
Hari ini Hazel memutuskan untuk mengunjungi restauran miliknya yang sekarang akan di kelola nya sendiri.
Hazel juga sudah meminta persetujuan dari Rion, dan tentu saja Rion mengiyakan apa yang diinginkan Hazel.
Hazel sudah berada didalam mobil dengan ditemani oleh seorang supir pribadi yang diutus Eric untuknya.
"Kita langsung keresto non?" tanya supir Hazel yang bernama pak Indro.
"Iya Pak, Mia sudah menunggu disana" jawab Hazel dengan senyum manis.
Mobil pun terus melaju membelah jalanan ibu kota yang tidak terlalu padat dan hari nya juga cukup cerah.
Setelah beberapa saat mobil yang ditumpangi Hazel pun sampai didepan restauran cepat saji miliknya.
Hazel turun dari mobil dan langsung tersenyum kearah sahabat nya yang berlari kearah nya.
"Sahabat cantik ku!" pekik Mia langsung menghambur kepelukan Hazel.
"Haha, Mia kau ini sangat lebay" kekeh Hazel membuat tawa Mia meledak.
Mia dan Hazel pun berjalan bersama menuju restauran yang masih sepi dikarenakan beberapa hari ini libur.
Hazel sendiri yang memberi cuti kepada semua Waiters dan juga koki dikarenakan belum ada orang yang dapat dipercaya Hazel untuk mengelola restauran ini.
"Wahh.. semuanya masih sangat indah Zel, sudah sangat lama kita tidak berkunjung kemari" ucap Mia.
Mia sangat suka jika berkunjung kemari bersama Hazel, selain tempat dan makanannya yang enak Mia juga suka saat dirinya menghabiskan waktu bersama sahabat cantik nya ini.
"Iya, semuanya masih sama" gumam Hazel dengan mata yang berkaca kaca.
Mia tersenyum dan langsung merangkul bahu Hazel, Mia tahu sahabat nya ini masih dalam masa berkabu karena kepergian Lukman.
"Ayo kita kelola tempat ini bersama, hanya ini peninggalan mereka bukan?" ucap Mia tersenyum manis.
Hazel tersenyum dan langsung menyetujui ucapan Mia, Mia sangat antusias karen akhirnya sahabat nya setuju untuk mengambil alih kepemimpinan di restauran ini.
"Jadilah meneger di restauran ini sesuai dengan apa yang kau inginkan, Mia" ucap Hazel.
"Oke sip, aku akan bekerja sebaik mungkin untuk mu nona Hazel" ucap Mia membuat Hazel tertawa.
"Hay semuanya, asik sendiri nih" goda Mark yang tiba tiba datang bersama Leon.
"Loh, pak Leon dan kak Mark kok kemari?" tanya Hazel terkejut.
"Kami berdua tadi lewat setelah bertemu klien kak Leon, kebetulan melihat mobil yang sering kau pakai berada didepan" jawab Mark.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kalian duduklah disana, aku akan memasak karena sudah masuk jam makan siang" ucap Hazel menunjuk ke sudut ruangan.
"Aku bantu kamu" usul Mia dan langsung di setujui Hazel.
Kedua wanita itu pun langsung berlalu kearah dapur dan meninggalkan kedua pria tampan yang memandang kepergian mereka.
"Jika cinta kenapa tidak paksa saja" celetuk Mark membuat pandangan Leon langsung beralih kearah nya.
"Apa maksud mu?" tanya Leon tidak mengerti.
"Hazel tidak bahagia hidup bersama Rion kak, jika kau cinta kenapa tidak ambil alih saja" jawab Mark menjelaskan.
"Aku mengerti maksud mu Mark, aku juga tahu kau sangat menyayangi Hazel layak nya adik tapi kita tidak bisa memaksa Mark. Hazel punya pilihan dan berhak memilih dengan siapa dan bagaimana dia menjalani hidup" ucap Leon.
"Tapi kak.."
"Aku tahu kau begitu marah melihat perlakuan tidak baik Rion kepada Hazel, tapi kita disini tidak punya hak Mark. kita jaga saja Hazel dari jauh" ucap Leon dan menepuk pundak adik nya.
