You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.60 MENGHINDAR


__ADS_3

Hari ini Rion memutuskan pulang bekerja lebih awal, karena ingin mengantarkan istri cantiknya cek kandungan.


Dengan wajah yang bersinar dan sembari bersiul kecil, Rion memasuki rumah megah dan mewah miliknya.


"Sayang!" panggil Rion.


"Iya sayang" jawab Hazel yang sedang menuruni tangga.


"Sudah?" tanya Rion membantu istrinya menuruni tangga.


"Sudah, yuk" ajak Hazel.


Rion pun langsung melesatkan mobil nya meninggalkan pekarangan rumah.


Rion memang mengendarai mobil nya sendiri dan meninggalkan Steve diperusahaan, untuk menghandle segala urusan.


"Aku bener ga ngerepotin kamu kan sayang?" tanya Hazel, merasa tidak enak karena mengganggu pekerjaan suaminya.


Awalnya Hazel hanya izin dan mengatakan akan pergi dengan bik Rumi saja, tetapi Rion menentang dan memaksa akan mengantarkan kedokter.


"Enggak sayang, apa sih yang engga buat istriku" jawab Rion mencubit gemas pipi Hazel.


"Makasih ya, kamu masih mual sayang?" tanya Hazel mengelus tangan suaminya.


"Sudah mendingan, bahkan lebih ga mual lagi saat dekat sama kamu sayang"


"Kamu ini" kekeh Hazel karena suaminya begitu pandai menggombal.


Setelah berberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Rion pun berhenti di depan rumah sakit terkenal.


"Ayo sayang" ajak Rion mengulurkan tangan nya pada sang istri.


Mereka pun memasuki rumah sakit dan langsung menuju dokter kandungan.


Perlu kalian ingat bahwa pria ini adalah Barion Jacob, apa itu kata menunggu bagi seorang Rion.


Semua mata wanita yang ada disana langsung tertuju pada paras indah dan tampan Rion.


Apa lagi pria itu hanya mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung, dan dipadu dengan celana bahan berwarna hitam juga.


Hazel pun memandang sengit kearah suaminya, walaupun sadar akan cinta Rion yang begitu besar kepada nya tidak membuat rasa cemburu itu hilang dalam diri Hazel.


"Ada apa sayang?" tanya Rion yang sadar akan tatapan tidak suka dari istrinya.


"Seketika aku merasa malas jalan berdua dengan mu, apa mereka tidak melihat ku yang berdiri disamping mu? mata ulat bulu memang mines kalau mandang yang lain"


Rion terkekeh mendengar celotehan dari istrinya, Rion paham mood ibu hamil cepat berubah.


"Tapi kan tetap kamu pemenangnya dihati aku sayang"

__ADS_1


Cuppp


Hazel langsung bersemu merah karena Rion mengecup bibirnya di tempat umum.


"Tanda bahwa kamu punya aku" ucap Rion melanjutkan jalan nya sembari menggandeng tangan Hazel.


Hazel tersenyum malu dengan sikap manis suaminya, ya walaupun sering bahkan setiap hari diperlakukan demikian.


Sepasang suami istri itu pun sudah mendekati ruang dokter kandungan yang akan menangani Hazel.


"Mia? kak Mark? kalian disini?" tanya Hazel saat melihat Mark dan Mia keluar dari ruang dokter kandungan.


"Hazel!" pekik Mia dan langsung memeluk sahabat nya.


"Apakah kau akan memeriksa nya? boleh aku ikut? aku ingin melihat nya" pinta Mia.


"Boleh, tapi jawab dulu kalian sedang apa? apa kamu sudah hamil?" tanya Hazel.


"Aku belum hamil, hanya memeriksa apakah rahim ku baik baik saja karena aku takut tidak bisa hamil" Jawa Mia.


"Yang benar saja, pikiran mu sangat random" celetuk Hazel membuat Mia terkekeh.


"Sayang, ayo ikut Hazel periksa kandungan nya" ajak Mia kepada Mark.


"Aku sedang ingin menelpon seseorang, kamu saja ya sayang nanti aku susul" tolak Mark dan langsung berlalu begitu saja.


Mia yang merasa suaminyaa menghindari Hazel pun merasa kasihan pada sahabat nya, Hazel sudah begitu menyayangi Mark selayaknya kakak kandung.


