You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.19 BERMALAM BERSAMA


__ADS_3

Rion menghalangi langkah Hazel saat wanita itu ingin masuk kedalam kamarnya yang berada disamping kamar Rion.


"Ada apa?" tanya Hazel bingung.


"Ini bukan kamar mu lagi" jawab Rion datar.


Hazel melipat tangan nya "Lalu? aku harus tidur sekamar dengan bik Rumi?" tanya Hazel kesal.


"Disitu" ucap Rion menunjuk pintu kamar nya dengan jari telunjuknya.


"Hah? kata mu kita ti... mmmpfhhh" ucapan Hazel terhenti saat tangan Rion menutup mulutnya agar tidak melanjutkan ucapan nya.


"Aku sudah sangat pusing mendengar ocehan papa, turuti saja" ucap Rion menarik tangan Hazel masuk kedalam kamarnya.


"E..ehh baju ku Rion" ucap Hazel setelah Rion menutup pintu kamarnya.


"Sudah ada disana, pelayan sudah memindahkan nya" ucap Rion menunjuk kearah walk in closed menggunakan dagu nya.


"Ya sudah aku mau mandi" jawab Hazel berlalu pergi menuju kamar mandi.


"Apakah dia tidak ingin mengatakan maaf setelah pergi dengan pria lain? baru ku sadari aku mempunyai istri yang sangat menyebalkan" gerutu Rion.


Rion duduk di meja kerja yang ada di kamarnya dengan sebuah laptop menyala dihadapan nya.


Beberapa saat kemudian suara pintu kamar mandi pun terbuka, Hazel keluar dengan menggunakan gaun tidur yang tidak terlalu tipis.


Gaun yang cukup seksi sebenarnya, apa lagi dengan warna putih cerah yang sangat indah melekat ditubuh mungil Hazel.


Hazel memang biasa tidur menggunakan pakaian terbuka, apa lagi saat ini cuaca musim panas.


Hazel berjalan melewati meja Rion menuju kaca rias untuk mengeringkan rambut nya yang basah.


Rion menelan ludah karena harum tubuh Hazel langsung masuk kedalam hidung nya.


Itu semua sudah cukup membuat hasrat Rion naik, apa lagi pakaian terbuka yang membuat Rion semakin panas.


"Na... Na... Na..." senandung Hazel sembari mengeringkan rambut nya.


Rion terus berusaha untuk fokus pada laptop nya yang sebenarnya tidak menampilkan apa pun.


"Rion" panggil Hazel mendekati Rion yang terlihat mulai gelisah.


"A...apa?" tanya Rion yang berusaha untuk mengendalikan dirinya.


"Apakah aku akan tidur di sofa? pliss jangan ya, kita sama sama di ranjang saja ya aku cukup lelah hari ini" pintar Hazel menyentuh lengan Rion dengan tangan lembutnya.


Keringat Rion semakin mengucur deras saat tangan lembut harum itu menyentuh nya.


"Ehh.. kamu baik baik saja?" tanya Hazel ingin menyentuh dahi Rion tetapi ditahan oleh pria itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Hazel bingung.


"Ti..tidak ada, tidur lah diranjang aku masih ada pekerjaan" ucap Rion mengalihkan pandangan nya.


"Oke, terimakasih" ucap Hazel senang dan langsung berlalu keranjang.


Hazel mengusap lotion ketubuh nya dengan harum blueberry yang membuat seisi kamar harum akan tubuh nya.


"Ahh.. Sial!" umpat Rion dalam hati.


"Kamu ga tidur?" tanya Hazel memandang suaminya.


"Hem? ti..tidur duluan saja" jawab Rion gugup.


"Ya sudah, selamat malam Rion" ucap Hazel merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Tidak butuh waktu yang lama, Hazel sudah mulai masuk kedalam alam mimpi dengan nyaman nya.


Rion menutup laptop nya dan berjalan menuju ranjang nya, Rion melihat wajah cantik Hazel yang sedang tertidur lelap.


Rion naik keatas ranjang dan mulai merebahkan dirinya di samping Hazel yang benar benar sudah terlelap.


Hazel menggeliat hingga akhirnya tangan Hazel pun berpindah keatas perut Rion membuat pria itu terkejut.


