Rion pun meninggalkan rumah mewah itu dengan mobil sport mewah nya.
Hazel hanya memandangi kepergian Rion dari balkon lantai 2, tidak ada yang berubah dari sikap Rion.
"Padahal tadi pagi kita bercanda bersama, tapi kini kamu pergi meninggalkan aku lagi" gumam Hazel hingga menitikan air mata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah toko roti ternama, Leon sedang menunggu pesanan nya selesai sembari memainkan ponsel nya.
Tinggg
Sebuah pesan masuk diponsel Leon yang langsung membuat senyum manis Leon pun terbit.
"Ini pesanan anda tuan" ucap seorang staf yang ada ditoko itu sembari memberikan paperbag berwarna pink pada Leon.
"Terimakasih" ucap Leon dan langsung berlalu pergi.
__ADS_1
Leon melesatkan mobilnya menuju ke sesuatu tempat, senyum Leon pun terus tersemat diwajah tampan nya.
Setelah beberapa saat mengendarai mobil nya, Leon pun berhenti di sebuah rumah mewah.
"Kak Leon" sapa Hazel dengan girang.
"Akhirnya kau memanggil ku kakak juga" ucap Leon sembari mengacak pucuk rambut Hazel.
"Hehehe kau yang meminta nya" ucap Hazel sembari tersenyum kuda.
"Lihatlah aku membawakan cake kesukaan mu" ucap Leon menunjukkan paperbag berwarna pink yang dibawanya.
"Wahh, ayo masuk kak" ajak Hazel menarik tangan Leon dan berjalan memasuki rumah mewah itu.
Kini kedua orang itu sudah duduk disofa yang berada di ruang tamu, Hazel dengan antusias menyantap cake rasa matcha yang dibawakan Leon untuknya.
"Kau selalu tahu apa yang ku sukai kak Leon, terimakasih ya" ucap Hazel tersenyum manis.
"Sama sama baby kecil ku" jawab Leon sembari mencubit pelan pipi Hazel karena gemas.
"Oh iya kak, kakak apa tidak ke kantor?" tanya Hazel.
"Tadi makan siang bersama klien dan melihat toko kue ini, aku mengingat pipi chubby ini yang selalu antusias memakan cake matcha yang selalu ku belikan dulu" jawab Leon.
"Yang benar saja, kenapa harus pipi ku yang diingat" gerutu Hazel membuat tawa Leon meledak.
"Bagaimana restauran?" tanya Leon.
"Semuanya baik dan berjalan dengan lancar, Mia bisa menghandle semuanya dengan baik" jawab Hazel.
"Dimana suami mu Zel?" tanya Leon.
"Apa dia tidak ke kantor?" tanya Leon.
"Tidak"
"Hazel, dengar kan aku" ucap Leon merubah wajah nya menjadi serius.
"Ada apa kak?" tanya Hazel memandang Leon.
"Kau tahu Rion masih terus berhubungan dengan wanita itu bukan?" tanya Leon.
"Tahu, dia juga pergi untuk menemui wanita itu tadi" jawab Hazel.
"Lalu?" tanya Leon dengan rahang yang sudah mengeras.
"Sudahlah kak, aku sudah mengatur segalanya aku juga bisa menghadapi semuanya, percayalah kepadaku" jawab Hazel meyakinkan Leon.
"Hazel, apa yang kau harapkan dari pernikahan ini?" tanya Leon yang tidak habis pikir dengan jalan pikir Hazel.
"Aku yakin Rion akan mencintai ku suatu hari nanti kak, aku yakin itu" jawab Hazel tersenyum kepada Leon.
Leon menghela nafas, Hazel memang wanita yang sangat sabar dalam menghadapi sesuatu.
"Semoga kesabaran mu terbayar ya" ucap Leon mengelus lembut pipi Hazel.
__ADS_1
"Terimakasih kak Leon, teruslah menjadi suport system ku" ucap Hazel tersenyum manis.
"Selalu baby" jawab Leon memeluk tubuh mungil Hazel.
Rion terbelalak saat memasuki rumah dan melihat istrinya yang sedang duduk berdua bersama pria lain.
"Hazel" panggil Rion dengan nada ketus.
"Rion? kamu sudah pulang?" tanya Hazel dan terus melanjutkan makan cake nya.
"Hazel, bolehkah kakak berbicara dengan suami mu?" tanya Leon.
"Kau sama saja seperti kak Mark, yasudah aku kebelakang dulu" ucap Hazel dan berlalu pergi sembari menikmati cake yang ada ditangan nya.
"Maaf datang kemari tanpa seizin mu tuan Rion, jangan hukum atau marahi Hazel karena hal ini" ucap Leon memandang datar kearah Rion.
"Dia istriku, apa pun yang ku la..."
"Aku tahu dia istrimu tapi kau tahu se spesial apa dia dihidup Mark. hanya orang orang seperti kita yang tahu siapa itu Mark jangan sampai dia bertindak sesuatu yang membuat mu rugi tuan Rion" ucap Leon
"Kau mengancam ku?"
"Aku tidak mengancam mu, Mark sudah mempercayakan hidup Hazel kepada mu tetapi bukan berarti Mark tidak memantau Hazel selama ini jika bulan karena kepentingan klan mungkin Mark akan disini selamanya" jawab Leon menjelaskan.
"Jangan pernah campuri urusan rumah tangga ku lagi" ucap Rion memperingatkan.
"Kami akan berhenti setelah kau pantas menjadi suami Hazel, tuan Rion" jawab Leon.
"Berhentilah mengganggu ku tuan Leon, aku tidak pernah mengusik mu bukan? apa lagi mengusik hidup adik mu" ucap Rion yang sudah geram dengan Leon.
"Tetapi kau mencoba untuk tidak perduli dengan apa yang kau miliki saat ini"
"Kau masih mencintai istriku?" celetuk Rion tiba tiba membuat Leon langsung menatap matanya.
"Benar bukan? kau masih mencintai Hazel?" tanya Rion sekali lagi dengan senyuman remeh.
"Berhentilah berharap atas cinta mu yang bertepuk sebelah tangan Leon, mau bagaimana pun Hazel akan tetap berada disini. kau tahu itu" ucap Rion.
"Jangan terlalu bangga Rion, mungkin iya untuk saat ini tetapi jika kau terus seperti ini maka Hazel sendiri yang akan datang dan menyerahkan dirinya kepada ku. bukankah kau belum menyentuh nya?" ucap Leon menyeringai.
Rahang Rion pun langsung mengeras, tangan pria itu mengepal kuat hingga buku buku tangan nya memutih.
"Benar bukan? Hazel juga tidak akan mau kau sentuh jika kau masih ada hubungan dengan wanita lain, Hazel wanita suci yang tidak tersentuh Rion" ucap Leon.
"Jaga ucapan mu Leonardo Begelert!" ketus Rion.
"Aku begitu bangga dengan Hazel yang dengan berani mencemooh wanita mu didepan orang orang terpandang seperti pasangan Gualon" ucap Leon.
"Pergi dari sini sebelum aku bertindak kasar pada mu" ucap Rion.
"Oke, jangan lupakan pesan ku Barion Jacob" ucap Leon dan berlalu pergi meninggalkan Rion.
.
.
__ADS_1
.
Staytune dan jangan lupa like comment sebagai yang parkir🥰