You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.6 BERTAMU


__ADS_3

Hazel dan Leon pun sudah berada di sebuah restauran karena akan bertemu klien sembari makan siang bersama.


Plukkkk


Pulpen milik Hazel terjatuh, Hazel membungkukkan tubuhnya agar lebih mudah menggapai pulpen miliknya.


Di waktu yang bersamaan klien Leon pun datang dan langsung disambut hangat oleh Leon.


"Selamat siang tuan Rion" sapa Leon


"Siang kembali tuan Leon" sapa Rion yang ternyata menjadi klien Leon siang ini.


Setelah mendapat pulpen nya kembali Hazel mengangkat tubuhnya dengan senyum tetap tersemat di bibir nya.


"Loh oom ini kan?" Celetuk Hazel


Leon yang melihat Hazel seperti mengenal Rion pun mengerutkan kening nya.


"Kalian saling kenal?"


"Ti.."


"Pernah bertemu beberapa kali doang pak" Jawab Hazel sekenanya.


"Ohh, kenalin ini karyawan terbaik saya tuan Rion" Ucap Leon memperkenalkan Hazel kepada Rion.


"Hazel"


"Rion"


Ucap keduanya sembari berjabat tangan, Rion hanya menampilkan raut datar berbeda dengan Hazel yang terus tersenyum manis.


Mereka pun membicarakan perihal bisnis dengan serius, sesekali Rion memandang lekat wajah cantik Hazel.


"Dia cantik dan pintar tapi aku kan cintanya sama Amena" Batin Rion.


Leon yang menyadari pandangan Rion kepada Hazel pun langsung tersulut api cemburu.


"Ehemm" Dehem Leon membuat Rion tersadar dari lamunan nya.


"Bapak kesedak apa? Lalat?" Tanya Hazel membuat Rika sekretaris Rion terkekeh.


"Engga Hazel, cuaca nya sedikit panas" Jawab Leon berbohong.


Setelah pembicaraan bisnis selesai mereka pun melanjutkan dengan makan siang bersama.


"Mata kamu indah sekali Hazel" Puji Rika dengan tulus


"Terimakasih mbak, mbak nya juga cantik" Jawab Hazel tersipu.


"Maaf tuan Leon, dimana sekretaris anda?"


"Oh Siska sedang ada pekerjaan lain Rik, saya sudah biasa mengajak Hazel sebagai ganti Siska" Jawab Leon.


"Cocok deh tuan Leon sama Hazel" Celetuk Rika


"Hah? Hahaha ada ada aja mbak Rika" Kekeh Hazel


Rika tersenyum melihat Hazel, gadis ini memiliki pribadi yang ceria dan hangat pikir Rika.


Tanpa disadari Rion sedari tadi memandang wajah cantik Hazel yang sedang tersenyum dan sesekali tertawa.


"Bagaimana hubungan anda dengan nona Amena, tuan Rion?" Tanya Leon berharap Rion bisa mengalihkan pandangan nya.

__ADS_1


"Hah? Anda berbicara apa tuan?"


"Saya dengar anda akan melangsungkan pertunangan dengan nona Amena" Jawab Leon


"A..ahhh itu, y..ya masih dalam wacana saja" Jawab Rion gugup.


Setelah beberapa saat melakukan makan siang bersama Leon dan Rion pun akan kembali ke kantor masing masing.


"Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik tuan Rion"


"Harapan terbesar kita berdua tuan Leon"


Keduanya pun berjabat tangan, sedangkan Rika dan Hazel memberikan pelukan hangat satu sama lain.


"Aku senang bisa ketemu kamu hari ini Hazel"


"Hazel juga mbak, nanti kita ketemu lagi ya sampai jumpa" ucap Hazel dan berlalu pergi bersama Leon dengan mobil mewah Leon.


"Hazel cantik ya pak" ucap Rika memandang kepergian Hazel dan Leon.


"Iya" jawab Rion tanpa sadar juga memandang kepergian dua orang itu.


"Cieee bapak" goda Rika


"Hah? apa? udah ayo kita kembali kekantor" ajak Rion dengan wajah yang sudah memerah.


Rika terkekeh melihat bos nya yang terlihat malu malu karena sepertinya juga mengagumi kecantikan Hazel.


Hari sudah memasuki jam pulang kantor, Hazel baru saja selesai membereskan ruangan nya agar terlihat rapi.


Hazel baru saja keluar dari lift menuju loby kantor karena memang sudah memesan taxi fia online.


"Hazell!" teriak Toni membuat langkah Hazel terhenti.


"Iya kak?" tanya Hazel menatap Toni


"Ma..."