Leon berjalan menuju meja yang ditunjuk Hazel, dari situ dia bisa melihat Hazel yang sedang memasak sembari bercanda tawa dengan Mia.
Mark mengikuti arah pandangan kakak nya, Mark menghembuskan nafas kasar melihat kakak nya yang enggan bertindak.
Di dapur, Hazel bersama Mia begitu asik melakukan masak bersama seperti ini bahkan mereka sesekali tertawa lepas.
Mia yang sering bersama Hazel pun juga tak kalah pandai memasak karena sering melihat Hazel dengan lihai memasak.
"Kau ini" kekeh Hazel yang gemas melihat tingkah sahabat nya.
"Oh iya, apa ini ga kebanyakan untuk makan kita berempat?" tanya Mia memandang beberapa menu makanan yang terbilanh banyak.
"Aku akan kirimin makan siang untuk Rion" ucap Hazel.
Mia tersenyum kecut mendengar ucapan Hazel "Aku tahu kau istri idaman diabad ini Zel" ucap Mia membuat Hazel terkekeh.
Setelah beberapa saat berkutat dengan peralatan dapur, Hazel dan Mia pun menyajikan makanan yang berhasil mereka masak.
Leon dan Mark pun memandang nya dengan mata berbinar, masakan Hazel tidak ada tandingan nya menurut mereka.
"Itu.. untuk siapa?" tanya Leon memandang kotak bekal yang ada disamping Hazel.
"Untuk Rion, Steve akan mengambilnya sebentar lagi" jawab Hazel tersenyum.
Leon tersenyum paksa mendengar jawaban Hazel, Leon jadi ingat mana kala dahulu Hazel sering membuatkan bekal untuk nya dari rumah.
"Salam nona muda" sapa Steve yang baru datang.
__ADS_1
"Ahh iya kak Steve, ini bekal untuk Rion dan ini untuk mu" ucap Hazel memberikan dua kotak bekal didalam tas bekal yang berbeda.
"Saya tidak perlu nona, merepotkan nona saja" tolak Steve sopan.
"Jangan menolak ku" ucap Hazel yang berhasil membuat Steve tidak berani membantah.
"Baiklah, dan terimakasih nona" ucap Steve dan berlalu pergi dengan membuat dia tas bekal ditangan nya.
Mereka pun melanjutkan makan siang bersama yang sesekali diselingi pembicaraan hangat.
"Jadi, kamu sudah ingin mengelola ini Zel?" tanya Leon.
"Heem, maaf karena ini staf terbaik mu resign pak Leon" ucap Hazel melirik kearah Mia.
Leon terkekeh "Mia tidak bisa jauh dari mu Hazel, lagian lebih bagus Mia yang mengurus karena pemikiran kalian berdua searah" jawab Leon.
"Ada yang ingin dirubah Zel?" tanya Mark
"Sepertinya tidak ada kak, sudah ada ruangan untuk Mia" jawab Hazel.
"Lalu ruangan mu sebagai owner nya?" tanya Mark.
"Diatas ruangan Mia" jawab Hazel.
"Sepertinya almarhum papa mu tahu kamu akan memiliki seorang sahabat yang tidak bisa jauh dari mu Zel" ucap Mia membuat semua orang tertawa.
"Haha mungkin saja, akhirnya restauran ini benar benar aku pimpinan" gumam Hazel memandang seluruh isi restauran.
"Mereka pasti bangga mempunyai putri sehebat dirimu" ucap Mia memeluk sahabat nya.
"Aku juga bangga dikelilingi orang baik seperti kalian" ucap Hazel membuat Mark dan Leon tersentuh.
"Hazel, kami siap selalu menolong mu. beritahu kami saat ingin menggapai sesuatu tapi sangat sulit untuk kau lalui maka kami akan menolong mu" ucap Mia.
"Benar Hazel, apa pun itu keadaan nya kami akan selalu menjadi orang yang akan menopang mu dari belakang" ucap Leon menambahkan kata kata Mia.
"Kau tetap adik ku Hazel" ucap Mark mengelus lembut pipi Hazel.
Hazel tersentuh karena masih banyak orang baik yang berada disekitarnya, masih banyak orang yang selalu mendukung dan menjadi suport system untuk dirinya.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like comment dan subscribe nya😉