Melihat tidur Hazel yang pulas membuat Rion tidak tega memindahkan tangan wanita ini yang sudah pastinya akan membuat nya terbangun.


"Aku tidak tahu kelanjutan nya akan seperti apa, satu hal yang harus kau ingat nanti nya. jangan menyalahkan ku atas luka yang pernah ku beri kepada mu"


Cuppp


Satu kecupan pun di berikan oleh Rion dikening Hazel, Rion menarik tubuh Hazel agar masuk kedalam pelukan nya.


Matahari mulai menyingsing, sepasang suami istri yang baru pertama kali ini menghabiskan malam bersama pun masih terlelap.


Dengan perlahan Hazel membuka matanya karena merasakan perut nya yang seperti tertimpa sesuatu.


Deghhhh


Hazel terbelalak saat melihat wajah tampan yang ada dihadapan nya ketika baru saja membuka mata.


"K..kok dia memeluk ku? ckk aku lupa kalau ini kamar dia" batin Hazel.


Hazel dengan perlahan menurunkan tangan Rion dari atas perutnya dan langsung bangkit dari tidur nya.


Hazel langsung berlalu kekamar mandi untuk membersihkan tubuh nya agar lebih segar di pagi hari.


Perlahan mata Rion mulai mengerjap, Rion menggeliat dibawah selimut dan mendapati tidak ada Hazel di samping nya.


"Baru kali ini aku merasa tidur ku nyenyak" gumam Rion mengusap wajah nya.

__ADS_1


Rion mendudukkan dirinya dan bersandar dikepala ranjang, Rion merasa tubuh nya sangat segar hari ini.


Tidak butuh waktu lama, Hazel keluar dari kamar mandi dan sudah siap dengan menggunakan celana bahan putih yang dipadu dengan blouse berwarna biru muda.


"Kamu sudah bangun? mandi lah sana, aku sudah menyiapkan pakaian. aku turun dulu untuk memasak sarapan" ucap Hazel dan berlalu keluar kamar.


Rion memandang terus kepergian Hazel, terbesit rasa bersalah dihati Rion yang membuat diri Rion heran.


"Ahhh, sudahlah" gerutu Rion yang tidak mengerti dengan perasaan nya.


Rion turun dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi karena akan berangkat bekerja pagi ini.


Seteleh beberapa saat, Rion keluar dari kamar mandi dan melihat setelan jas yang seperti biasa Hazel lah yang menyiapkan.


Rion mengambil setelan jas yang sudah disiapkan Hazel dan memutuskan untuk memakainya saja.


"Dasi nya mana?" gumam Rion mencari dibawah meja berharap dasi nya terjatuh, tetapi nihil. dasi itu tidak ada.


"Ahh sudah lah" gumam Rion dan berjalan keluar kamar setelah tapi.


Rion berjalan menuruni tangga dan langsung menuju ruang makan, dari pintu Rion melihat Hazel yang sedang menyiapkan makanan diatas meja bersama pelayan lain yang diselingi dengan candaan.


"Kamu sudah selesai? ayo makan Rion, nanti kamu kesiangan" ucap Hazel langsung menarik tangan Rion dan mendudukkan nya diatas kursi.


"Pagi tuan, nona" sapa Steve


"Pagi kak Steve" jawab Hazel.


"Dimana papa, Steve?" tanya Rion memandang asisten nya.


"Papa sudah pulang tadi pagi Rion. oh ya, aku izin sama kamu nanti ingin pergi mengunjungi makam mama dan papa ya?" izin Hazel.


"Dengan siapa?" tanya Rion yang sepertinya sudah menebak siapa yang akan pergi dengan istrinya.


"Dengan kak Mark, kebetulan dia sedang ada waktu" jawab Hazel setelah mengambilkan makanan untuk Rion.


"Pergilah" jawab Rion dan langsung memakan sarapan nya.


"Eh.. muka nya berubah? apa tuan muda mulai cemburu? ckk gengsi" batin Steve terkekeh dalam hati.


Hazel tersenyum senang setelah mendapat izin dari suaminya tanpa harus memaksa.


.


.


.


Jika ada salah kata bisa di revisi di comment ya guys😄

__ADS_1


__ADS_2