"Hazel pulang sama saya" celetuk Leon sebelum Hazel menyelesaikan ucapan nya dan langsung menarik perlahan tangan Hazel.


"Daaa.. kak Ton, Hazel duluan!" teriak Hazel melambaikan tangan nya kepada Toni.


Toni pun membalas lambaian tangan Hazel dengan seulas senyum manis di bibir nya.


Hazel terus mengikuti langkah Leon dengan tangan yang masih digenggaman Leon.


"Pak, Hazel sudah pesen taxi" ucap Hazel


"Cancel saja"


"Ga bisa gitu dong pak"


"Bisa, biar saya yang cancel. mana ponsel kamu?" Leon menengadahkan tangan nya di hadapan Hazel setelah langkah nya terhenti.


"Iya deh iya, saya cancel" Hazel pun akhirnya mengalah membuat senyum manis terbit dibibir Leon.


"Hazelll!" panggil Mia sahabat Hazel


"Iya, ada apa Mia?" tanya Hazel


Mia tersenyum melihat tangan Leon yang menggenggam tangan lembut dan putih milik Hazel.


"Hehe.. ga jadi, aku pulang dulu" pamit Mia dan berlari pergi.

__ADS_1


"Apa sih Mia, prik banget" gerutu Hazel dan melanjutkan jalan nya menuju parkiran dimana mobil Leon berada.


Dengan perhatian Leon membukakan pintu untuk Hazel, hari ini Leon yang mengendarai mobil nya sendiri tanpa supir.


"Gimana kalau Hazel saja yang mengemudikan mobil bapak" tawar Hazel


"Tidak usah, kamu duduk aja" ucap Leon dan memasang seatbelt untuk Hazel.


Mobil ferari biru itupun melesat pergi meninggalkan perusahaan terbesar nomor dua setelah kepunyaan Eric.


Selama perjalanan menuju kediaman Hazel, kedua orang itupun berbincang seru karena Hazel yang memang sangat cerewet.


Leon begitu bahagia bisa menghabiskan banyak waktu dengan Hazel, karena gadis ini begitu pandai mengisi suasana yang sepi.


Celotehan bibir Hazel pun diterima dengan baik oleh Leon, Leon sendiri jika sehari saja tidak mendengar suara Hazel rasanya hampir gila.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mobil Ferrari milik Leon pun berhenti tepat didepan rumah tante Hazel.


Terlihat Lukman yang sudah menunggu kepulangan keponakan nya diambang pintu rumah.


"Mau mampir pak?" tawar Hazel sebelum turun dari kuda besi Leon.


"Tidak merepotkan?"


"Tidak, akan saya buatkan teh hangat"


Leon pun menyetujui tawaran Hazel dan keluar bersama, kini kedua orang itu berjalan bersama memasuki halaman rumah Lukman.


"Om" sapa Hazel mencium punggung tangan Lukman.


"Salam tuan"


"Salam tuan Leonard, suatu kehormatan anda bisa bertamu dirumah sederhana saya ini" ucap Lukman sopan.


"Mari masuk" ajak Lukman.


Kini Leon dan Lukman sudah duduk disofa yang ada diruang tamu, sedangkan Hazel berlalu ke dapur untuk membuatkan minuman hangat.


Beberapa saat kemudian Hazel pun datang dengan sebuah nampan ditangan nya yang berisi dua gelas minuman hangat dan sepiring cemilan.


"Tante dan Liza mana om?" tanya Hazel setelah duduk disamping Lukman.


"Pergi tadi, om juga tidak tahu kemana" Hazel pun hanya mengangguk


"Kalau begitu Hazel masak ya om, agar kita makan bersama dengan pak Leon" ucap Hazel berdiri dari duduk nya.


"Ya sudah, mau om bantu?"


"Tidak usah om temani pak Leon saja, Hazel tinggal masak dulu pak" pamit Hazel dan berlalu kedapur.


"Apakah Hazel merepotkan mu tuan Leon?" tanya Lukman menatap Leon.


Leon tersenyum "Tentu saja tidak pak, Hazel anak yang baik dan sangat membantu kesibukan dikantor"


"Syukurlah, tolong jagakan Hazel saat berada di sekitar anda tuan Leon"


"Tentu saja pak, Hazel gadis baik yang memang harus dijaga agar tidak layu yang seumpama dia adalah bunga"


Lukman tersenyum hangat mendengar jawaban Leon, Lukman awalnya berharap Hazel bisa menikah dengan Leon tetapi kala mengingat Rion membuatnya ingat akan perjanjian mendiang kakak nya dengan sahabat nya.


.


.

__ADS_1


.


Pantengin terus ya raeders😁


__ADS_2