You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.32 MENITIPKAN


__ADS_3

Di siang hari yang sangat cerah, Hazel dan Mark pun sudah berada disuatu taman bermain pusat kota.


Mark begitu senang mengajak Hazel bermain karena bagi Mark diantara kesibukan nya harus menyempatkan waktu untuk wanita yang satu ini.


"Ayo naik bianglala kak" ajak Hazel menarik narik tangan Mark.


Mark seakan menjadi seorang pengasuh jika sudah mengajak Hazel ke taman bermain, apa lagi keaktifan wanita ini yang seakan tak kenal lelah.


"Pelan pelan saja Hazel, kau akan jatuh jika berlari" ucap Mark yang terus mengkuti langkah Hazel.


Dengan hati yang gembira, Hazel mencoba berbagai permainan bersama Mark yang setia mendampingi nya.


Waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore.


Kini Hazel dan Mark pun sudah berada didalam mobil menuju perusahaan Rion sesuai janji Hazel tadi.


"Hazel" panggil Mark sembari mengelus lembut surai Hazel.


"Hem?" Hazel pun langsung menoleh kearah Mark dan memandang wajah tampan Mark.


"Berjanjilah untuk terus baik baik saja saat aku jauh dari mu, jangan sampai aku mendengar kabar yang tidak enak tentang mu" ucap Mark.


"Kakak selalu mengatakan itu saat ingin kembali keluar negeri, jangan khawatir kak suami ku akan menjaga ku" jawab Hazel tersenyum manis.


"Hazel begitu percaya kepada Rion, aku disini yang begitu khawatir saat ingin meninggalkan nya" batin Mark.


"Tenanglah kak, jangan terlalu mengkhawatirkan aku disini kita masih bisa sering komunikasi bukan?" ucap Hazel yang tahu kekhawatiran Mark kepadanya.


"Baiklah, aku percaya kepada mu" jawab Mark tersenyum hangat.


Setelah beberapa saat, mobil yang dikendarai Mark pun berhenti didepan gedung pencakar langit milik Rion.


Keduanya pun berjalan memasuki perusahaan dan naik ke lantai paling atas dengan menggunakan lift.


Tinggggg


Lift pun terbuka, Hazel dan Mark pun langsung menuju ruang CEO dimana ruangan Rion berada.


"Kak Rika" sapa Hazel.


"Nona Hazel?" sapa Rika dan langsung mendekati Hazel.


"Bagaimana kabar mu kak? apakah pekerjaan lancar? kau sudah makan siang? apakah Rion ada didalam?" cecar Hazel membuat Rika melongo.


Mark yang mendengarnya pun hanya bisa terkekeh, wanita ini benar benar sangat unik.


"Nona Hazel, bisakah kau ulangi pertanyaan mu? aku lupa ingin menjawab yang mana" ucap Rika membuat Hazel terkekeh.


"Lupakan pertanyaan ku, apakah Rion didalam?" tanya Hazel.


"Ada didalam" jawab Rika tersenyum.


"Ya sudah, aku masuk dulu ya kak" pamit Hazel.


Tok Tok Tok.


"Kenapa ketuk dulu sih? kamu istrinya masuk saja kenapa?" tanya Mark.

__ADS_1


"Ga sopan" jawab Hazel membuat Mark geleng kepala.


"Masuk!" jawab Rion dari dalam.


"Rion" sapa Hazel menimbulkan kepalanya.


"Sudah? masuklah" ucap Rion dan berpindah duduk kesofa.


"Lihatlah, aku membawa gula kapas berbentuk buaya. sama seperti dirimu" ucap Hazel terkekeh.


"Kau mel...." ucapan Rion terhenti saat melihat siapa yang berdiri dibelakang istrinya.


"Kemari Hazel" panggil Rion


Hazel melepaskan tautan tangan nya dengan Mark dan berjalan mendekati Rion, Hazel pun duduk di samping Rion.


"Ayo duduk kak" titah Hazel pada Mark.


"Selamat sore tuan Rion" sapa Mark dan duduk dihadapan mereka.


"Sore" jawab Rion datar.


"Bisakah aku berbicara dengan mu? berdua saja" tanya Mark.


Rion pun melirik kearah Hazel yang tengah asik memakan gula kapas yang ada ditangan nya.


"Hazel" panggil Mark dengan lembut.


"Iya kak" jawab Hazel mendongakkan kepalanya.


"Bolehkah kakak berbicara dengan suami mu sebentar? kamu tunggu didepan sama kak Rika boleh?" tanya Mark.


Setelah memastikan pintu ruangan tertutup dan Hazel pun tidak dapat mendengar pembicaraan mereka.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Rion


"Aku akan kembali ke New York" jawab Mark.