"Dia sangat sibuk beberapa hari ini, ayo masuk" ajak Mia mengalihkan Hazel.


Rion yang sedari tadi melihat sikap acuh Mark pada Hazel pun bingung.


Tidak biasanya Mark secuek itu pada Hazel, apa lagi sampai tidak mengatakan sepatah pun pada wanita itu.


Mereka bertiga pun memasuki ruang dokter kandungan yang tadi dimasuki Mia.


Dari kejauhan, ada seorang pria yang menatap sendu kearah Hazel.


Mata yang menggambarkan rasa takut dan sedih, hingga tanpa sadar setitik air mata nya jatuh.


"Apakah istri dan anak saya baik dok?" tanya Rion setelah istrinya selesai diperiksa.


"Semuanya baik tuan, bahkan sangat baik" jawab sang dokter wanita didepan mereka.


"Kapan bisa melihat jenis kelamin nya dok?" tanya Mia dengan antusias.


"Saat usia kandungan memasuki 18 sampai 20 minggu ya nona Mia" jawab dokter itu.


"Saya dan anak saya baik karena suami saya yang mengalami morning sickness dok" ucap Hazel.

__ADS_1


"Itu lebih baik nona, karena ibu hamil yang mengalami morning sickness lebih parah bahkan ada yang tidak ingin makan. tuan Rion benar benar membantu Anda" jawab sang dokter.


Setelah beberapa saat konsultasi dengan dokter kandungan, ketiga nya pun langsung menuju parkiran.


"Dimana Mark? apakah ingin pulang bersama Mia?" tanya Rion.


"Ti......"


"Sayang!" panggil Mark.


Mia pun langsung menoleh, Hazel yang mendengar suara Mark pun langsung memandang pria itu berharap disapa barang sekata pun.


"Kita langsung pulang ya, kamu sudah capek kan" ajak Mark dan langsung menarik pelan lengan istrinya.


"E...ehhh Mark, by Hazel! jaga keponakan ku ya!" teriak Mia saat dirinya sudah menjauh dari Hazel.


Hazel hanya mengangguk dengan senyum paksa, rasanya begitu sakit melihat seseorang yang biasanya hangat menjadi dingin dan acuh seperti ini.


Hazel pun langsung menunduk sedih, Hazel langsung masuk kedalam mobil Rion dengan wajah sendu.


Sang suami yang diwanti agar istrinya tidak stres pun langsung ambil tindakan.


"Kita kemana sayang? kamu mau belanja? taman bermain? atau makan?" cecar Rion setelah memasuki mobil.


Hazel hanya menggeleng lemah, dia tidak tahu kesalahan nya kepada Mark dimana sehingga pria itu menganggap nya sebuah tunggul.


"Hey sayang, dengar aku" ucap Rion memangkup waja istrinya.


"Jangan pernah mencari kesalahan mu Oke, mungkin suasana hati Mark sedang tidak baik" ucap Rion yang paham akan kesedihan istrinya.


"Tapi dia tidak pernah seperti itu" jawab Hazel dan akhirnya meneteskan air mata.


"Hey sayang, jangan menangis" ucap Rion dan langsung menarik Hazel masuk kedalam pelukan nya.


"Kita tidak pernah tahu suasana hati seseorang itu seperti apa sayang, mungkin Mark sedang ada masalah pekerjaan sehingga tidak ada mood untuk menyapa mu" ucap Rion mengelus lembut surai Hazel.


"Tapi dia tidak pernah mendiamkan aku hiks" isak Hazel.


"Besok aku akan menemuinya dan bertanya apakah kau ada berbuat salah kepadanya Oke, jangan menangis" ucap Rion mengecup pucuk kepala Hazel.


"Besok?" tanya Hazel memastikan.


"Iya besok sayang, jangan sedih lagi ya kasian anak kita. dia juga akan sedih jika mommy nya sedih" ucap Rion mengelus perut Hazel.


Hazel pun mengangguk, paling tidak kata kata Rion mampu menenangkan nya.


Terselip kecurigaan dalam hati Rion ,saat melihat sikap acuh yang ditunjukkan Mark pada istrinya.


***

__ADS_1


__ADS_2