"Lalu? pergilah, untuk apa mengatakan nya kepada ku?" tanya Rion tidak mengerti.


"Adikku sekarang ini menjadi tanggung jawab mu Rion, jaga lah Hazel sebagaimana aku menjaga nya secara diam diam selama ini" jawab Mark.


Mark memang selalu mengerahkan bodyguard yang menyamar disekitar Hazel untuk menjaga wanita itu.


"Aku sudah tahu apa tugas ku" ketus Rion yang merasa tidak suka dengan ucapan Mark yang seakan begitu perduli kepada Hazel.


"Jangan sampai aku membawanya ke New York bersama ku Rion, kau tahu gadis itu tidak pernah menolak ku bukan?" ancam Mark.


Seketika mata Rion menajam menatap kearah Mark, ancaman Mark yang akan membawa Hazel pergi membuat Rion begitu mewanti kedekatan mereka.


"Jangan pernah mengancam ku sialan!" ketus Rion.


"Mengancam apanya? aku hanya memberi peringatan padamu, kakak ku mencintai Hazel tulus dan tidak seperti dirimu" ucap Mark menyeringai.


"Hazel sudah bersama ku dan tidak akan pernah jatuh ke tangan mu" ucap Rion menatap Mark tajam.


"Saat ini kita tidak tahu keselamatan Hazel aman atau tidak bersama mu"

__ADS_1


"Apa maksud mu?" tanya Rion tidak mengerti.


"Orang terdekat mu Rion, ada orang yang benar benar ingin menyingkirkan Hazel dari hidup mu. jika dalam waktu dekat ada ku dengar kabar bahwa seseorang ingin menyakiti Hazel dan kau tidak ambil tindakan, maka aku sendiri yang akan menjemput Hazel dirumah mewah mu dan akan membawa paksa Hazel dihadapan mu".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Didepan ruangan Rion tepatnya di meja Rika, Hazel sedang bersenda gurau dengan Rika yang menemaninya sembari menunggu kedua pria itu selesai mengobrol.


"Waktu itu aku mengunjungi resto mu nona Hazel, makanan nya begitu lezat" ucap Rika.


"Apakah sudah mencoba menu barunya? aku memberikan menu baru kepada koki untuk dikembangkan" tanya Hazel.


"Apakah ada menu baru? wahhh aku sangat tidak sabar untuk langsung datang kesana" ucap Rika antusias.


"Kalau begitu, besok atau lusa aku akan memasak makanan itu dan membawakan nya untuk mu kak" jawab Hazel tersenyum manis.


"Hah? tidak usah non, aku akan membeli langsung diresto mu jika ada waktu luang nanti" tolak Rika secara halus.


"Aku tidak suka ditolak, lagi pula memasak adalah hobi ku" paksa Hazel.


"Ya ya baiklah, aku tidak bisa menolak mu lagi nona kecil" pasrah Rika yang membuat Hazel tertawa.


Melihat tawa Hazel membuat Rika ketularan dan berakhir tertawa juga, Rika begitu suka dengan sikap ramah dan lembut istri bos nya ini.


Ceklekk


"Hazel" panggil Rion dan Mark secara bersamaan.


"Kalian sudah selesai?" tanya Hazel yang langsung mendekati kedua pria itu.


"Sudah baby, baiklah waktu sudah hampir gelap. sampai jumpa di lain waktu karena lusa kakak akan segera berangkat hem" ucap Mark mengacak pucuk rambut Hazel.


"Begitu cepat ya, aku akan merindukan mu kak" ucap Hazel dan langsung memeluk Mark.


Mark dengan senang hati membalas pelukan Hazel, Rion terbelalak melihat mereka berpeluk dengan begitu erat.


"Kau pasti lama baru kembali kemari kan?" tanya Hazel dengan mata berkaca kaca.


"Aku akan sering berkunjung kemari untuk melepas rinduku pada mu oke? jangan bersedih baby" ucap Mark mengecup kening Hazel.


"Oke oke sudah selesai, kita akan pulang Hazel dan ucapkan selamat tinggal pada kakak mu" ucap Rion menarik pelan pinggang Hazel.


"Aku akan merindukan mu kak Mark" ucap Hazel.


"Aku juga akan merindukan mu baby, aku titip dia pada mu Rion. sampai jumpa sayang"


Cupppp


Mark memberikan kecupan didahi Hazel dan berlalu pergi meninggalkan Hazel yang menatap sedih kearah Mark.


"Sedih?" tanya Rion setelah Mark menghilang dari pandangan nya.


Hazel hanya mengangguk hingga air matanya pun ruluh, Rion langsung memeluk Hazel karena merasakan juga rasa sedih wanita ini.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungan untuk author ya Raiders tersayang author🥰


__ADS_2